BSI Salurkan Santunan untuk 5.000 Anak Yatim
- 12 Mar 2026 18:10 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menyalurkan santunan kepada sekitar 5.000 anak yatim pada momentum Ramadan melalui program BSI Berbagi. Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara BSI Fest Ramadan Bandung 2026 yang digelar di Atrium Trans Studio Mall Bandung pada 12–15 Maret 2026.
Santunan diberikan melalui lembaga amil zakat milik BSI, yakni BSI Maslahat yang menghimpun dana zakat dari para nasabah serta masyarakat. Regional CEO BSI Regional VI Bandung, Fitria Ekayani mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari konsep Festival Ramadan yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman Ramadan yang lengkap bagi masyarakat.
“Konsep acara ini adalah Festival Ramadan Bandung 2026 yang menggabungkan nilai spiritual, hiburan Islami, kegiatan sosial, serta literasi finansial syariah dalam satu pengalaman yang inspiratif. Dalam kegiatan ini kami juga melibatkan berbagai komunitas dan pelaku UMKM,” ujar Fitria saat Opening Ceremony BSI Fest Ramadan LangkahEmasRaihKemenangan
di Atrium Trans Studio Mall Bandung, Kamis 12 Maret 2026.
Menurutnya, selain kegiatan sosial, BSI juga memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan literasi keuangan syariah kepada masyarakat, termasuk mengenalkan berbagai instrumen investasi yang aman dan sesuai prinsip syariah.
Fitria menyebutkan, meningkatnya harga emas saat ini justru menunjukkan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi terhadap pentingnya investasi yang aman dan stabil.
“Betul, harga emas memang terus meningkat. Namun hal itu justru menunjukkan bahwa masyarakat mulai semakin sadar akan pentingnya investasi yang aman, salah satunya melalui emas,” jelasnya.
Ia menambahkan, edukasi keuangan tersebut juga bertujuan agar masyarakat tidak terjerumus pada praktik keuangan ilegal seperti pinjaman online ilegal maupun judi online.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa investasi yang sehat adalah investasi yang jelas dan aman. Dengan literasi yang baik, masyarakat dapat terhindar dari pinjol ilegal maupun judol,” katanya.
Selama festival berlangsung, antusiasme masyarakat juga terlihat tinggi, terutama pada booth penjualan emas, termasuk produk emas Antam yang banyak diminati pengunjung.
BSI sendiri saat ini telah menyandang status sebagai bank bullion sejak Februari 2025 bersama Pegadaian, sehingga memiliki peran dalam layanan transaksi emas bagi masyarakat.
Selain menghadirkan edukasi finansial, BSI Fest Ramadan 2026 juga menawarkan berbagai promo menarik bagi nasabah. Di antaranya diskon paket umrah hingga Rp4 juta, special margin setara 1,5 persen untuk pembiayaan rumah melalui produk BSI Griya, serta cashback rekening BSI Emas maksimal Rp2,5 juta bagi nasabah yang mengajukan pembiayaan payroll.
Tak hanya itu, khusus momentum Ramadan ketika banyak masyarakat berencana mengganti kendaraan, BSI juga menghadirkan program DP 0 persen dengan special margin 2 persen untuk pembelian kendaraan melalui BSI OTO. Nasabah yang mengajukan pembiayaan pada acara tersebut juga berkesempatan mendapatkan hadiah saldo rekening BSI Emas senilai Rp500 ribu, serta mengikuti layanan test drive dengan hadiah langsung emas.
Festival yang memadukan literasi keuangan, layanan perbankan, tausiyah, hiburan religi, hingga kegiatan sosial ini juga menghadirkan sejumlah dai nasional, salah satunya Hilman Fauzi yang mengisi kajian keislaman selama acara berlangsung.
LangkahEmasRaihKemenangan, kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi BSI setelah resmi berstatus sebagai BUMN di bawah naungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara.
Fitria menegaskan, transformasi BSI sebagai persero membawa semangat baru bagi perusahaan untuk semakin dekat dengan masyarakat.
“Ramadan adalah bulan kemenangan. Melalui tema Langkah Emas, kami ingin mengajak masyarakat menjadikan bulan ini sebagai titik balik, tidak hanya dalam peningkatan kualitas ibadah, tetapi juga dalam perencanaan finansial yang matang. Emas kami angkat sebagai narasi utama karena sifatnya yang safe haven dan sesuai syariah untuk menjaga nilai aset masyarakat di tengah dinamika ekonomi global,” tandasnya.