Batasi Gorengan saat Berbuka, Pilih Menu yang Lebih Sehat
- 26 Feb 2026 04:21 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Berbuka puasa menjadi momen yang paling dinantikan setelah seharian menahan lapar dan haus. Namun, kebiasaan menyantap gorengan setiap hari saat berbuka berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jika tidak dikendalikan.
Mengutip informasi kesehatan dari Hello Sehat, gorengan umumnya mengandung kalori tinggi dan lemak jenuh. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.
Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi tersebut berisiko memicu obesitas, diabetes tipe 2, hingga penyakit jantung.
Selain itu, makanan berminyak yang dikonsumsi saat perut kosong dapat membebani sistem pencernaan. Lambung yang seharian tidak terisi harus bekerja lebih keras untuk mencerna lemak, sehingga berpotensi menimbulkan rasa begah, penuh, atau tidak nyaman setelah berbuka.
Bagi individu dengan riwayat gangguan lambung, seperti maag, gorengan juga dapat memicu peningkatan asam lambung. Kondisi ini membuat tubuh tidak memperoleh manfaat optimal dari proses pemulihan energi setelah berpuasa.
Berbuka puasa idealnya membantu tubuh kembali seimbang setelah beraktivitas seharian. Oleh karena itu, menu berbuka dapat diarahkan pada makanan yang lebih ringan dan mudah dicerna, seperti buah segar, sup hangat, atau kurma.
Gorengan tetap dapat dikonsumsi sesekali, namun tidak dianjurkan menjadi menu utama setiap hari. Pengendalian pola makan saat berbuka menjadi bagian penting dari tujuan puasa, yakni menjaga keseimbangan dan kesehatan tubuh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....