Polres Tasikmalaya Siagakan 650 Personel pada Operasi Ketupat Lodaya 2026
- 12 Mar 2026 19:58 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya- Polres Tasikmalaya menurunkan sedikitnya 650 personel gabungan dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026. Personel yang diturunkan merupakan 270 anggota kepolisian, 50 personel dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, 100 personel TNI, serta sekitar 230 personel dari berbagai instansi lainnya.
Ratusan personel tersebut akan disiagakan di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. Termasuk, potensi kemacetan maupun bencana di jalur mudik.
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Wahyu Pristha Utama, mengatakan, Operasi Ketupat Lodaya 2026 merupakan kegiatan pengamanan terpadu yang dilaksanakan untuk memastikan kelancaran dan keamanan masyarakat selama momentum mudik hingga arus balik Lebaran. Operasi akan berlangsung selama 13 hari.
“Operasi mulai dilakukan hari ini. Selama periode itu, aparat gabungan akan fokus pada pengamanan arus mudik, arus balik, serta berbagai aktivitas masyarakat yang meningkat menjelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri,” kata Kapolres usai Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Lodaya 2026 di Mapolres Tasikmalaya, Kamis 12 Maret 2026.
Kapolres melanjutkan, operasi ini merupakan tugas bersama, bukan hanya kepolisian, tetapi juga melibatkan TNI, pemerintah daerah, dan seluruh instansi terkait. Tujuannya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melaksanakan mudik hingga kembali lagi setelah Lebaran.
“Selain pengamanan arus lalu lintas, kami akan melakukan pengamanan kegiatan keagamaan, khususnya pelaksanaan Salat Idul Fitri yang diikuti umat Islam di berbagai wilayah Kabupaten Tasikmalaya,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Polres Tasikmalaya juga menyiapkan tim tanggap bencana yang ditempatkan di beberapa pos pengamanan. Salah satunya di Pos Tapal Kuda Kecamatan Salawu, yang dikenal sebagai jalur rawan kecelakaan sekaligus kawasan rawan bencana alam.
Sementara itu, untuk wilayah selatan Tasikmalaya seperti Cipatujah, pengamanan dan kesiapsiagaan petugas akan dipusatkan di Pos Pasanggrahan guna mengantisipasi lonjakan pergerakan kendaraan maupun kondisi darurat lainnya.
Sedangkan Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Roni Akhmad Sahroni, mengatakan, pengamanan Lebaran merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur pemerintah dan aparat keamanan.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan terus berkoordinasi dengan Polres Tasikmalaya dan berbagai instansi lainnya guna memastikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pemudik, dapat berjalan optimal.
“Ini adalah tanggung jawab bersama. Karena itu koordinasi terus kami lakukan dengan berbagai pihak agar pelayanan kepada masyarakat, terutama para pemudik, bisa berjalan dengan baik,” kata Roni.
Sejumlah perangkat daerah juga terlibat langsung dalam mendukung kelancaran Operasi Ketupat Lodaya 2026, di antaranya Dinas Perhubungan, BPBD, dan Satpol PP. Instansi tersebut akan fokus pada pengaturan lalu lintas, penanganan potensi bencana, serta menjaga ketertiban selama masa mudik dan perayaan Idul Fitri.
Melalui sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah, diharapkan pelaksanaan mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Sebelumnya, Polres Tasikmalaya telah memetakan sejumlah titik rawan di jalur mudik yang melintasi wilayah Tasikmalaya, seperti black spot dan trouble spot yang berpotensi menimbulkan kecelakaan atau gangguan lalu lintas.