Legenda Persib Nilai Persaingan Piala Dunia 2026 Makin Ketat
- 29 Jun 2026 04:03 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Mantan pelatih sekaligus legenda Persib Bandung, Djajang Nurdjaman, menilai persaingan di Piala Dunia 2026 berlangsung semakin sengit. Menurut pelatih yang akrab disapa Djanur itu, bertambahnya jumlah peserta menjadi 48 negara membuat turnamen edisi kali ini dihuni lebih banyak tim berkualitas dari berbagai benua.
Djanur mengatakan hampir seluruh kekuatan besar sepak bola dunia berhasil mengamankan tiket ke putaran final. Kondisi tersebut membuat setiap pertandingan diprediksi berlangsung dengan intensitas tinggi karena dihuni negara-negara yang memiliki tradisi kuat di level internasional.
“Ya persaingan di Piala Dunia kali ini saya pikir semakin ketat ya karena semua negara sepak bola yang maju semuanya ada di situ. Seperti yang sudah saya katakan ya, ada Inggris, ada Belanda, ada Jerman, ada Spanyol, ada Argentina, Brasil, dari Amerika Latinnya semuanya hadir di Piala Dunia kali ini,” ujar Djanur, Minggu, 28 Juni 2026.
Menurut pelatih yang pernah membawa Persib Bandung menjuarai Liga Super Indonesia 2014 tersebut, kehadiran hampir seluruh negara elite membuat rivalitas di setiap fase kompetisi menjadi semakin menarik. Ia meyakini kualitas pertandingan akan meningkat karena banyak tim unggulan yang memiliki peluang sama besar untuk melangkah jauh hingga perebutan gelar juara.
Djanur juga menyoroti absennya Italia sebagai satu-satunya mantan juara dunia yang gagal tampil di Piala Dunia 2026. Di luar Italia, ia menilai hampir seluruh negara yang pernah mencicipi gelar juara dunia berhasil lolos sehingga tingkat persaingan dipastikan jauh lebih kompetitif dibandingkan edisi-edisi sebelumnya.
“Tapi menurut saya, kecuali Italia ya, negara besar yang sudah pernah juara Piala Dunia tapi tidak ikut kali ini. Tapi yang lainnya yang pernah menjadi juara dunia hadir di Piala Dunia Amerika sekarang ini,” katanya.
Dengan komposisi peserta seperti itu, Djanur menilai setiap tim dituntut tampil konsisten sejak awal turnamen. Kesalahan sekecil apa pun dapat dimanfaatkan lawan, mengingat kualitas antarnegara semakin merata dan banyak tim nonunggulan kini mampu memberikan kejutan kepada negara-negara favorit.
“Sehingga menurut saya kekuatan atau apa rivalitas di Piala Dunia kali ini semakin ketat, ya,” tutur Djajang Nurdjaman yang saat ini menjabat sebagai Direktur Teknik Maung Bandung.
Hal tersebut menggambarkan besarnya tantangan yang akan dihadapi seluruh kontestan dalam upaya merebut trofi paling bergengsi di dunia sepak bola. Dengan format baru yang melibatkan 48 negara yang saat ini memasuki babak 32 besar, Piala Dunia 2026 pun diprediksi menjadi salah satu edisi paling kompetitif sepanjang sejarah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....