BPBD KBB Pastikan Penanganan Cepat Longsor

  • 05 Des 2025 17:24 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung Barat: Intensitas hujan tinggi yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Bandung Barat pada Kamis (4/12/2025) sore, memicu banjir dan longsor di beberapa titik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat memastikan saat ini kondisi di lapangan berangsur normal dan penanganan terus dilakukan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Barat, Asep Sehabudin, menjelaskan bahwa bencana pertama kali terpantau dari meluapnya Sungai Cibitung yang merendam kawasan wisata Gunung Putri di Kecamatan Cililin. “Dalam beberapa jam kemudian air sudah surut dan tidak ada korban jiwa,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).

Selain itu, akses jalan desa di Nanggerang dan Karyamukti sempat terputus akibat dampak hujan dan longsor. Menurut Asep, perbaikan darurat telah dilakukan pada hari berikutnya sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

Baca juga: Dua Desa di Legonkulon Masih Terendam Banjir Rob

Dampak longsor juga dirasakan di sejumlah desa, sebanyak 22 rumah di Desa Karyamukti mengalami kerusakan ringan hingga berat. Sementara di Desa Buninagara terdapat 44 rumah terdampak, namun masih dapat dihuni karena tidak mengalami kerusakan struktural. Kondisi serupa juga terjadi di Desa Cikadu dan beberapa desa lain di Kecamatan Sindangkerta.

Asep turut memaparkan bahwa jalan terputus di Desa Nanggerang dipicu pergerakan tanah yang sebenarnya sudah terjadi sejak tiga tahun terakhir. “Kemarin pergerakannya semakin membesar akibat hujan, sehingga jalan itu amblas,” jelasnya.

BPBD Bandung Barat saat ini masih berada dilokasi dan bersiaga, mengingat hujan masih berpotensi turun. Petugas terus melakukan pemantauan, penanganan dan langkah antisipasi di wilayah rawan bencana.

Selain itu, bantuan bahan pokok terus disalurkan ke desa-desa terdampak untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi. “Kami terus mendata masyarakat berdasarkan instruksi Bupati, apakah ada yang mengungsi atau tidak, serta memastikan kondisi mereka aman,” kata Asep.

Ia menyebutkan, sebagian besar warga memilih bertahan di rumah masing-masing karena dinilai tidak mengalami kerusakan parah.

BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat cuaca ekstrem diprediksi masih berlanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....