BPBD, Sudah Gelar 221 Simulasi Gempa Sesar Lembang

  • 27 Nov 2025 11:24 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung terus memperluas upaya mitigasi bencana dengan menyelenggarakan sosialisasi dan simulasi gempa Sesar Lembang sejak Juli hingga November 2025. Hingga 4 November, total 221 titik lokasi telah menjadi sasaran kegiatan edukasi kebencanaan tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, menjelaskan bahwa sosialisasi dilakukan secara beragam, mulai dari tingkat Rukun Warga (RW), fasilitas kesehatan, satuan pendidikan, hingga tempat ibadah dan fasilitas umum lainnya.

“Untuk sosialisasi atau simulasi gempa Sesar Lembang, kita sudah melakukan 221 lokasi. Itu terurai ada yang berbasis RW, fasilitas kesehatan, satuan pendidikan, masjid, gereja, mal, kafe, hingga hotel. Total peserta simulasi sejauh ini mencapai 54.195 orang,” ujar Didi, Kamis (27/11/2025).

Baca juga:Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Cisayong Sukses Panen Jagung

Meski jumlah kegiatannya besar, Didi mengakui bahwa cakupan peserta masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan total penduduk Kota Bandung.

“Kalau ditotalkan dari penduduk Bandung, baru 2,31% yang mengikuti simulasi langsung. Itu pun belum termasuk warga yang belajar dari edukasi di media sosial,” jelasnya.

Pada kategori pendidikan, capaian simulasi pun bervariasi:

TK: 1,45%, SD: 5,86%, SMP: 7,95%, SMA: 12,50% : Perguruan Tinggi: 22,75%

Simulasi tersebut mulai dilakukan sejak Didi menjabat pada bulan Juli 2025 dan masih terus berlangsung.

Didi menyampaikan bahwa Sekretaris Daerah Jawa Barat mendorong agar program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), khususnya untuk tingkat SD dan SMA yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bandung, dapat mencapai 100% pada akhir tahun 2025.

Namun, Didi menilai target tersebut cukup berat mengingat keterbatasan waktu dan sumber daya.

“Makanya kemarin dengan Kadisdik kita berdiskusi bagaimana kalau BPBD membuat video edukasi, lalu oleh Kadisdik disebarkan ke semua sekolah. Dengan begitu, walaupun belum kita datangi langsung, setidaknya mereka sudah mendapatkan pengetahuan dasar,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....