Pameran Al-Quran Mushaf Sundawi, Keluhuran Kesucian Agama dan Nilai Budaya
- 02 Mar 2026 18:05 WIB
- Bandung
Bandung, RRI – Suasana berbeda terasa di perpustakaan Masjid Pusdai Jawa Barat pada Ramadan 2026. Sebuah mushaf Al-Qur’an berukuran raksasa menjadi pusat perhatian pengunjung yang datang ke lokasi tersebut, pameran ini sendiri digelar dari 19 Februari 2026 hingga 19 atau 20 Maret 2026.
Berbeda dari mushaf pada umumnya, ukurannya terbilang jauh lebih besar. Selain itu, setiap lembarnya dihiasi ornamen batik bermotif flora khas Tatar Sunda, menghadirkan kesan artistik sekaligus sakral.
Karya tersebut dikenal sebagai Mushaf Sundawi, koleksi yang dipamerkan secara khusus hanya selama bulan Ramadhan 2026 ini. Keberadaannya bukan sekadar naskah suci, tetapi juga wujud penggabungan nilai keislaman dengan kearifan lokal Jawa Barat.
Inisiasi penyusunan mushaf ini dimulai pada 14 Agustus 1995, bertepatan dengan momentum Maulid Nabi. Proyek tersebut digagas dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat saat itu, R. Nuriana dimana proses penulisan berlangsung sekitar 15 bulan dan selesai pada Desember 1997.
Mengacu pada buku Pedoman Penulisan Al-Qur’an Mushaf Sundawi, seni iluminasi dalam mushaf ini berfungsi memperindah sekaligus menegaskan makna ayat-ayat yang ditulis. Setiap detail ornamen dirancang dengan pendekatan estetika khas Sunda.
Dari sisi desain, terdapat dua sumber inspirasi utama. Unsur pertama berasal dari ragam hias islami Jawa Barat seperti mamolo atau tiara. Ornamen tersebut tampak pada bagian atas halaman, terinspirasi dari bentuk mahkota masjid di Cirebon, sementara epi halaman dihiasi motif ukiran mimbar dan mihrab.
Sumber inspirasi kedua diambil dari kekayaan flora daerah, seperti gandaria dan patra komala yang mempercantik bingkai halaman. Secara keseluruhan, mushaf ini terdiri dari 763 halaman yang ditulis di atas kertas produksi Inggris.
Proses pembuatannya pun terbilang istimewa. Sekitar 24.000 mililiter tinta digunakan selama penulisan. Selain itu, bingkai mushaf dilapisi serbuk emas asal Jepang dan emas lembaran dari Taiwan, dengan total penggunaan sekitar satu kilogram emas murni serta 1,5 kilogram emas prada.
Penjaga perpustakaan Masjid Pusdai, Bagus Raihan (25), menyampaikan bahwa minat masyarakat untuk menyaksikan pameran itu meningkat setelah dokumentasi mushaf tersebut tersebar di media sosial.
“Awalnya memang tidak dibuka untuk umum. Tapi setelah banyak yang bertanya dan ingin melihat langsung, akhirnya dibuat konsep pameran setiap Ramadhan,” ujarnya, Senin 2 Maret 2026.
Bagus menjelaskan, waktu kunjungan dibuka mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB. Menjelang waktu berbuka puasa, jumlah pengunjung biasanya meningkat, mengingat suasana sekitar masjid Pusdai yang juga digandrungi para pencari takjil.
“Ramai biasanya sore hari, sekitar jam dua sampai empat. Banyak yang sekalian ngabuburit,” katanya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung, Fathu (24) mengatakan baru mengetaui adanya Al-Quran Mushaf Sundawi ini, sebelumnya ia tak mengenal terkait hal itu sama sekali. Menurutnya perpaduan ini memunculkan akulturasi yang unik.
"Baru tahu ada Quran Mushaf Sundawi ini, setelah lihat tadi ternyata bagus dan cantik Qurannya, perpaduan antara kesucian agama dan budaya yang dipadu dengan baik," katanya.
Keunikan lain Mushaf Sundawi terletak pada variasi hiasan setiap juz. Tercatat ada 17 desain berbeda yang digunakan secara bergantian. Beberapa di antaranya menampilkan motif bunga wijayakusuma khas Tasikmalaya serta ornamen bulir padi yang merepresentasikan Indramayu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....