Masyarakat Jawa Barat Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

  • 21 Jan 2026 17:02 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat. Analisis dinamika atmosfer terbaru menunjukkan adanya peningkatan intensitas hujan menjelang akhir Januari 2026.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan gangguan atmosfer yang terpantau saat ini memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor, hingga gangguan transportasi di wilayah terdampak.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Dengan kesiapsiagaan yang baik dan memantau informasi resmi BMKG, risiko bencana dapat diminimalisir,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima RRI, Rabu 21 Januari 2026.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menambahkan hasil analisis menunjukkan potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia secara bergantian. Cuaca ekstrem diprakirakan terjadi mulai 21 Januari di Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, hingga NTT.

Baca juga : Penting Diketahui Tujuh Gejala Penyakit Flu Power

Memasuki 22 Januari, potensi serupa masih membayangi Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Sementara pada 23 Januari, wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, serta NTT kembali diprakirakan mengalami cuaca ekstrem.

Selanjutnya, intensitas hujan tinggi berpotensi terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada 24 Januari. BMKG juga memprakirakan wilayah Bali, NTB, dan NTT akan mengalami peningkatan curah hujan pada periode 25–26 Januari.

“Dinamika cuaca ini menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat di provinsi-provinsi tersebut guna mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi,” jelas Andri.

Meski demikian, BMKG menekankan bahwa kondisi cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer terkini. Masyarakat diminta berhati-hati dalam merencanakan aktivitas luar ruang, perjalanan darat, laut, maupun udara.

BMKG juga mengingatkan agar masyarakat dan pemangku kepentingan terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui aplikasi InfoBMKG, laman resmi bmkg.go.id, serta media sosial @infobmkg. Informasi tersebut diperbarui secara berkala berdasarkan analisis dan data meteorologi terbaru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....