Danramil Pamanukan Pantau Baniir di Dua Kecamatan
- 23 Jan 2026 21:21 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang : Intensitas curah hujan tinggi selama dua hari terakhir, membuat Lima desa di wilayah Pantura Subang mulai tergenang banjir. Kelima desa tersebut, yakni Desa Mulyasari, Desa Pamanukan Hilir, dan Desa Lengkongjaya Kecamatan Pamanukan, Desa Angga sari dan Desa Sukamaju Kecamatan Sukasari, yang merupakan wilayah binaan Koramil 0509/Pamanukan, Kodim 0605/Subang.
Komandan Koramil 0509/Pamanukan Kapten (Inf) Tono Sudarsono, melakukan monitoring ke lima desa yang terendam banjir tersebut. Menurutnya, banjir yang merendam tiga desa di Pamanukan merupakan luapan air dari Kali Cigadung, dan Kali Kalensema, serta dua desa yang banjir di Kecamatan Sukasari akibat meluapnya air dari Kali Sawin.
"Cuaca ekstrim yang terjadi selama dua hari Kamis dan Jumat 22-23 Januari 2026, kemarin dan hari ini, dimana intensitas curah hujan di wilayah Kabupaten Subang pada umumnya, mengakibatkan meluapnya tiga kali yang ada di wilayah Koramil Pamanukan," ungkap Kapten Tono Sudarsono.
Banjir tersebut, lanjut Danramil, merendam sekitar 231 rumah warga di 5 desa, di Kecamatan Pamanukan, dan Kecamatan Sukasari. Selain itu, banjur juga merendam 8 hektar sawah. Ketinggian air rata-rata 10 hingga 30 centi meter.
"Akibat banjir tersebut, ada 231 rumah yang terdampak, dan 8 hektar sawah yang ikut terendam, dengan ketinggian air, antara 10 hingga 30 centi meter," ungkapnya.
Baca juga : Masyarakat Subang Diminta Waspadai Cuaca Buruk Saat Ini
Ia menegaskan, kondisi warga yang terdampak banjir, hingga saat ini, masih bertahan di rumahnya masing-masing. Artinya belum ada yang mengungsi ketempat pengungsian, atau tenda pengungsian.
"Hingga malam ini, warga masih bertahan di rumahnya masing-masing, karena ketinggian air masih sebatas mata kaki hingga betis orang dewasa," terang Danramil.
Meski warga masih bertahan di rumahnya masing-masing, namun masyarakat tetap diimbau, untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Karena cuaca ekstrim yang diperkirakan BMKG dan BNPB, akan berlangsung hingga 26 Januari 2026 mendatang.
"Masyarakat tetapi kami imbau, agar meningkatkan kewaspadaan dan siap siaga, karena cuaca ekstrim ini akan berlangsung hingga 26 Januari pekan depan, seperti yang diperingatkan BMKG dan BNPB," imbuhnya.
Dalam monitoring bencana banjir tersebut, Danramil Pamanukan didampingi Camat Pamanukan dan Camat Sukasari. Kemudian juga para Kades yang wilayahnya terdampak banjir, para Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....