Piala Dunia 2026: Asia Hanya Sisakan Jepang dan Australia

  • 29 Jun 2026 05:04 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Babak 32 besar Piala Dunia 2026 hanya menghadirkan dua wakil Asia (AFC), yakni Jepang dan Australia. Sementara negara-negara Asia lainnya yang sebelumnya berhasil menembus putaran final harus menghentikan langkah mereka lebih awal. Kondisi tersebut mendapat perhatian dari mantan pelatih sekaligus legenda Persib Bandung, Djajang Nurdjaman.

Pelatih yang akrab disapa Djanur itu menilai secara kualitas, tim-tim Asia masih tertinggal dibandingkan negara-negara dari benua lainnya. Menurutnya, meski jumlah wakil Asia di Piala Dunia semakin banyak berkat format baru yang diikuti 48 negara, hal tersebut belum diimbangi dengan peningkatan daya saing di atas lapangan.

“Negara-negara Asia masih tetap masih ketinggalan ya dari negara-negara Eropa. Banyak sekarang negara Asia ikut Piala Dunia, seperti tadi disampaikan ada Qatar, kemudian Iran, Irak, Uzbekistan, Yordania. Tapi mereka belum berpengalaman dan belum menunjukkan kemampuan yang bagus, sehingga kalahnya pun cukup telak-telak ya,” kata Djanur, Minggu, 28 Juni 2026.

Djanur menilai pengalaman tampil di level tertinggi menjadi salah satu faktor utama yang membedakan tim-tim Asia dengan negara-negara elite dunia. Menurutnya, sejumlah negara yang baru mencicipi persaingan di Piala Dunia masih membutuhkan waktu untuk membangun mental bertanding serta kualitas permainan agar mampu bersaing secara konsisten.

Ia juga mencontohkan hasil yang diraih Irak saat menghadapi Prancis. Menurut Djanur, pertandingan tersebut memperlihatkan masih lebarnya kesenjangan kualitas antara sebagian besar wakil Asia dengan tim-tim kuat asal Eropa yang sudah terbiasa tampil di panggung internasional.

“Begitu juga Irak kalah sama Prancis. Kemudian yang tetap konsisten dan selalu memberikan perlawanan yang bagus, tim Asia Timur itu, ya Jepang. Kalau yang lainnya masih menjadi bulan-bulanan, menjadi lumbung gol daripada tim-tim Eropa,” ujarnya.

Di mata Djanur, Jepang masih menjadi tolok ukur perkembangan sepak bola Asia. Tim berjuluk Samurai Blue tersebut dinilai mampu menjaga konsistensi penampilan di setiap edisi Piala Dunia berkat pembinaan pemain yang berkesinambungan, kompetisi domestik yang kuat, serta banyaknya pemain yang berkarier di liga-liga top Eropa.

Sementara Australia juga kembali membuktikan kapasitasnya dengan menembus fase gugur meski harus menghadapi persaingan ketat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....