Tips Cegah Dehidrasi saat Puasa Tetap Bertenaga
- 25 Feb 2026 23:27 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID Bandarlampung - Bulan suci Ramadan adalah momen yang dinantikan umat Muslim di seluruh dunia. Selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam. Karena itu, menjaga tubuh agar tidak dehidrasi menjadi hal yang sangat penting agar tetap bugar dan produktif.
Dehidrasi bisa menyebabkan tubuh terasa lemas, pusing, sulit konsentrasi, hingga bibir dan kulit kering. Berikut beberapa tips gaya hidup sehat agar tetap terhidrasi selama berpuasa.
1. Terapkan Pola Minum 2-4-2
Alih-alih minum dalam jumlah besar sekaligus saat berbuka, cobalah pola 2-4-2. Artinya, dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur. Cara ini membantu tubuh menyerap cairan dengan lebih optimal dan mencegah rasa kembung.
2. Konsumsi Makanan Tinggi Air
Perbanyak konsumsi buah dan sayur yang mengandung banyak air seperti semangka, melon, jeruk, timun, dan selada. Selain membantu hidrasi, makanan ini juga kaya vitamin yang menjaga daya tahan tubuh tetap prima selama puasa.
3. Hindari Minuman Berkafein Berlebihan
Teh dan kopi memang menggoda saat berbuka atau sahur. Namun, kandungan kafein bersifat diuretik yang dapat memicu tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Jika ingin tetap mengonsumsi kopi, batasi jumlahnya dan imbangi dengan air putih yang cukup.
4. Jangan Lewatkan Sahur
Sahur adalah kunci energi sepanjang hari. Pilih makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum agar energi dilepaskan secara perlahan. Tambahkan protein dan serat untuk membantu tubuh kenyang lebih lama serta menjaga keseimbangan cairan.
5. Kurangi aktifitas Berat di Bawah Terik Matahari
Paparan panas berlebih dapat mempercepat pengeluaran cairan melalui keringat. Jika memungkinkan, atur jadwal olahraga ringan setelah berbuka puasa. Hindari aktivitas fisik berat pada siang hari agar tubuh tidak cepat kehilangan cairan.
6. Perhatikan Warna Urine
Warna urine bisa menjadi indikator sederhana kondisi hidrasi tubuh. Jika warnanya kuning pucat, itu tanda tubuh cukup cairan. Namun jika kuning pekat atau gelap, artinya Anda perlu meningkatkan asupan air saat berbuka dan sahur.
Menjaga tubuh tetap terhidrasi selama Ramadan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga mendukung kelancaran ibadah dan aktivitas sehari-hari. Dengan menerapkan pola hidup sehat dan strategi minum yang tepat, puasa bisa dijalani dengan lebih segar, fokus, dan penuh energi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....