Berkah Ramadan Ojak Pangkalan, Ditengah Hiruk Pikuk Mudik Lebaran
- 14 Mar 2026 13:01 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID - Bandung: Riuh suara bus yang datang dan pergi di Terminal Leuwipanjang menjadi pertanda dimulainya arus mudik Lebaran. Di tengah hiruk pikuk itu, deretan ojek pengkolan menunggu penumpang dengan sabar. Salah satunya Aang (42), yang sudah satu dekade menggantungkan hidupnya dari pangkalan ojek di depan terminal tersebut.
Di pangkalan Ojek Baraya, tempat Aang biasa mangkal, sekitar 30 pengemudi ojek pengkolan berbagi rezeki. Pos mereka terbagi di tiga titik di dalam terminal, di luar, dan di pinggir jalan depan terminal. Saat hari biasa, penumpang datang silih berganti, kebanyakan pekerja yang mengejar waktu. Namun menjelang Lebaran, suasana terasa berbeda.
Aang mengaku musim mudik membawa berkah tersendiri bagi para ojek pengkolan. “Alhamdulillah sekarang menjelang Lebaran pendapatan lumayan bertambah. Beda sama hari-hari biasa. Ada
peningkatan ” ujar Aang saat di wawancarai Sabtu 14 Maret 2026.
Menurutnya, penghasilan tukang ojek tidak pernah pasti. Namun ketika arus mudik mulai terasa, peluang mendapatkan penumpang juga semakin besar.
“Pendapatan di sini memang enggak tentu, tapi kalau sekarang kadang bisa dapat Rp200 ribu lebih sehari. Itu juga kalau lagi ramai, tergantung harinya,” katanya.
Para pemudik yang datang ke terminal tidak hanya berasal dari Bandung. Banyak di antara mereka yang akan melanjutkan perjalanan ke berbagai kota di Pulau Jawa.
“Yang mudik macam-macam tujuannya, ada yang ke Bekasi, Solo, sampai Madiun. Tadi juga ada yang nanya ke saya jalur mudik gratis, saya arahkan saja masuk ke dalam terminal” ujar Aang.
Bagi Aang sendiri, Lebaran bukan berarti perjalanan jauh. Warga sekitar terminal ini mengaku hanya mudik ke daerah yang masih bisa dijangkau pulang pergi dalam sehari.
“Kalau saya mudiknya enggak jauh, paling ke Soreang. Masih bisa PP” katanya sambil tersenyum.
Aang adalah ayah dari tiga anak. Anak sulungnya sudah bekerja, sementara anak kedua masih bersekolah dan yang paling kecil masih duduk di bangku PAUD. Karena itu, setiap penumpang yang datang menjadi harapan untuk menambah nafkah keluarga.
Di tengah berkembangnya layanan ojek daring, Aang tidak melihatnya sebagai ancaman. Baginya, semua pengemudi hanya sedang mencari rezeki dengan cara yang sama.
“Menurut saya sama saja, baik ojek online maupun ojek pangkalan. Sama-sama kerja cari nafkah buat keluarga. Kita saling menghargai saja,” ujarnya.
Meski musim mudik memberi sedikit napas lega, Aang tetap berharap kehidupan para pengemudi ojek pangkalan bisa semakin baik di masa depan. “Harapannya ke depan semoga lebih baik lagi dari sekarang. Yang penting kita tetap berusaha cari nafkah dengan jujur” katanya.
Di tengah keramaian Terminal Leuwipanjang yang dipenuhi pemudik, Aang dan puluhan pengemudi ojek pangkalan lainnya terus menunggu. Bagi mereka, setiap tas yang turun dari bus, setiap langkah pemudik yang keluar dari terminal, bisa menjadi awal perjalanan kecil dan juga rezeki di musim mudik Lebaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....