PBSI Jabar Pantau Bibit Muda Potensial dari Sirnas A 2026

  • 03 Okt 2026 18:57 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Pengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jawa Barat terus melakukan pemantauan terhadap atlet-atlet muda potensial yang tampil pada HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) A Jawa Barat 2026. Ajang tersebut menjadi salah satu sarana bagi tim pembinaan dan prestasi (Binpres) untuk melihat perkembangan atlet secara langsung.

Binpres PBSI Jawa Barat sekaligus talent scouting Sirnas, Deris Maulana, mengatakan, Sirnas A Seri Jawa Barat menjadi bagian dari rangkaian Sirnas A yang digelar di sejumlah kota di Indonesia. Menurutnya, seri Jawa Barat merupakan seri terakhir sebelum para atlet memasuki tahapan kompetisi berikutnya yang lebih tinggi.

“Sirnas A Seri Jawa Barat ini merupakan rangkaian dari seluruh Sirkuit Nasional yang terdiri dari lima kota yang diselenggarakan di seluruh Indonesia. Kita ada di rangkaian terakhir, setelah Sirnas A ini langsung ke Premier,” ujar Deris,di GOR Bandung,Jalan Jakarta,Kota Bandung, Sabtu 3 Oktober 2026.

Deris menilai persaingan pada seri terakhir Sirnas A di Jawa Barat berlangsung semakin kompetitif. Tingginya antusiasme peserta menjadi salah satu indikator bahwa ajang tersebut memiliki peran penting dalam mengukur kualitas dan perkembangan para atlet muda.

“Sirnas A terakhir ini betul-betul dari antusiasme peserta, kemudian dari sistem kompetisinya pun jauh lebih kompetitif,” katanya. Kondisi tersebut sekaligus memberikan kesempatan kepada tim talent scouting PBSI Jawa Barat untuk mendapatkan gambaran mengenai potensi atlet yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Ia menjelaskan, pemantauan tidak hanya dilakukan terhadap atlet yang secara administratif berada di bawah naungan klub-klub Jawa Barat. PBSI Jawa Barat juga memantau sejumlah atlet asal Jawa Barat yang saat ini berlatih atau bertanding di luar daerah, tetapi secara domisili masih berada di Jawa Barat.

“Ada beberapa atlet potensial yang nantinya akan kami dorong, akan kami pantau terus untuk bermain di PON 2028 nanti di NTT-NTB,” kata Deris. Pemantauan tersebut dilakukan sejak kelompok usia Remaja hingga Taruna yang dinilai menjadi bagian penting dalam kesinambungan regenerasi atlet Jawa Barat.

Beberapa klub menjadi perhatian dalam proses pencarian dan pemantauan bibit potensial tersebut. Di antaranya PB Mutiara Cardinal Bandung, PB Taqi Arena Badminton Academy Kabupaten Bandung Barat, serta PB SGS PLN Bandung, selain sejumlah klub lain yang tersebar di wilayah Jawa Barat.

“Untuk sementara ini, khususnya bicara Jawa Barat yang kami pantau itu dari klub PB Mutiara Cardinal Bandung, PB Taqi Arena Badminton Academy Kabupaten Bandung Barat, PB SGS PLN Bandung, kemudian dari klub-klub lainnya yang ada di Jawa Barat sudah kami pantau juga,” tuturnya.

Setelah pelaksanaan Sirnas A dan Porprov Jawa Barat pada November 2026, PBSI Jawa Barat akan mulai mempersiapkan tahapan menuju babak kualifikasi PON 2027. Para atlet hasil pemantauan di berbagai kejuaraan, termasuk Sirnas A, berpeluang masuk dalam program pemusatan latihan.

“Setelah Sirnas ini, tepatnya mungkin setelah Porprov di bulan November nanti kita akan menyelenggarakan babak utama Porprov. Setelah Porprov kita akan bentuk semacam pemusatan latihan untuk menghadapi babak kualifikasi PON nanti di 2027,” jelas Deris.

Deris menyebutkan, sejumlah nama sudah masuk dalam catatan pemantauan PBSI Jawa Barat. Namun, keputusan mengenai atlet yang akan masuk dalam tim menuju babak kualifikasi PON 2027 akan dibahas bersama jajaran pengurus dan Ketua Umum PBSI Jawa Barat.

“Sudah kami kumpulkan beberapa, tinggal kami bawa hasilnya, lalu kami diskusikan dengan Ketua Umum, lalu diputuskan siapa saja yang akan membela Jawa Barat di ajang BK PON 2027 nanti. Tepatnya setelah Sirnas ini lanjut ke Porprov, baru di situ ada pemusatan latihan,” ujarnya.

Menurut Deris, potensi atlet muda di Jawa Barat masih sangat besar. Ia menilai Jawa Barat selama ini menjadi salah satu daerah yang secara konsisten memberikan kontribusi atlet kepada Pelatnas PBSI. Regenerasi tersebut terus berjalan melalui pembinaan yang dilakukan oleh klub-klub dan pusat pendidikan dan latihan (pusdiklat) bulutangkis.

“Bukan masih banyak, sangat banyak! Karena Jawa Barat itu kan salah satu provinsi terbesar yang banyak berkontribusi terhadap PBSI Pusat. Setiap tahunnya alhamdulillah selalu memberikan atlet, menyumbang atlet dari kita,” ungkapnya.

Deris mencontohkan sejumlah pemain nasional yang berasal dari Jawa Barat, seperti Muhammad Shohibul Fikri, Fajar Alfian, Gregoria Mariska Tunjung, dan Anthony Sinisuka Ginting. Ia juga menyebut sejumlah pemain junior Jawa Barat yang tengah mengikuti Kejuaraan Dunia Junior di Kairo, Mesir, sebagai bagian dari regenerasi atlet.

“Junior-junior dari Jawa Barat pun sedang berlaga di Kejuaraan Dunia Junior di Kairo, Mesir. Ada beberapa nama seperti Moses Andar Simanjuntak, Rea Az Zahra, ada nama Maila dari PB Mutiara Cardinal Bandung, dan lain sebagainya,” katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan pembinaan atlet tidak terlepas dari peran klub-klub yang memiliki pusdiklat. PBSI Jawa Barat, kata Deris, berfungsi sebagai wadah yang mengkoordinasikan dan mengembangkan potensi yang telah dibentuk melalui proses pembinaan berkelanjutan di tingkat klub.

“Tolok ukur keberhasilan prestasi itu pembinaannya ada di pusdiklat klub sebetulnya. Jadi PBSI itu hanya wadahi. Kita mengucapkan banyak terima kasih kepada klub-klub besar yang menyelenggarakan pelatihan pusdiklat itu,” ucapnya.

Deris berharap dari proses pembinaan tersebut akan lahir generasi baru yang mampu meneruskan kiprah atlet-atlet besar Indonesia. Ia menyebut nama Taufik Hidayat dan Anthony Ginting sebagai gambaran atlet yang diharapkan dapat muncul kembali dari Jawa Barat melalui pembinaan yang konsisten.

“Bicara generasi penerus seperti halnya nama-nama besar Taufik Hidayat, kemudian Ginting, dan lain sebagainya, kami menduga kuat itu akan ada, akan lahir lambat laun dari Jawa Barat. Entah di nomor mana pun. Insya Allah kami selalu bekerja keras untuk menciptakan bibit-bibit unggul generasi-generasi penerus pendahulunya,” katanya.

Ke depan, PBSI Jawa Barat juga menargetkan semakin banyak atlet asal daerah tersebut yang mampu menembus Pelatnas PBSI. Tidak hanya pada sektor ganda putra dan ganda campuran yang selama ini cukup menonjol, tetapi juga pada nomor tunggal putra, tunggal putri, serta ganda putri.

“Harapan besar kami PBSI Jawa Barat dalam setiap tahunnya itu menyumbang atlet lebih banyak lagi ke Pelatnas PBSI. Tujuan akhirnya dari seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan itu meloloskan atlet-atletnya ke Pelatnas,” kata Deris.

Ia berharap persaingan antar sektor di Jawa Barat semakin merata sehingga peluang lahirnya atlet berkualitas terbuka pada berbagai nomor pertandingan. “Kalau sekarang ini masih beberapa nomor mendominasi, misalkan ganda putra, kemudian ganda campuran. Nah, harapan kami ke depan itu ingin menciptakan di berbagai nomor persaingan yang lebih kompetitif,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....