Pemkot Cimahi Dorong Kesehatan Mental Pekerja
- 02 Jul 2025 19:45 WIB
- Bandung
KBRN, Cimahi: Pemerintah Kota Cimahi menaruh perhatian serius terhadap isu kesehatan mental di kalangan pekerja. Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menekankan pentingnya peningkatan kesadaran akan kesehatan mental sebagai langkah strategis untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Adhitia dalam Forum Konsultasi Publik Rencana Strategis Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi, yang digelar beberapa waktu lalu. Ia menegaskan bahwa pendampingan terhadap kesehatan mental para pekerja harus menjadi prioritas pemerintah daerah.
"Pendampingan tentang mental health pekerja Cimahi, kalau tidak didampingi bisa menjadi masalah ke depan," ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota Cimahi, Rabu (2/7/2025).
Menurutnya, pemerintah harus hadir tidak hanya dalam isu-isu seperti pengupahan, tetapi juga ketika para pekerja membutuhkan ruang aman dan dukungan emosional. Untuk itu, Adhitia mengusulkan pengadaan layanan konseling dan edukasi psikologis secara lebih luas, yang diharapkan bisa mulai berjalan pada 2026.
"Kami ingin pemerintah hadir, bukan hanya saat upah dibahas tapi juga saat mereka butuh tempat bernaung secara batin," ucapnya.
Salah satu gagasan yang dikembangkan adalah program bertajuk Cimahi Mental School, yang tidak hanya menyasar pekerja, tetapi juga pelajar sejak usia dini. Program ini diharapkan menjadi upaya preventif terhadap potensi gangguan kesehatan mental di masa mendatang.
"Kami ingin digelar program Cimahi Mental School. Artinya, mental anak-anak sejak SD-SMP pun kita perhatikan," jelasnya.
Adhitia juga menyinggung pentingnya memahami kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang dapat berdampak pada kondisi psikologis anak-anak. Ia mencontohkan pengalaman menyentuh saat melihat sekelompok anak-anak berjualan makanan ringan saat acara HUT Kota Cimahi.
Meskipun semangat wirausaha mereka patut diapresiasi, kondisi tersebut juga mencerminkan tantangan ekonomi yang dihadapi keluarga mereka."Satu sisi mendidik wirausaha sejak dini itu baik, tapi di sisi lain kita harus memikirkan dampaknya terhadap kesehatan mental mereka dalam jangka panjang," katanya.
Di sisi lain, Pemkot Cimahi juga mencatat keberhasilan dalam menurunkan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Berdasarkan data Disnaker Kota Cimahi, angka TPT tahun 2023 sebesar 10,52% (33.192 jiwa) menurun menjadi 8,97% (27.979 jiwa) pada 2024.
Forum Konsultasi Publik tersebut turut menjadi ruang silaturahmi antara Pemerintah Kota Cimahi, pelaku usaha, dan para pekerja yang tergabung dalam Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit. Kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam membahas isu-isu ketenagakerjaan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor, demi kemajuan sektor ketenagakerjaan di Kota Cimahi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....