Bono Jadi Tembok Adu Penalti untuk Maroko di Piala Dunia

  • 30 Jun 2026 20:34 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Saat pertandingan Belanda kontra Maroko memasuki babak adu penalti, sorotan langsung tertuju kepada Yassine Bounou. Penjaga gawang yang akrab disapa Bono itu kembali membuktikan reputasinya sebagai spesialis adu penalti dengan mengantar Maroko menyingkirkan Belanda pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa 30 Juni 2026.

Laga sebelumnya berakhir imbang 1-1 hingga 120 menit. Belanda sempat memimpin lewat Cody Gakpo, tetapi Maroko menyamakan kedudukan pada masa injury time sehingga pertandingan harus ditentukan dari titik putih.

Bagi Bono, satu penyelamatan sudah cukup untuk mengubah nasib pertandingan. Saat Crysencio Summerville melangkah menuju titik putih, kiper berusia 35 tahun itu membaca arah bola dengan tepat dan menepis tendangannya. Sebelumnya, Justin Kluivert dan Quinten Timber juga gagal memanfaatkan peluang dari jarak 12 pas.

Rangkaian kegagalan itu membuat Maroko hanya membutuhkan satu eksekusi terakhir dari Ismael Saibari untuk memastikan langkah ke babak 16 besar. Maroko melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dan akan berhadapan dengan tuan rumah Kanada.

Ia kembali mengingatkan publik pada aksi heroiknya di Piala Dunia 2022 di Qatar saat membawa Maroko menyingkirkan Spanyol pada babak 16 besar setelah menggagalkan dua eksekusi penalti lawan. Saat itu, ia menggagalkan sepakan Carlos Soler dan Sergio Busquets dan mencuri perhatian dunia.

Kemampuan Bono membaca arah tendangan kembali menjadi senjata utama Maroko. Selain refleks yang cepat, kiper yang kini bermain di Liga Arab Saudi itu beberapa kali terlihat berhasil mengganggu konsentrasi para penendang Belanda dengan ketenangannya sebelum eksekusi dilakukan.

Usai pertandingan, para pemain Maroko langsung berlari menghampiri Bono untuk merayakan kemenangan bersama. Penampilan sang penjaga gawang dinilai menjadi salah satu faktor utama keberhasilan Atlas Lions melaju ke babak 16 besar, sekaligus menjaga mimpi mereka mengulang bahkan melampaui pencapaian bersejarah sebagai semifinalis Piala Dunia 2022.

Keberhasilan menaklukkan Belanda juga memperpanjang daftar penampilan gemilang Bono di turnamen besar. Di saat tekanan berada pada titik tertinggi, ia kembali menunjukkan mengapa dirinya menjadi salah satu sosok paling diandalkan Maroko.

Bagi Belanda, penyelamatan Bono menjadi akhir dari perjalanan mereka di Piala Dunia 2026, sementara bagi Maroko, sang penjaga gawang sekali lagi tampil sebagai pahlawan yang membuka jalan menuju fase berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....