WJPC 2026 Berakhir, Sumedang Perkuat Posisi sebagai Destinasi Sport Tourism
- 21 Sep 2026 20:28 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Sumedang - West Java Paragliding Championship (WJPC) 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama sembilan hari di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menutup kejuaraan paralayang internasional tersebut dalam acara di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Minggu malam 20 September 2026.
Kejuaraan yang berlangsung pada 12–20 September 2026 itu diikuti 88 pilot dari 13 negara. Jumlah tersebut merupakan hasil proses konfirmasi dari lebih dari 170 peserta yang sebelumnya mendaftarkan diri.
Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila mengatakan, kehadiran atlet dari berbagai negara menjadi indikasi bahwa Sumedang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai lokasi penyelenggaraan olahraga bertaraf internasional.
Menurut Fajar, WJPC 2026 sekaligus memperkuat posisi Sumedang sebagai salah satu daerah yang memiliki daya tarik untuk pengembangan wisata berbasis olahraga atau sport tourism.
“Sumedang menjadi destinasi untuk sport tourism,” ujar Fajar saat penutupan WJPC 2026.
Ia juga menyoroti pola pembiayaan kejuaraan yang tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurut Fajar, seluruh pelaksanaan WJPC 2026 didukung melalui skema non-APBD.
“Event ini 100 persen non-APBD. Ini yang saya banggakan. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung West Java Paragliding Championship 2026,” katanya.
Di sisi lain, Fajar menekankan bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas dalam penyelenggaraan olahraga paralayang. Menurut dia, keputusan untuk tidak melakukan penerbangan ketika kondisi cuaca dan angin tidak mendukung merupakan bagian penting dari penerapan standar keselamatan pertandingan.
Ia pun mengapresiasi panitia dan para atlet yang tetap mengutamakan keselamatan meskipun keputusan tersebut dapat memengaruhi jalannya kompetisi.
Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Sumedang Rahmat Juliadi mengatakan, secara keseluruhan rangkaian WJPC 2026 berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Meski demikian, dua atlet sempat mengalami insiden minor pada hari pertama pelaksanaan. Salah satu atlet bahkan harus mendapatkan penanganan medis di RSUD Umar Wirahadikusumah. Kondisinya kemudian dilaporkan telah membaik.
Rahmat menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang dan berbagai unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan kejuaraan. Dukungan tersebut antara lain datang dari perangkat daerah, TNI-Polri, Dinas Kesehatan, BPBD, PMI, relawan, safety officer, serta pihak lainnya.
“Secara umum seluruh rangkaian WJPC 2026 berjalan aman, tertib dan kondusif,” kata Rahmat.
Dengan berakhirnya WJPC 2026, penyelenggaraan kejuaraan tersebut menambah pengalaman Sumedang dalam menggelar kompetisi paralayang yang melibatkan peserta dari berbagai negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....