Polda Jabar Siap Wujudkan Mudik Aman Melalui Operasi Ketupat Lodaya 2026
- 12 Mar 2026 19:13 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Operasi Ketupat Lodaya 2026 resmi bergulir mulai Jumat 13 Maret 2026. Hal itu disampaikan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan seusai melakukan Apel Gelar Pasukan, di Mapolda Jawa Barat, Kamis 12 Maret 2026.
Apel tersebut menjadi penanda kesiapan seluruh unsur pengamanan dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini. Selain itu apel juga menunjukan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, serta seluruh unsur terkait dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Baru saja kita melaksanakan gelar pasukan yang menandai bahwa Operasi Ketupat Lodaya 2026 akan dimulai nanti malam pukul 00.00 tanggal 13 Maret 2026,” ujar Rudi, di Mapolda Jabar, Kamis 12 Maret 2026.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai inspektur upacara dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk unsur TNI dari Kodam III/Siliwangi, Lanal, Lanud, serta berbagai instansi terkait seperti BPBD dan tim SAR.
“Ini menunjukkan kebersamaan masyarakat Jawa Barat dan Pemerintah Jawa Barat dalam melayani masyarakat yang akan melaksanakan mudik dan arus balik Lebaran,” kata Rudi menambahkan.
Rudi menegaskan Operasi Ketupat Lodaya 2026 mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”. Melalui operasi tersebut diharapkan para pemudik yang melintas di wilayah Jawa Barat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman, termasuk pengamanan di tempat ibadah.
“Aman di jalan raya, aman di tempat wisata, aman di tempat ibadah, juga aman dari berbagai potensi bencana. Karena aman, maka keluarga akan bahagia,” katanya.
Operasi Ketupat Lodaya 2026 akan berlangsung hingga 25 Maret 2026. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi dalam dua periode, yakni pada akhir pekan pertengahan Maret serta pada 19–20 Maret.
Sementara arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret dan kembali meningkat pada 26–27 Maret. Rusi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah mendukung pelaksanaan pengamanan mudik tahun ini.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan berbagai potensi hambatan yang dapat mengganggu kelancaran arus mudik telah diantisipas. Anggaran untuk operasional pengamanan juga telah siap.
“Kami memastikan seluruh hal yang berpotensi menghambat arus mudik sudah diselesaikan. Saya sudah cek langsung dan seluruh anggaran telah terdistribusi,” ujar Dedi di Mapolda Jabar, Kamis 12 Maret 2026.
Pemprov Jawa Barat juga menyiapkan langkah tambahan guna mengantisipasi kepadatan kendaraan, terutama di jalur wisata seperti Lembang, Puncak, dan Padalarang setelah Hari Raya. Selain itu, pemerintah daerah menyiagakan kendaraan operasional yang difungsikan sebagai ambulans persalinan di jalur Tol Cipali guna membantu pemudik yang mengalami kondisi darurat saat perjalanan.
Dedi juga mengimbau masyarakat untuk menghargai para petugas yang bertugas selama masa mudik Lebaran, karena mereka bekerja di tengah berbagai kondisi di lapangan demi memastikan perjalanan masyarakat tetap aman. Ia juga memberi apresiasi kepada seluruh petugas yang terlibat dalam pengamanan mudik 2026.
“Saya mohon kepada masyarakat untuk menghargai petugas yang sedang bertugas. Mereka bekerja di tengah hujan, macet, dan berbagai kondisi di lapangan demi memastikan masyarakat bisa mudik dengan aman,” ujarnya.