Gubernur Jabar Siapkan Strategi Lindungi Industri dan Tenaga Kerja

  • 11 Apr 2025 19:44 WIB
  •  Bandung

KBRN,Bandung: Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna merespons dinamika ekonomi global yang kian menantang. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan, salah satu fokus utama adalah menjaga stabilitas sektor industri, khususnya manufaktur yang terdampak kebijakan tarif ekspor dari sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat.

“Kita sudah menyiapkan strategi, salah satunya dengan mengkonsolidasikan seluruh industri di Jawa Barat, terutama yang mengekspor ke Amerika,” ungkap Dedi Mulyadi saat menghadiri agenda kerja di Kota Sukabumi, Kamis (10/4/2025).

Langkah konkret tersebut akan dilanjutkan dengan pengumuman sejumlah insentif yang dirancang khusus untuk menekan biaya produksi dan menjaga daya saing produk-produk industri Jabar di pasar internasional. Insentif tersebut dijadwalkan diumumkan resmi oleh Pemprov Jabar pada pekan depan.

“Pemerintah juga harus membuka berbagai insentif untuk meringankan beban produksi. Banyak opsi yang akan kita umumkan minggu depan,” ujarnya.

Perluas Pasar Ekspor Non-Tradisional

Selain dukungan fiskal, Dedi juga menekankan pentingnya ekspansi pasar ke negara-negara non-tradisional. Langkah ini dinilai sebagai strategi adaptif untuk mengurangi ketergantungan pada pasar tertentu yang menerapkan kebijakan proteksionis.

“Pasar kita ini terbuka dan luas. Negosiasinya harus dilakukan agar produk-produk kita tetap bisa bersaing,” tegasnya.

Menurut Dedi, perluasan pasar ekspor harus dibarengi dengan penguatan diplomasi ekonomi serta negosiasi dagang yang agresif agar produk asal Jawa Barat tetap kompetitif di berbagai wilayah dunia.

Lindungi Dunia Usaha dan Tenaga Kerja

Dedi menegaskan bahwa seluruh kebijakan ini ditujukan untuk menjaga keberlangsungan dunia usaha dan melindungi lapangan kerja di tengah ketidakpastian global. Ia juga berharap langkah antisipatif ini dapat mendorong ketahanan ekonomi daerah serta memberikan kepastian bagi pelaku industri di Jawa Barat.

“Kita harus menjaga agar industri tetap berjalan, pekerja tidak kehilangan mata pencaharian, dan ekonomi daerah tetap tumbuh di tengah tekanan global,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....