Ramadhan, Satu Ibadah dengan Wajah Berbeda di Dua Negeri
- 22 Feb 2026 14:43 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Ramadhan selalu datang membawa suasana hening dan perenungan. Namun, ketenangan itu terasa dengan cara yang berbeda di setiap negara. Di Arab Saudi, bulan suci ini seakan mengubah detak kehidupan secara menyeluruh.
Pada siang hari, kota-kota tampak lebih lengang dari biasanya. Jam kerja dipersingkat, aktivitas publik melambat, dan banyak orang memilih menghemat tenaga agar tetap prima menjalani puasa.
Jalanan tidak seramai hari-hari biasa, seolah kehidupan mengambil jeda, menunggu matahari terbenam.
Namun, suasana berubah total ketika azan magrib berkumandang. Malam Ramadhan di Arab Saudi justru menjadi puncak kehidupan.
Masjid-masjid dipadati jamaah, pusat perbelanjaan ramai hingga larut malam, dan aktivitas sosial berlangsung hampir tanpa henti sampai waktu sahur.
Seperti dikutip dari laman Cahaya Raudhah, Ramadhan di Arab Saudi benar-benar hidup pada malam hari hening di siang, semarak selepas berbuka.
Berbeda dengan itu, Indonesia menampilkan wajah Ramadhan yang penuh warna sejak pagi. Aktivitas kerja dan sekolah tetap berjalan relatif normal.
Produktivitas dijaga, meski ritme disesuaikan dengan kondisi fisik selama berpuasa. Di sini, puasa tidak menghentikan kehidupan, melainkan menyatu dengan keseharian masyarakat.
Keunikan Ramadhan di Indonesia terasa kuat melalui tradisi dan budaya. Ada buka puasa bersama yang mempererat silaturahmi, ngabuburit yang menjadi cara khas menunggu senja, hingga ragam kuliner takjil yang hanya hadir setahun sekali.
Menjelang magrib, jalanan dipenuhi warga yang berburu hidangan berbuka, sementara masjid dan mushola mulai ramai oleh jamaah.
Dua negara, satu ibadah, namun nuansa yang kontras. Ramadhan di Arab Saudi menghadirkan ketenangan dan fokus spiritual pada malam hari, sedangkan di Indonesia, bulan suci ini dirayakan dengan kebersamaan, tradisi, dan kehidupan sosial yang hangat.
Perbedaan inilah yang justru memperkaya makna Ramadhan sebuah ibadah yang hidup, beradaptasi, dan bersemi dalam beragam wajah budaya di seluruh penjuru dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....