As-Syifa Peduli, Bantu Petani Atasi Hama Tikus
- 03 Sep 2025 19:38 WIB
- Bandung
KBRN, Subang : Dalam rangka membantu petani menekan serangan hama tikus yang merajalela di Kabupaten Subang, As-Syifa Peduli berkolaborasi dengan Departemen Pelayanan Masyarakat As-Syifa melakukan pemasangan Rumah Burung Hantu (Rubuha). Pemasangan dilakukan di lima titik sawah milik warga Desa Tambakmekar dan Desa Tambakan, Kecamatan Jalancagak.
Penanggung Jawab Program Rubuha, Hisyam Sultan Muhammad Ridwan, mengatakan manfaat program ini telah dirasakan langsung oleh para petani. Oleh karena itu, pada tahun ini As-Syifa Peduli kembali menambah titik pemasangan rubuha.
“Alhamdulillah, As-Syifa Peduli kembali menambah rumah burung hantu di dua desa, yakni Desa Tambakan dan Tambakmekar,” ujar Hisyam Rabu (3/9/2025). Ia menjelaskan, keberadaan rubuha berdampak positif bagi petani, bahkan sejumlah lahan yang sebelumnya gagal panen kini mulai kembali produktif.
Untuk memaksimalkan hasil panen, lima rubuha baru dipasang di dua titik strategis pada masing-masing desa. Lokasi tersebut dipilih langsung oleh petani karena merupakan wilayah terparah terdampak serangan tikus.
Hisyam menambahkan, program ini juga bertujuan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat melalui upaya pengendalian hama berbasis ekosistem alami. Realisasi pemasangan rubuha menurutnya dapat terlaksana berkat dukungan para donatur.
“Alhamdulillah, dari target 24 rubuha, saat ini telah terealisasi sebanyak 11 rubuha,” jelasnya. Namun demikian, jumlah tersebut dinilai masih belum mencukupi karena daya jangkau burung hantu terbatas dan serangan tikus masih tinggi.
Hisyam berharap, dukungan dari para donatur dan masyarakat terus mengalir agar kesejahteraan petani semakin meningkat. Ia menegaskan bahwa para petani sangat menggantungkan hidup dari keberhasilan panen mereka.
“Kami terus mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendorong semangat para petani agar bangkit,” imbuhnya. Menurutnya, dukungan nyata adalah bentuk harapan baru bagi para petani yang tengah berjuang memulihkan hasil tani mereka.
Baca juga: Keselamatan Nelayan, Satpolairud Bagikan Rompi Pelampung Gratis
Hisyam juga menyampaikan apresiasi atas seluruh dukungan dan bantuan yang telah diberikan kepada program ini. “Semoga Allah SWT membalas segala bentuk kebaikan para donatur dengan keberkahan dan kemudahan rezeki,” pungkasnya.
Sebelumnya, para petani di wilayah tersebut sempat mengalami gagal panen hingga 100 persen akibat serangan tikus. Hal ini disampaikan oleh Acep Rusmana, salah satu petani yang turut merasakan manfaat dari pemasangan rubuha.
“Sebelum ada rubuha, kami sempat gagal panen total,” ungkap Acep. Namun setelah pemasangan rumah burung hantu sejak 2021, hasil panen mulai menunjukkan perbaikan secara bertahap.
Ia menjelaskan, dari sekitar 120 hektar sawah yang terdampak, saat ini sebagian besar sudah kembali panen. Ada yang berhasil panen 75 hingga 100 persen, dan tahun ini diperkirakan mencapai 80 persen.
Luas lahan tersebut terbagi rata, yakni 60 hektar di Desa Tambakmekar dan 60 hektar di Desa Tambakan. Sekitar 500 petani menjadi penerima manfaat langsung dari program ini.
“Atas nama para petani, saya ucapkan terima kasih kepada Assyifa Peduli atas bantuannya,” kata Acep. Ia juga mendoakan agar seluruh donatur dimudahkan rezekinya dan terus dapat membantu petani meningkatkan kesejahteraan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....