Cara Sehat dan Bugar saat Puasa Bagi Lansia

  • 28 Feb 2026 13:57 WIB
  •  Bandung

RRO.CO.ID, Bandung - Menjalankan ibadah puasa memberikan banyak manfaat spiritual dan kesehatan. Namun, bagi lansia, puasa memerlukan perhatian khusus karena kondisi fisik yang tidak lagi sekuat usia muda. Dengan persiapan yang tepat dan pengawasan medis, lansia tetap dapat menjalankan puasa dengan aman dan nyaman.

Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan, seperti penurunan massa otot dan kepadatan tulang, Penurunan fungsi ginjal, Penurunan elastisitas, pembuluh darah, Risiko dehidrasi lebih tinggi.

Menurut penjelasan dari dr. Ari Fahrial Syam, puasa pada dasarnya aman bagi lansia yang dalam kondisi stabil, tetapi perlu penyesuaian terutama bagi yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan jantung. Ia menekankan pentingnya menjaga kecukupan cairan dan pengaturan obat selama bulan puasa.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menyarankan agar lansia dengan penyakit tertentu berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk berpuasa, guna mencegah komplikasi.

Tips Agar Lansia Tetap Bugar Saat Puasa

1. Perhatikan Asupan Nutrisi Saat Sahur dan Berbuka

Menu seimbang sangat penting. Pastikan mengandung:

Karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal, roti gandum)

Protein berkualitas (ikan, telur, tahu, tempe)

Lemak sehat (alpukat, kacang-kacangan)

Sayur dan buah

Cukup cairan (minimal 6–8 gelas dibagi antara berbuka dan sahur)

Karbohidrat kompleks membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil sehingga lansia tidak cepat lemas.

2. Hindari Dehidrasi

Lansia lebih rentan mengalami dehidrasi karena rasa haus sering kali berkurang. Gejala dehidrasi meliputi:

Pusing

Lemas berlebihan

Mulut kering

Tekanan darah turun

Minum secara bertahap antara waktu berbuka hingga sebelum tidur sangat dianjurkan.

3. Tetap Aktif dengan Olahraga Ringan

Aktivitas fisik ringan seperti jalan santai 20–30 menit setelah berbuka dapat membantu menjaga kebugaran dan sirkulasi darah. Hindari olahraga berat yang dapat menyebabkan kelelahan atau kehilangan cairan berlebihan.

4. Atur Waktu Istirahat

Kualitas tidur sangat penting bagi lansia. Usahakan tetap mendapatkan waktu tidur cukup meski ada perubahan jadwal makan. Bila perlu, tambahkan tidur siang singkat (power nap).

5. Perhatikan Pengaturan Obat

Bagi lansia dengan penyakit kronis:

Konsultasikan dosis dan waktu minum obat dengan dokter

Jangan mengubah dosis sendiri

Pantau tekanan darah atau gula darah secara rutin

Menurut dr. Ari Fahrial Syam, penyesuaian jadwal minum obat sangat penting agar terapi tetap efektif selama puasa dan tidak menimbulkan efek samping.

Kapan Lansia Tidak Dianjurkan Berpuasa?

Lansia sebaiknya tidak berpuasa atau menghentikan puasa jika mengalami:

Gula darah sangat rendah atau sangat tinggi

Tekanan darah tidak terkontrol

Dehidrasi berat

Penyakit akut yang memburuk

Dalam kondisi tersebut, keselamatan kesehatan harus menjadi prioritas utama.

Puasa tetap dapat dijalankan oleh lansia selama kondisi kesehatan stabil dan mendapat pengawasan medis. Kunci utamanya adalah, Nutrisi seimbang, Cukup cairan, Aktivitas fisik ringan, Istirahat cukupKonsultasi dokter

Dengan persiapan yang tepat, ibadah puasa bukan hanya membawa ketenangan spiritual, tetapi juga dapat memberikan manfaat kesehatan bagi lansia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....