Bek Belanda Paul Van Hecke Kecewa Belanda Tersingkir akibat Adu Penalti

  • 01 Jul 2026 09:33 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID,Bandung - Bek Belanda Jan Paul van Hecke mengungkapkan kekecewaan mendalam setelah timnya harus tersingkir dari Piala Dunia FIFA 2026 usai kalah dalam drama adu penalti melawan Maroko. Ia mengakui hasil tersebut menjadi pukulan yang sangat berat karena mimpi Belanda untuk meraih gelar juara dunia harus berakhir lebih cepat.

Van Hecke mengatakan seluruh pemain telah memberikan segalanya sepanjang pertandingan. Namun, ia menilai sepak bola terkadang ditentukan oleh momen-momen kecil yang sulit diprediksi.

“Saya merasa benar-benar hampa setelah tersingkir ini, saya merasa sangat kecewa karena kami tidak lolos ke babak selanjutnya. Impian kami adalah memenangkan Piala Dunia, jadi saat ini sangat menyakitkan melihat semuanya sirna.” Ucapnya dilansir dari FIFA, Rabu 1 Juli 2026.

Menurutnya, kekalahan melalui adu penalti selalu meninggalkan rasa sakit yang berbeda. Sebab, kedua tim telah berjuang keras selama 120 menit sebelum nasib akhirnya ditentukan dari titik putih.

“Saya pikir kami memiliki babak pertama yang bagus dan menciptakan beberapa peluang emas. Di babak kedua, mungkin kami sedikit terlalu bertahan. Tapi saya rasa Maroko tidak menciptakan banyak peluang. Mereka memiliki penguasaan bola lebih banyak daripada kami, tetapi hanya itu saja.” Jelasnya.



Bek berusia muda itu mengaku suasana ruang ganti dipenuhi kesedihan setelah peluit akhir dibunyikan. Banyak pemain merasa kecewa karena peluang untuk mengangkat trofi Piala Dunia telah sirna.

Van Hecke juga memberikan apresiasi kepada Maroko yang tampil disiplin dan penuh semangat sepanjang pertandingan. Ia menilai lawannya pantas mendapatkan penghargaan atas perjuangan hingga akhirnya keluar sebagai pemenang.

Meski kecewa, ia menegaskan Belanda tidak boleh terus larut dalam kesedihan. Menurutnya, pengalaman pahit ini harus menjadi pelajaran berharga bagi generasi pemain yang akan datang.

Ia mengungkapkan bahwa seluruh skuad datang ke turnamen dengan ambisi besar untuk membawa pulang gelar juara dunia pertama bagi Belanda. Karena itu, tersingkir di babak gugur menjadi kenyataan yang sangat sulit diterima.

“Saya rasa tidak banyak yang bisa dikatakan tentang penalti. Itu bagian dari sepak bola. Hari ini, keberuntungan tidak berpihak pada kami. Sampai batas tertentu, hanya itu yang terjadi, dan hari ini kami tidak beruntung.” jelasnya.

Van Hecke juga menyampaikan terima kasih kepada para pendukung yang terus memberikan semangat tanpa henti. Ia berharap dukungan tersebut tetap mengiringi perjalanan Belanda pada turnamen-turnamen berikutnya.

Meski perjalanan harus berakhir, Van Hecke percaya kualitas yang dimiliki skuad Belanda tetap menjadi modal besar untuk bangkit. Ia optimistis tim akan kembali tampil lebih kuat di masa depan.

Kini Belanda harus mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia FIFA 2026 dengan penuh kekecewaan. Sementara itu, Van Hecke bertekad menjadikan kekalahan menyakitkan dari Maroko sebagai motivasi untuk kembali mengejar mimpi yang belum berhasil diwujudkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....