Sharing Vision Masjid Peradaban, Kolaborasi Antar Masjid Inspiratif
- 14 Feb 2026 21:11 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Masjid Salman ITB bersama Rumah Amal Salman dan Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) menginisiasi forum Sharing Vision Masjid Peradaban yang digelar pada Sabtu 14 Februari 2026. Forum ini dirancang sebagai ruang temu dan dialog strategis antar masjid inspiratif di Indonesia untuk berbagi pengalaman, gagasan, serta visi jangka panjang pengelolaan masjid.
Inisiatif tersebut bertolak dari kesadaran bahwa masjid memiliki peran yang jauh melampaui fungsi ibadah ritual. Masjid dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun peradaban umat, sekaligus episentrum spiritual, intelektual, dan sosial masyarakat.
Ketua Pelaksana kegiatan, Syachrial, mengatakan forum ini tidak hanya ditujukan untuk saling berbagi praktik baik. Tetapi juga menjadi ajang membangun jejaring dan kolaborasi strategis antarmasjid.
Panitia menargetkan kegiatan ini dapat menjangkau sekitar 1.000 peserta. Baik itu yang hadir secara langsung maupun mengikuti secara daring dari berbagai daerah di Indonesia.
Tak hanya menjadi ruang diskusi, kegiatan ini juga menandai kick-off sosialisasi program ramadhan tahun ini. Yaitu dengan mengusung campaign “Ramadhan Memulihkan”, dimana Masjid Salman dan Rumah Amal ingin berdampak tidak hanya untuk Jawa Barat tetapi juga nasional.
Program-program unggulan diantaranya, menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif pada kajian Inspirasi Ramadhan (Irama), membuat program ramadhan di daerah kebencanaan, Sumatera dan Cisarua. Sejauh ini yang sudah lebih dulu berjalan dan masih eksis adalah implementasi filter air dan juga bantuan dasar lainnya untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kami ingin momen sharing vision ini bisa menjaring potensi potensi kolaborasi program. Baik itu menjaring para pemateri inspiratif, termasuk juga potensi kolaborasi program ke depannya,” imbuh Syachrial.
| Baca juga: Imlek Momen Sakral menuju Akar Spriritual |
Syachrial juga menambahkan, Berbagi Buka Ramadhan juga turut memeriahkan kegiatan sharing vision. Program yang telah berjalan selama dua tahun tersebut menawarkan konsep berbuka puasa dengan menu nusantara dan mancanegara, mulai dari hidangan khas Sunda, Minang, dan Jawa, hingga menu Jepang, China, Timur Tengah, dan Barat.
Menurut Syachrial, variasi menu tersebut disiapkan untuk menyesuaikan selera jamaah sekaligus mengurangi potensi sisa makanan. “Jika menu sesuai dengan selera, makanan cenderung habis dan tidak menyisakan. Program berbagi buka dengan variasi menu juga membantu meminimalkan sampah makanan,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....