Gerakan Pasar Murah Polres Tasikmalaya, Pastikan Warga dapat Sembako Murah
- 13 Mar 2026 12:59 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Polres Tasikmalaya menggelar pasar rakyat melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Masjid Agung Baiturrohman, Singaparna, Jumat 13 Maret 2026. Ini merupakan langkah untuk terus mengendalikan harga pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Program ini merupakan kolaborasi strategis antara Polres Tasikmalaya dengan Bulog, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, serta berbagai stakeholder terkait. Dengan GPM ini, diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah tren harga pangan yang masih tinggi.
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Wahyu Pristha Utama, mengatakan, Gerakan Pangan Murah yang digelar untuk kedua kalinya ini, memang dirancang untuk memastikan masyarakat mendapatkan harga di bawah rata-rata pasar.
"Untuk daging sapi di luar sana mencapai Rp180.000 per kilo, di sini kami jual hanya Rp140.000. Ada selisih Rp40.000. Begitu juga beras, jika di pasar rata-rata Rp14.000-Rp15.000, di sini bersama Bulog kita jual Rp11.500," kata Kapolres.
Sedikitnya, ada tujuh komoditas utama yang disediakan dalam GPM ini, mulai dari beras, gula, tepung terigu, telur, daging sapi, daging ayam, hingga sayuran segar seperti pokcoy.
Sejumlah komoditi yang dijual mulai Beras SPHP dengan harga Rp. 57.500,- / 5 kg ( 1 pack). Minyak goreng dengan harga Rp. 30.000,- / 2 liter. Telur ayam dengan harga Rp. 28.000,- / kg. Daging sapi dengan harga Rp. 140.000,- / kg. Daging ayam dengan harga Rp. 28.000,- / kg. Terigu tulip dengan harga Rp. 9.000,- / 1 kg. Gula pasir Rose brand dengan harga Rp. 17.000,- / kg. Lantas sayuran pakcoy dan saladah bokor.
Kapolres mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar soal jual beli, melainkan upaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. “InsyaAllah, niat baik kita semua di sini untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat agar tidak ada lonjakan harga saat lebaran nanti," ujarnya.
Sementara itu Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian Perdagangan pada Dinas KUKM Perindag Kabupaten Tasikmalaya Salsah mengatakan, meski stok pangan dipastikan aman, kondisi harga di pasar saat ini diakui masih berada pada level yang tinggi.
"Secara umum pasokan stabil dan mencukupi. Namun, beberapa komoditas seperti ayam masih di harga Rp40.000 dan beras Rp15.000. Ada juga kenaikan pada cabai rawit merah karena faktor musim," katanya.
Melalui gerakan pangan murah ini, pemerintah daerah dan kepolisian berharap dapat melakukan intervensi pasar agar tidak terjadi lonjakan harga yang liar menjelang Idul Fitri. Sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan yang mudah dan terjangkau.
Sedangkan manfaat gerakan ini dirasakan langsung oleh Nina (48), warga Singaparna. Ia mengaku sengaja meluangkan waktu untuk berburu sembako guna persiapan hidangan lebaran keluarga.
"Sangat terbantu, harganya jauh lebih murah dari pasar. Saya belanja beras, minyak, telur, dan terigu untuk stok lebaran nanti," kata Nina.
Sementara, pantauan RRI di lapangan menunjukkan antusiasme luar biasa dari warga yang berduyun-duyun datang sejak pagi. Alasan mereka jelas yakni selisih harga yang ditawarkan sangat signifikan dibandingkan harga di pasar tradisional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....