Air Bersih Mulai Menipis, BPBD KBB Intensifkan Distribusi ke Warga
- 28 Sep 2026 20:25 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung Barat - Musim kemarau yang masih melanda Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah. Kondisi itu mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB untuk terus melakukan pendistribusian air kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Kepala Bidang BPBD KBB, Yoga Ali Imbran, menyebutkan hingga 18 September 2026 pihaknya telah menyalurkan sekitar 523.000 liter air bersih. Bantuan tersebut diberikan ke wilayah yang tersebar di 10 kecamatan dan sekitar 50 desa.
Jumlah warga yang terdampak kekurangan air diperkirakan mencapai 32.132 jiwa. “Untuk pengajuan air bersih ada sekitar 10 kecamatan, kurang lebih 50 desa. Sampai tanggal 18 September, kita sudah mendistribusikan sekitar 523 ribu liter air kepada masyarakat,” ujar Yoga, dalam keterangannya, Senin 28 September 2026.
Menurutnya, persoalan ketersediaan air terutama dirasakan di wilayah yang sumber airnya terbatas atau berada cukup jauh dari titik pasokan. Dalam kondisi tersebut, distribusi air menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
BPBD KBB juga menggandeng sejumlah pihak untuk menjaga kelancaran pasokan, di antaranya Perumda Tirta Raharja dan Perumda Wibawa Mukti. Air dari sumber yang tersedia kemudian disalurkan ke wilayah yang membutuhkan berdasarkan kondisi di lapangan.
Yoga mengatakan penyaluran air dilakukan secara berkelanjutan. Permohonan bantuan masih terus diterima BPBD seiring dengan kondisi kemarau yang belum berakhir. “Setiap hari ada permintaan dan setiap hari juga kita melakukan pendistribusian kepada wilayah yang mengalami kekurangan air,” katanya.
Berdasarkan pemantauan BPBD KBB, Kecamatan Batujajar dan Cipatat menjadi sejumlah wilayah yang cukup sering mengajukan permintaan bantuan air bersih.
Penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing wilayah. BPBD tidak hanya melihat jumlah pengajuan, tetapi juga tingkat kebutuhan masyarakat serta urgensi persoalan air di lokasi tersebut.
Warga yang mengalami kekurangan air dapat mengajukan bantuan melalui mekanisme pemerintahan setempat. Permohonan dimulai dari RT/RW, kemudian diteruskan ke pemerintah desa dan kecamatan sebelum disampaikan kepada BPBD.
“Pengajuannya melalui RT/RW, kemudian desa dan kecamatan. Dari situ kita melihat wilayah mana saja yang mengalami kekurangan air,” jelas Yoga.
Yoga meminta masyarakat turut menjaga ketersediaan air, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan bantuan distribusi. “Harapan kami, masyarakat bisa hemat dalam menggunakan air bersih. Jangan sampai air yang sudah didistribusikan digunakan untuk hal-hal yang tidak menjadi kebutuhan utama,” ujarnya.
BPBD KBB memastikan pemantauan terhadap wilayah terdampak akan terus dilakukan. Distribusi air bersih juga akan dilanjutkan selama masih terdapat masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....