AAF, Hadirkan Karnaval Youth Forum, Bazaar Internasional
- 17 Sep 2025 15:13 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung; Pemerintah Kota Bandung memastikan akan kembali menggelar Asia Afrika Festival (AAF) 2025 pada 18 Oktober 2025 mendatang. Agenda tahunan ini menjadi salah satu ikon pariwisata sekaligus ajang silaturahmi bangsa-bangsa Asia dan Afrika di Kota Bandung, yang dikenal sebagai tempat bersejarah lahirnya Konferensi Asia Afrika tahun 1955.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menjelaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Bandung serta seluruh pihak terkait dalam persiapan penyelenggaraan festival tersebut.
“Kita memang sudah komunikasi juga dengan Pak Wali, meminta arahan beliau. Dari kami juga sudah rapat dengan teman-teman yang nanti akan menjadi penyelenggara. Insyaallah acara Asia Afrika Festival akan diadakan tanggal 18 Oktober 2025,” ujar Adi, Rabu (17/9/2025).
Tak hanya karnaval budaya yang menjadi daya tarik utama, AAF 2025 juga akan dimeriahkan oleh berbagai rangkaian acara lain. Pada 16 Oktober 2025 akan digelar Asia Afrika Youth Forum, sebuah forum pemuda Asia-Afrika yang menghadirkan perwakilan dari sejumlah negara. Forum ini akan membahas peran generasi muda dalam memperkuat solidaritas antarbangsa.
Baca juga:Program Konservasi Lingkungan, Unjani Serahkan 1.000 Bibit Bambu
Selain itu, akan ada pula seminar dan simposium Asia Afrika pada 17 Oktober 2025. Acara ini menjadi wadah diskusi ilmiah serta pertukaran gagasan antar akademisi, diplomat, dan tokoh masyarakat dari berbagai negara.
Puncak acara digelar pada 18 Oktober 2025 dengan karnaval budaya di sepanjang Jalan Asia Afrika Bandung, menampilkan delegasi peserta dari berbagai negara, komunitas lokal, hingga seniman tradisional.
Tidak berhenti sampai di situ, pada 18–19 Oktober 2025 masyarakat juga dapat menikmati Asia Afrika Corner yang menghadirkan bazar internasional, kuliner khas, serta produk ekonomi kreatif.
Menurut Adi, penyelenggaraan Asia Afrika Festival bukan sekadar hiburan, melainkan upaya menghidupkan kembali semangat solidaritas dan kebersamaan yang pernah lahir di Bandung 70 tahun silam.
“Seperti tahun-tahun lalu, selain karnaval juga ada bazar dan forum pemuda. Intinya, kita ingin agar semangat Konferensi Asia Afrika tetap hidup di tengah masyarakat, sekaligus memperkenalkan Kota Bandung sebagai kota kreatif, kota sejarah, dan kota pariwisata,” tandasnya.
Pemerintah Kota Bandung menargetkan ribuan pengunjung, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, akan hadir dalam rangkaian Asia Afrika Festival 2025.
Event ini diharapkan tidak hanya menguatkan hubungan antarbangsa, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal, khususnya sektor UMKM, pariwisata, dan industri kreatif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....