Campus League Badminton Bandung Melahirkan Juara menuju The Nationals

  • 18 Sep 2026 21:45 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Universitas Bina Nusantara (BINUS) Jakarta keluar sebagai juara Campus League Badminton Regional Bandung kategori beregu setelah melewati pertandingan final yang berlangsung sengit di GOR Bandung, Jawa Barat, Jumat 18 September 2026.

BINUS Jakarta harus bekerja keras sebelum memastikan gelar juara setelah menundukkan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui pertandingan dramatis tiga gim dengan skor akhir 45-55, 55-44, dan 55-53.

Posisi ketiga ditempati Universitas Budi Luhur Jakarta setelah mengalahkan Universitas Gunadarma Depok dalam pertandingan yang juga berlangsung hingga rubber set. Universitas Budi Luhur menang dengan skor 55-44, 46-55, dan 55-38.

Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, turut menyaksikan langsung pertandingan final tersebut dan memberikan apresiasi terhadap performa para student-athlete. Menurutnya, semangat bertanding serta kekompakan antarpemain dari masing-masing kampus menjadi daya tarik tersendiri dalam kompetisi tersebut.

“Yang pertama, GOR Bandung tempat bersejarah karena saat muda saya juga berlatih badminton di sini. Kedua, beberapa match saya menonton. Luar biasa performa para student-athlete,” ujar Ricky.

Ricky menilai para mahasiswa yang bertanding mampu memanfaatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di lapangan. Ia juga melihat perjuangan para pemain yang jatuh bangun selama pertandingan sebagai gambaran tingginya motivasi untuk membawa nama kampus masing-masing.

“Mereka memanfaatkan kesempatan ini. Jatuh bangun di lapangan, semangat dan motivasi mereka tinggi. Poin 55, kekompakan tim kampus terlihat, ini sangat baik untuk student-athlete menunjukkan skill terbaik mereka,” katanya.

CEO Campus League, Ryan Gozali, menyambut positif keseruan yang tersaji selama Campus League Badminton Regional Bandung. Ia menilai persaingan pada The Nationals yang akan digelar di lokasi yang sama pada 21-25 September 2026 berpotensi menghadirkan pertandingan yang semakin kompetitif.

“Persiapan untuk The Nationals sudah matang. Performa para student-athlete di tingkat regional bagus semua,” kata Ryan dalam sesi jumpa pers.

Menurut Ryan, Regional Bandung memperlihatkan persaingan yang cukup merata, terutama pada kategori individu. Hal tersebut terlihat dari keberagaman kampus yang berhasil mengantarkan wakilnya menjadi juara, sedangkan pada kategori beregu tidak ada perwakilan Bandung yang masuk sebagai semifinalis.

“Bandung menarik karena di kategori individu juaranya beragam, tak hanya dari Bandung. Sementara kategori beregu justru tidak ada perwakilan Bandung yang menjadi semifinalis,” ujarnya.

Ryan mengatakan, pengalaman bertanding di tingkat regional membuat para atlet memiliki gambaran mengenai kekuatan calon lawan yang akan dihadapi pada The Nationals. Kondisi tersebut juga memungkinkan pelatih dan student-athlete menyusun strategi berdasarkan hasil pengamatan selama pertandingan regional.

“Kita lihat saja keseruan The Nationals seperti apa. Saya yakin coach dan student-athlete mulai berstrategi karena sudah melihat lawan-lawan mereka nanti seperti apa,” tutur Ryan.

Campus League Badminton juga diproyeksikan menjadi turnamen tahunan yang terus dikembangkan di berbagai wilayah. Ryan mengatakan, penyelenggara ingin merangkul lebih banyak perguruan tinggi di Pulau Jawa sehingga budaya kompetisi bulu tangkis di kalangan mahasiswa semakin berkembang.

“Karena ini Campus League tahun pertama, ini fase pembentukan budaya bulutangkis dan kompetisi student-athlete. Saya percaya, jika konsisten menjalankan, kampus-kampus akan lebih aware dan tahun depan lebih banyak peserta,” katanya.

Ia menambahkan, Campus League saat ini telah berlangsung di Semarang dan Bandung, dengan rencana pengembangan ke kota-kota lainnya. Jakarta dan Surabaya menjadi beberapa wilayah yang disebut berpotensi masuk dalam pengembangan kompetisi pada tahun berikutnya.

“Kami sudah berjalan di Semarang dan Bandung. Mungkin tahun depan bisa merangkul Jakarta, Surabaya, dan kota lainnya,” ujar Ryan.

Ricky Soebagdja turut mendukung rencana tersebut karena Campus League dinilai dapat menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan pengalaman bertanding sekaligus mengembangkan kemampuan. Menurutnya, kompetisi mahasiswa dapat menjadi bagian dari proses panjang pembinaan atlet bulu tangkis.

“Dengan adanya Campus League, pertama, turnamen ini akan jadi ajang yang ditunggu-tunggu. Kedua, persiapan para student-athlete ke depan akan makin baik dengan latihan intens. Campus League adalah wadah mereka untuk berkembang,” kata Ricky.

Sementara itu, perjalanan BINUS menuju gelar juara berlangsung ketat sejak pertandingan pertama. Pada nomor tunggal putri, Aura Ihza Aulia dari BINUS harus mengakui keunggulan Laili Dwiyanti Nur Rohmah dari UNJ dengan skor 4-11 sehingga UNJ membuka gim pertama dengan kemenangan 55-45.

BINUS kemudian bangkit pada gim kedua setelah Aulia mampu membalikkan keadaan dan menang tipis 11-10 atas Rohmah. Momentum tersebut turut mengangkat semangat rekan-rekannya hingga BINUS menutup gim kedua dengan kemenangan 55-44.

Persaingan semakin ketat pada gim ketiga ketika kedua tim berulang kali saling mengejar angka. Rohmah terus memberikan perlawanan hingga kedudukan beberapa kali sama, mulai dari 8-8, 9-9, hingga 10-10, sebelum Aulia akhirnya mengamankan kemenangan 11-10.

Ketegangan berlanjut pada sektor tunggal putra ketika Jovan Sammy Sukardi dari BINUS berhadapan dengan Ray Mutaqqin dari UNJ. Kedua pemain terlibat kejar-kejaran angka hingga kedudukan 12-12, 13-13, 14-14, 15-15, bahkan 20-20 sebelum Jovan menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan 22-20.

BINUS kemudian kembali mendapatkan tambahan angka melalui duet Steven Setiawan/Jonathan Sutanto yang menghadapi Demorza Naafi/Ray Mutaqqin. Pertandingan berlangsung ketat dengan tiga kali skor imbang pada 24-24, 31-31, dan 32-32 sebelum BINUS menutup duel dengan kemenangan 33-32.

Pada partai keempat, ganda campuran Jonathan Sutanto/Veren Irvana Daula menghadapi pasangan UNJ, Demorza Naafi/Citra M. Surono. UNJ berkali-kali mampu menyamakan kedudukan, bahkan skor kembali imbang 43-43 sebelum BINUS mengamankan pertandingan dengan keunggulan tipis 44-43.

Partai penentu berlangsung di sektor ganda putri yang mempertemukan Feodora Hisanah/Veren Irvana Daula dari BINUS dengan Antonia H Haganingrum/Citra M. Surono dari UNJ. Setelah kedudukan 45-45, kedua pasangan terus terlibat reli panjang hingga kembali imbang 48-48, 49-49, dan 50-50 sebelum BINUS mengunci kemenangan 55-53 sekaligus memastikan gelar juara Regional Bandung.

Pelatih BINUS, Haryadi Abu, mengungkapkan target awal timnya sebenarnya hanya menembus The Nationals. Namun, setelah mampu menjadi juara Regional Bandung, ia bersyukur sekaligus menyoroti tantangan format pertandingan beregu yang menggunakan sistem poin 55 dengan setiap pertandingan dimainkan hingga 11 poin.

“Lebih pendek dan instan. Strategi kami, yang pasti setelah selesai bertanding langsung recovery. Istirahat cukup, makan cukup, dan dijaga,” kata Haryadi.

Menurut Haryadi, format pertandingan tersebut membuat kontinuitas permainan dan pengaturan pemain menjadi bagian penting dari strategi tim. Pergantian pemain juga menjadi salah satu faktor yang harus dimanfaatkan secara tepat agar kondisi atlet tetap terjaga hingga pertandingan berakhir.

“Tantangan lain, dengan skor atau poin 11 adalah kontinuitas. Untungnya pemain bisa diganti. Tantangan berikutnya, jaga semangat di The Nationals,” ujarnya.

Kapten BINUS, Jonathan Sutanto, menambahkan bahwa timnya sejak awal telah mempersiapkan diri menghadapi sistem pertandingan poin 55. Ia mengakui pertandingan tetap menguras tenaga, terutama karena dirinya harus tampil di sektor ganda putra dan ganda campuran.

“Jelas lelah, tapi melihat dari sisi terang, durasi tandingnya lebih pendek jika dibandingkan dengan kompetisi per partai. Karena turun untuk sektor ganda putra dan ganda campuran, tugas terbesar saya menjaga stamina serta fokus selama bertanding,” ujar Jonathan.

Para juara Regional Bandung dan Semarang selanjutnya akan bertemu pada Campus League Badminton The Nationals yang berlangsung di GOR Bandung pada 21-25 September 2026. Untuk kategori individu, masing-masing delapan pemain, pasangan, atau triple terbaik berhak melaju, sedangkan kategori beregu diikuti empat tim semifinalis dari masing-masing regional.

Dari Regional Bandung, empat tim yang memastikan tiket The Nationals adalah BINUS Jakarta, UNJ, Universitas Budi Luhur Jakarta, dan Universitas Gunadarma. Sementara Regional Semarang mengirim Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai juara, disusul Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Pada Regional Semarang, UII berhasil menjadi juara kategori beregu, sedangkan UNS menjadi juara umum kategori individu setelah mengoleksi tiga gelar. Tiga gelar tersebut diraih Adna Farrell Nugroho/Muhamad Khalil Munawar Abullah pada ganda putra, Lintang Ari Rahmawati/Tanaya Yafiyah Darojat pada ganda putri, serta Adna Farrell Nugroho/Lintang Ari Rahmawati pada ganda campuran.

Salah satu wakil Regional Bandung, juara ganda campuran Muhammad Halim As Sidiq/Citra M. Surono dari UNJ, menyatakan siap menghadapi persaingan pada The Nationals. Keduanya memanfaatkan waktu istirahat untuk memulihkan kondisi sekaligus memetakan kekuatan pemain dari Regional Semarang.

“Persaingan di sana, Regional Semarang, cukup ketat pada partai ganda. Salah satu pemain yang saya sangat antisipasi dari Semarang itu teman saya sendiri, pemain ganda putri, Tanaya Yafiyah Darojat,” ungkap Citra.

Citra bersama Halim juga membawa pengalaman dari pertandingan Regional Bandung sebagai modal menghadapi The Nationals. Ia menilai pertandingan melawan pasangan kuat seperti Khaddhaffy A. Cahaya/Alya Ardelia dari Universitas Budi Luhur memberikan pelajaran penting mengenai strategi dan kemampuan membaca pola permainan lawan.

“Karena tangan mereka kuat, pintar berstrategi pula. Untuk saya dan Halim butuh kejelian dalam membaca pola permainan sekaligus mengantisipasi serangan lawan,” kata Citra.

Sebelumnya, Campus League Badminton Regional Bandung kategori individu telah menyelesaikan babak final pada Rabu (16/9). Pada ganda campuran, Muhammad Halim As Sidiq/Citra M. Surono dari UNJ menjadi juara setelah mengalahkan Khaddhaffy Allrhenandhy/Alya Ardelia dari Universitas Budi Luhur Jakarta dengan skor 15-13, 15-10.

Ganda putra menjadi milik Fajar Putra Setiawan/Ridho Ma’sum Firdaus dari Universitas Komputer Indonesia setelah menundukkan Gilang Pramunantio/Miftah Ilman Khatami dari Universitas Trisakti Jakarta dengan skor 10-15, 15-17. Sementara pada ganda putri, Alya Ardelia/Shofi Aprilia Argyanti dari Universitas Budi Luhur Jakarta mengalahkan Shafa Alya Ramadhani/Aura Zalfa Syafiya dari Universitas Gunadarma dengan skor 15-13, 15-10.

Kejutan terjadi di final tunggal putra ketika Nopriansyah Adi Gunawan dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Bekasi, yang berstatus nonunggulan, berhasil mengalahkan unggulan ketiga Muhammad Bagus Suyarto dari Universitas Budi Luhur Jakarta dengan skor 15-12, 16-14.

Sementara pada tunggal putri, unggulan kedua Maria Veronica Ngadien Prawesti dari Universitas Padjadjaran tampil sebagai juara setelah mengalahkan Alya Zafra dari Universitas Gunadarma dengan skor 15-9, 15-12. Rangkaian hasil tersebut melengkapi perjalanan Campus League Badminton Regional Bandung sebelum para student-athlete melanjutkan persaingan pada panggung The Nationals.

Daftar Juara Campus League Badminton Regional Bandung - Kategori Beregu

Winner : Universitas Bina Nusantara Jakarta

Runner-up : Universitas Negeri Jakarta

3rd Place : Universitas Budi Luhur Jakarta

Daftar Juara Campus League Badminton Regional Bandung - Kategori Individu

Tunggal Putra

Winner : Nopriansyah Adi Gunawan - Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Bekasi

Runner-up : Muhammad Bagus Suyarto - Universitas Budi Luhur Jakarta

3rd Place : Triyugo Frediqke Sunandar Hidayat - Universitas Trisakti Jakarta

Tunggal Putri

Winner : Maria Veronica Ngadien Prawesti - Universitas Padjadjaran

Runner-up : Alya Zafira - Universitas Gunadarma

3rd Place : Novia Nurzaharani - Universitas Komputer Indonesia

Ganda Putra

Winner : Fajar Putra Setiawan/Ridho Ma’sum Firdaus - Universitas Komputer Indonesia

Runner-up : Gilang Pramunantio/Miftah Ilman Khatami - Universitas Trisakti Jakarta

3rd Place : Agagis/Hegi Argian Ginanjar - Universitas Pendidikan Indonesia

Ganda Putri

Winner : Alya Ardelia/Shofi Aprilia Argyanti - Universitas Budi Luhur Jakarta

Runner-up : Aura Zalfa Syafiya/Shafa Alya Ramadhani - Universitas Gunadarma Depok

3rd Place : Citra Murdiningrum Surono/Antonia Hasna Haganingrum - Universitas Negeri Jakarta

Ganda Campuran

Winner : Muhammad Halim As Sidiq/Citra Murdiningrum Surono - Universitas Negeri Jakarta

Runner-up : Khaddhaffy Allrhenandhy/Alya Ardelia - Universitas Budi Luhur

3rd Place : Deandra Ikhsan Gunawan/Agnia Sri Rahayu - STKIP Pasundan

3v3

Winner : Agnia Sri Rahayu/Rangga Arda Rheta/Deandra Ikhsan Gunawan - STKIP Pasundan Cimahi

Runner-up : Alya Zafira/Muhammad Irsya Mubarok/Ardha Tanu Widarma - Universitas Gunadarma

3rd Place : Zacki Arbiansyah Supriatna/Magfira Kusumalani/Abdul Rafi Ats Tsaqif - Universitas Pendidikan Indonesia

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....