Puluhan Manusia Gerobak dan Tunawisma di Bandung Ditertibkan
- 23 Jan 2026 13:53 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung melakukan penertiban terhadap homeless, manusia gerobak, dan tunawisma yang menempati ruang-ruang publik secara tidak semestinya. Penertiban dilakukan selama tiga hari berturut-turut di sejumlah titik strategis Kota Bandung.
Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, mengatakan kegiatan tersebut menyasar lokasi-lokasi seperti bangunan kosong, trotoar, taman kota, hingga kawasan jalan utama yang kerap dijadikan tempat tinggal sementara.
“Alhamdulillah, untuk kegiatan kemarin kami sudah melakukan penertiban terhadap homeless, manusia gerobak, maupun tunawisma yang menetap di bangunan kosong, trotoar, dan ruang publik lainnya,” ujar Bambang, Jumat 23 Januari 2026.
| Baca juga: Ali Syakieb: Guru PPPK Jadi Penggerak SDM |
Dalam pelaksanaannya, Satpol PP bekerja sama dengan berbagai perangkat daerah, di antaranya Dinas Sosial serta Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) yang turut membantu proses pembersihan lokasi.
“Alhamdulillah kita kerja sama dengan jajaran Dinas Sosial dan instansi lainnya, termasuk dibantu Diskar untuk pembersihan. Sekarang kondisinya sudah clear,” katanya.
Bambang berharap, penertiban ini dapat memberikan efek jera dan tidak kembali terulang. Menurutnya, Kota Bandung merupakan milik bersama yang harus dijaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanannya.
Baca juga : Satpol PP Kota Bandung Amankan Teras Cihampelas 24 Jam
“Mudah-mudahan ini tidak terulang lagi. Bandung ini milik kita bersama. Apa yang sudah diatur oleh pimpinan dan disepakati bersama warga masyarakat, tentu harus kita jaga. Kami sangat prihatin dengan kondisi ini,” ucapnya.
Ia menegaskan, penertiban dilakukan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku. Aktivitas tinggal di ruang publik tidak diperkenankan dan pelanggarannya tetap harus ditindak.
Hasil dari penjangkauan selama tiga hari tersebut, tercatat 77 orang berhasil terjaring. Kegiatan dilakukan sejak waktu subuh hingga pagi hari, dengan lokasi penertiban meliputi kawasan Asia Afrika, Braga, Taman Maluku, serta sejumlah trotoar dan taman kota lainnya.
“Paling banyak ditemukan di trotoar dan taman. Terutama di kawasan perkotaan dan jalan-jalan primer,” jelas Bambang.
Dari hasil pendataan, mayoritas homeless dan manusia gerobak yang terjaring diketahui bukan berasal dari Kota Bandung, melainkan dari luar daerah, termasuk dari luar provinsi.
“Kebanyakan justru dari luar Bandung. Ada dari Jawa, ada juga dari kabupaten lain. Alasannya macam-macam, ada yang mencari nafkah, ada juga yang memang hidup berpindah-pindah. Tapi tetap saja mereka menyalahi aturan,” katanya.
Pasca penertiban, sebagian dari mereka ditampung dan dibina oleh Dinas Sosial Kota dan Provinsi Jawa Barat, sementara yang berasal dari luar daerah dikembalikan ke daerah asal masing-masing. “Kita kerja sama bareng-bareng. Ada yang dibina, ada yang dikembalikan ke daerah asal, khususnya mereka yang berasal dari luar Kota Bandung,” ucapnya.
Bambang menambahkan, kegiatan penertiban akan terus dievaluasi dan tidak berhenti sampai di sini, terlebih menjelang bulan suci Ramadan agar Kota Bandung tetap kondusif dan nyaman bagi masyarakat. “Ini kita harapkan menjadi semacam shock therapy, terutama bagi mereka yang melakukan urbanisasi ke Kota Bandung. Kota ini harus kita jaga bersama demi kenyamanan warga,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....