Aksi Heroik Briptu Bagus Selamatkan Wisatawan Terseret Ombak

  • 22 Jan 2026 19:58 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut - Aksi heroik anggota Satpolairud Polres Garut kembali menyita perhatian publik. Seorang personel Polairud, Briptu Bagus Eko, dengan penuh keberanian menerjang ombak laut selatan sejauh 100 meter demi menyelamatkan dua wisatawan yang terseret ombak di pantai Karangpapak, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Kamis 22 Januari 2026 sore.

Peristiwa dramatis itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, saat suasana senja mulai meredup dan petugas tengah bersiaga mengamankan kawasan pantai menjelang penutupan. "Dua wisatawan yang sebelumnya bermain di tepi pantai diketahui berenang terlalu ke tengah laut hingga akhirnya terseret arus dan kelelahan,"katanya, di Garut.

Baca juga:Kota Bandung Lakukan Mitigasi Bencana Lewat Penanaman Ratusan Pohon

Melihat kondisi tersebut, dirinya tanpa ragu langsung membuka sebagian perlengkapannya dan berenang ke arah korban, meski ombak saat itu cukup besar dan angin bertiup kencang. Teriakan warga yang memperingatkan bahaya tak mengurungkan niatnya.

“Banyak yang berteriak agar saya tidak mendekat karena berbahaya, tapi panggilan hati saya tetap ingin menyelamatkan mereka,” ujarnya.

Proses penyelamatan berlangsung menegangkan. Arus laut yang kuat membuat tenaga terkuras, bahkan saat menggapai korban, kaki Briptu Bagus sudah tidak lagi menyentuh dasar pasir.

Namun berkat tekad dan semangat kemanusiaan, ia berhasil menjangkau kedua korban dan membawa mereka kembali ke bibir pantai. “Ini semata-mata demi kemanusiaan dan panggilan jiwa saya sebagai anggota Polri yang mendedikasikan diri untuk masyarakat,” katanya.

Di daratan, sejumlah anggota Polairud lainnya bersama masyarakat sekitar turut membantu proses evakuasi. Salah satu korban sempat tidak sadarkan diri, namun setelah mendapat pertolongan pertama, kondisinya berangsur membaik dan langsung dibawa ke Puskesmas Cikelet untuk penanganan medis lebih lanjut.

"Dua korban selamat tersebut diketahui bernama M Azqi Ali Nazar (20), warga Kabupaten Pandeglang, Banten, dan M Atha Bima (20), warga Kota Padang, Sumatera Barat,"katanya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....