334 Taekwondoin Cimahi Ikuti UKT, Pembinaan Atlet Dimulai dari Tingkat Dasar

  • 21 Sep 2026 20:03 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Sebanyak 334 taekwondoin dari 35 unit di Kota Cimahi mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) GEUP Periode Ketiga Tahun 2026 yang digelar Pengurus Cabang Taekwondo Indonesia (Pengcab TI) Kota Cimahi. Kegiatan yang berlangsung di GOR Sangkuriang, Minggu 20 September 2026 tersebut menjadi bagian dari pembinaan rutin atlet taekwondo di Kota Cimahi.

UKT dilaksanakan secara berkala setiap tiga bulan sehingga dalam setahun terdapat empat periode ujian. Selain menjadi evaluasi kemampuan peserta dalam penguasaan teknik dan materi sesuai tingkatan sabuk, kegiatan ini juga menjadi sarana Pengcab TI Kota Cimahi memantau perkembangan atlet sejak usia dan tingkat dasar.

Bidang UKT Pengcab TI Kota Cimahi, Restu Ragan, mengatakan peserta UKT Periode Ketiga 2026 berasal dari 35 unit yang tersebar di berbagai wilayah Kota Cimahi. Menurutnya, jumlah peserta tersebut menunjukkan kegiatan pembinaan taekwondo terus berjalan melalui unit-unit latihan yang ada.

“Dalam satu tahun ada empat kali pelaksanaan ujian, yakni Periode 1 sampai Periode 4, dan untuk periode ketiga tahun 2026 ini tercatat sebanyak 334 peserta dari 35 unit yang tersebar di seluruh Kota Cimahi,” ujar Restu dalam keterangannya.

Materi yang diberikan dalam UKT disesuaikan dengan tingkatan sabuk masing-masing peserta. Setiap tingkatan memiliki materi jurus dan teknik yang harus dikuasai sebelum peserta dinyatakan memenuhi syarat untuk naik ke tingkat berikutnya.

Pada tingkat sabuk putih, peserta mendapatkan materi Basic 1 dan Basic 2, sedangkan sabuk kuning polos menjalani materi Basic 2 dan Basic 3. Selanjutnya, materi berkembang sesuai tingkatan mulai dari kuning strip, hijau, biru hingga merah strip sebagai tahapan menuju sabuk hitam.

Restu menjelaskan, setiap kenaikan tingkat memiliki materi yang berbeda sehingga peserta harus memahami dan memperagakan teknik sesuai standar yang ditetapkan. Proses tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi kemampuan dasar dan perkembangan teknik para taekwondoin.

“Peserta sabuk putih menjalani materi Basic 1 dan Basic 2, kuning polos Basic 2 dan Basic 3, kuning strip Basic 3 dan 3-1, hijau polos 3-1 dan 3-2, hijau strip 3-2 dan 3-3, biru polos 3-3 dan 3-4, serta biru strip 3-4 dan 5,” ucapnya.

Selain mengevaluasi kenaikan tingkat, UKT juga dimanfaatkan untuk melihat potensi peserta yang dapat dikembangkan ke dalam dua nomor pertandingan, yakni Kyorugi dan Poomsae. Pemetaan sejak tingkat dasar dinilai penting agar atlet yang memiliki potensi dapat memperoleh pembinaan lebih lanjut secara berkelanjutan.



Pengcab TI Kota Cimahi berharap proses pembinaan tersebut mampu menghasilkan atlet yang tidak hanya memiliki kemampuan teknik, tetapi juga siap menghadapi persaingan di berbagai kejuaraan. Potensi atlet kemudian dapat diarahkan sesuai kemampuan masing-masing, baik pada nomor Kyorugi maupun Poomsae.

Restu mengatakan UKT menjadi salah satu tahapan penting untuk menemukan bibit atlet baru yang nantinya dapat memperkuat prestasi taekwondo Kota Cimahi. Ia berharap para peserta terus meningkatkan kemampuan dan mengikuti setiap tahapan pembinaan dengan serius.

“Harapannya dengan adanya kenaikan tingkat ini bisa melihat bibit-bibit atlet dari Poomsae ataupun Kyorugi serta meningkatkan kualitas atlet Kota Cimahi agar mampu bersaing dan berprestasi di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.

Restu juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti proses ujian dengan sungguh-sungguh dan menjadikan UKT sebagai bagian dari perjalanan untuk meningkatkan kemampuan. Ia berharap seluruh peserta dapat menyelesaikan ujian dengan baik dan memenuhi persyaratan kenaikan tingkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....