Pemkot Bandung Dorong Transformasi Inovatif Pengelolaan Sampah

  • 17 Okt 2025 15:15 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung; Pengelolaan sampah menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi Kota Bandung di tengah pesatnya pertumbuhan penduduk dan aktivitas perkotaan. Untuk mewujudkan Bandung yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan, dibutuhkan kebijakan yang adaptif, inovatif, serta kolaborasi lintas sektor.

Sebagai bentuk komitmen terhadap inovasi di bidang lingkungan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berpartisipasi dalam seminar bertajuk “Transformasi Kebijakan dan Inovasi Pengelolaan Sampah Menuju Bandung Berkelanjutan”, yang digelar oleh Program Studi Administrasi Publik FISIP Universitas Pasundan (Unpas) bekerja sama dengan Envmission, Jumat (17/10/2025)

Seminar ini menghadirkan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, sebagai narasumber utama yang membahas arah kebijakan dan inovasi pengelolaan sampah di Kota Bandung.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada Unpas dan Envmission atas penyelenggaraan kegiatan ini. Tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan yang kita hadapi saat ini,” ucapnya.

Erwin menjelaskan, Pemkot Bandung telah menyiapkan berbagai langkah strategis dan konkret dalam upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah kota. Beberapa di antaranya adalah penyesuaian kebijakan dan regulasi pengelolaan sampah, edukasi Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) secara masif dari sumbernya, pengembangan Kampung Bebas Sampah (KBS) di tingkat kecamatan dan RW, inovasi pengolahan sampah organik, serta pemanfaatan maggot untuk penguraian sampah organik.

Baca juga : Reklame di Trotoar dan Median Jalan Tak Lagi Diizinkan

“Bandung berkomitmen menghadirkan kebijakan yang adaptif terhadap tantangan lingkungan. Inovasi dan kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efisien dan ramah lingkungan. Semoga kolaborasi ini dapat menjadikan Bandung semakin bersih dan berkelanjutan,” ujar Erwin, jumat(17/10/2025).

Sementara itu, akademisi dari FISIP Unpas, Dr. Mira Rosana, menyoroti pentingnya peran dunia pendidikan dalam membangun kesadaran kritis terhadap isu lingkungan.

“Perguruan tinggi bukan hanya pusat ilmu, tetapi juga motor perubahan sosial. Lewat forum seperti ini, kami ingin mendorong munculnya gagasan baru dalam tata kelola lingkungan perkotaan,” katanya.

Dari sisi inovasi teknologi, Hikamiul Haq Ridwan dari Envmission menekankan pentingnya pendekatan berbasis digital dan partisipasi publik dalam sistem pengelolaan sampah modern. Envmission," lanjutnya,

terus mendorong masyarakat agar berperan aktif melalui digitalisasi pengelolaan sampah yang lebih transparan, efisien, dan berkeadilan.

Melalui kegiatan ini, FISIP Unpas berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menciptakan solusi konkret untuk pengelolaan sampah di Kota Bandung. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi pondasi kuat menuju Bandung yang bersih, hijau, dan berkelanjutan di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....