Pemkot Bandung Gelar Karnaval AAF 2026, Perkuat Persahabatan Internasional

  • 11 Jul 2026 10:40 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menggelar Karnaval Asia Africa Festival (AAF) 2026 sebagai bagian dari peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA). Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu 11 Juli 2026 ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan persahabatan antarnegara sekaligus mendorong sektor pariwisata dan perekonomian Kota Bandung.

‎Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnaen, mengatakan Asia Africa Festival merupakan agenda tahunan yang selalu diselenggarakan untuk mengenang semangat Konferensi Asia Afrika yang bersejarah bagi Indonesia dan dunia.

‎"Acara ini memang setiap tahun kita adakan dalam rangka memperingati Konferensi Asia Afrika," ujar Iskandar Zulkarnaen di Hotel Savoy Homann, Bandung, Sabtu 11 Juli 2026.

‎Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan AAF 2026 telah dimulai sejak beberapa hari sebelumnya. Salah satu agenda yang telah dilaksanakan adalah gala dinner yang dihadiri para tamu dari berbagai negara.


‎Menurut Iskandar, Pemkot Bandung juga mengundang sejumlah perwakilan negara yang memiliki keterkaitan historis dengan Konferensi Asia Afrika. Kehadiran para delegasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja sama dan hubungan persahabatan yang telah terjalin sejak pelaksanaan KAA pada tahun 1955.

‎"Kami mengundang beberapa negara yang dulu menjadi bagian dari undangan Konferensi Asia Afrika. Mudah-mudahan tahun depan dan tahun-tahun berikutnya kegiatan ini terus berlangsung serta semakin mempererat persahabatan antara Indonesia dengan negara-negara sahabat yang hadir," katanya.

‎Ia menambahkan, penyelenggaraan Asia Africa Festival tidak hanya memiliki nilai sejarah dan diplomasi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian Kota Bandung. Menurutnya, Bandung tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah sehingga sektor jasa, pariwisata, dan ekonomi kreatif menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

‎"Bandung ini tidak memiliki sumber daya alam. Potensi terbesar kita berasal dari kehadiran tamu, sektor pariwisata, perdagangan, dan berbagai kegiatan yang mendatangkan pengunjung ke Kota Bandung," ucapnya.

‎Karena itu, Iskandar berharap penyelenggaraan Asia Africa Festival mampu meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Kota Bandung. Dampaknya diharapkan dapat dirasakan oleh pelaku usaha, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

‎"Dengan adanya acara seperti ini, kami berharap dapat meningkatkan potensi pendapatan dari berbagai sektor yang terlibat dalam penyelenggaraannya, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Kota Bandung," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....