Persiapan Porprov XV Jabar 2026 Capai 95 Persen, Panwasrah Fokus Panpel
- 22 Sep 2026 18:07 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 terus dimatangkan menjelang pelaksanaan yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) KONI Jawa Barat memastikan proses registrasi dan verifikasi atlet dari berbagai kontingen berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.
Ketua Panwasrah Porprov XV Jawa Barat 2026, Andrian Tejakusuma, mengatakan tahapan Delegation Registration Meeting (DRM) telah dilakukan di sejumlah daerah tuan rumah. Menurutnya, DRM menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan kesiapan dan keabsahan keikutsertaan kontingen sebelum pertandingan dimulai.
“Alhamdulillah, persiapan Porprov hari ini adalah DRM yang kelima. Yang pertama di Kabupaten Bogor, kemudian Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, dan hari ini Kota Bandung. Besok terakhir di Kabupaten Sumedang,” ujar Andrian.Di Grand Hotel Pasundan,Jalan Peta,Kota Bandung,Selasa 22 September 2026.

Ia menjelaskan, dari rangkaian DRM yang telah dilaksanakan, mayoritas cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan telah mengikuti proses registrasi dan verifikasi. Kondisi tersebut menunjukkan kesiapan kontingen untuk mengikuti Porprov XV Jabar 2026 terus bergerak menuju tahap akhir.
“Melihat dari kelima DRM sampai dengan saat ini, di mana mayoritas cabang olahraga akan dipertandingkan, alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar. Semua registrasi atlet, baik yang sudah diverifikasi oleh Technical Delegate maupun oleh kontingen masing-masing, sudah terverifikasi dan sudah terregistrasi,” katanya.
Andrian menyebut tingkat kesiapan keikutsertaan atlet dalam Porprov XV Jabar 2026 telah mencapai sekitar 95 persen. Sementara itu, masih terdapat sekitar lima persen proses yang perlu diselesaikan melalui pelaksanaan DRM terakhir di Kabupaten Sumedang.
“Kalau untuk keikutsertaan atlet, itu kurang lebih sudah 95 persen. Tinggal menunggu besok sekitar lima persen lagi, yaitu untuk cabang olahraga rugby di Kabupaten Sumedang,” ungkap Andrian.

Dengan progres tersebut, Panwasrah sejauh ini belum menemukan persoalan besar yang dapat menghambat keikutsertaan cabor maupun kontingen. Namun, pihaknya tetap akan melakukan pemantauan hingga seluruh rangkaian DRM selesai dilaksanakan.
“Sampai dengan saat ini belum ada permasalahan. Kita tunggu sampai dengan DRM besok, tetapi sampai saat ini semua cabang olahraga sudah terregistrasi dan sudah terklasifikasikan semua kontingen di dalam masing-masing nomor pertandingan,” jelasnya.
Setelah tahapan registrasi dan verifikasi kontingen hampir rampung, perhatian Panwasrah kini mulai diarahkan pada kesiapan panitia pelaksana (panpel) di masing-masing daerah tuan rumah. Menurut Andrian, kesiapan panpel menjadi salah satu faktor penting karena pertandingan merupakan titik krusial dalam penyelenggaraan Porprov.
“Yang harus segera disiapkan adalah kesiapan dari masing-masing panpel. Jadi sekarang konsentrasi kita adalah mengontrol atau mengawasi pekerjaan persiapan panpel untuk pelaksanaan pertandingan,” tutur Andrian.
Ia menegaskan, selain kesiapan pertandingan, aspek keamanan dan kesehatan juga menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan Porprov. Karena itu, setelah seluruh tahapan DRM selesai, Panwasrah akan meningkatkan pengawasan terhadap kesiapan teknis di setiap venue dan lokasi pertandingan.
“Karena titik kritis paling utama itu adalah pertandingan, yang kedua adalah keamanan, yang ketiga adalah kesehatan dan lain-lain. Jadi pertandingan itu nomor satu. Setelah DRM ini kita kontrol semua tuan rumah, khususnya dalam pengarahan kepada semua panpel dalam pelaksanaannya nanti,” katanya.
Dari sisi pembiayaan, Andrian memastikan kebutuhan penyelenggaraan pertandingan di masing-masing tuan rumah telah masuk dalam perencanaan anggaran. Ia menyebut kebutuhan pelaksanaan Porprov di daerah tuan rumah secara umum sudah tercakup.
“Untuk anggaran Porprov, alhamdulillah untuk pelaksanaan di masing-masing tuan rumah itu sudah ter-cover semua,” ujar Andrian.
Sementara itu, kebutuhan untuk acara pembukaan dan penutupan Porprov XV Jabar 2026 akan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Gubernur Jawa Barat, pembiayaan kedua kegiatan tersebut akan diupayakan melalui sumber non-APBD.
“Kecuali untuk pembukaan dan penutupan, sesuai dengan rapat koordinasi dengan Pak Gubernur kemarin, akan dibantu oleh Pak Gubernur untuk pembukaan dan penutupan. Itu mungkin akan non-budgeter, tanpa anggaran APBD. Akan dicarikan sponsor atau sumber anggaran lain di luar APBD oleh Pak Gubernur,” jelasnya.

Andrian juga mengapresiasi dukungan Gubernur Jawa Barat terhadap persiapan Porprov XV Jabar 2026. Ia berharap perhatian dan dukungan tersebut dapat terus berlanjut hingga seluruh rangkaian penyelenggaraan selesai, baik untuk tuan rumah maupun kontingen peserta.
“Pak Gubernur sudah support full, baik untuk tuan rumah maupun untuk kontingen. Saya pikir Pak Gubernur sudah sangat intens memperhatikan olahraga Jawa Barat, khususnya dalam rangka pelaksanaan Porprov ini,” katanya.
Untuk memastikan kesiapan seluruh unsur penyelenggara, koordinasi lanjutan juga akan dilakukan pada bulan depan di Kota Depok. Rakor tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai persiapan secara lebih rinci sebelum Porprov resmi dimulai.
“Rencananya bulan depan akan dilaksanakan rakor lagi di Kota Depok untuk memastikan semua persiapan itu lebih detail kepada Pak Gubernur,” kata Andrian.
Porprov XV Jawa Barat 2026 sendiri akan dibuka di Kota Bekasi pada 7 November 2026. Sementara acara penutupan dijadwalkan berlangsung di Kota Bogor pada 21 November 2026, sehingga seluruh pihak yang terlibat kini memasuki fase akhir persiapan menuju pelaksanaan multievent olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....