Cimahi Bidik Peningkatan Prestasi pada Porprov Jawa Barat 2026
- 08 Sep 2026 17:58 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID,Cimahi - Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cimahi terus mematangkan persiapan kontingen. Sebanyak 50 cabang olahraga (cabor) rencananya akan diberangkatkan untuk memperkuat Kota Cimahi pada ajang olahraga multievent tingkat Jawa Barat tersebut.
Pelepasan kontingen Kota Cimahi dijadwalkan berlangsung di Pemkot Cimahi,pada Rabu, 9 September 2026. Prosesi pelepasan rencananya dilakukan oleh Wali Kota Cimahi Letkol (Purn.) Ngatiyana, S.A.P., di Jalan Raden Demang Hardjakusumah Blok Jati, Cihanjuang No. 1. Momentum tersebut menjadi bagian penting sebelum atlet memasuki tahapan persiapan akhir menghadapi persaingan Porprov.
Ketua Umum KONI Kota Cimahi, H. Aris Permono, S.Sos., M.Si., mengatakan jumlah keikutsertaan Cimahi pada Porprov 2026 mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Menurutnya, peningkatan tersebut mencapai hampir dua kali lipat jika dilihat dari jumlah cabor yang dipersiapkan sejak awal.
“Kalau dibanding Porprov kemarin, sekarang jumlahnya mungkin bertambah. Hampir 100 persen lebih,” ujar Aris Permono.Di Pemkot Cimahi, selasa 8 September 2026.
Meski demikian, Aris menjelaskan tidak seluruh cabor yang dipersiapkan dapat diberangkatkan ke Porprov 2026. Sejumlah cabor harus terhenti setelah tidak lolos babak kualifikasi, sementara beberapa lainnya terkendala masa berlaku surat keputusan (SK) organisasi yang belum selesai melalui proses musyawarah.
“Keseluruhan cabor yang kita siapkan ada 64. Tetapi ada beberapa yang tidak bisa berangkat karena SK-nya belum musyawarah. Selain itu, ada juga yang gagal di BK,” katanya.

Dari total 64 cabor yang semula dipersiapkan, KONI Kota Cimahi akhirnya menetapkan sekitar 50 cabor yang dapat diberangkatkan. Aris menyebut terdapat sekitar 14 cabor yang tidak dapat mengikuti Porprov, terdiri atas enam cabor yang terkendala SK dan sisanya gagal melewati babak kualifikasi.
“Dari 64 cabor, yang diberangkatkan sekarang 50. Berarti ada 14 yang tidak diberangkatkan. Enam di antaranya karena SK-nya habis, sementara sisanya gagal di BK,” ungkapnya.
Aris menilai Cimahi selama ini memiliki reputasi sebagai salah satu daerah yang mampu memberikan kejutan dalam ajang olahraga tingkat Jawa Barat. Karena itu, pihaknya optimistis karakter tersebut kembali ditunjukkan pada Porprov 2026, dengan mengandalkan kekuatan atlet serta dukungan pemerintah daerah.
Menurut Aris, salah satu faktor utama yang menjadi kekuatan pembinaan olahraga di Kota Cimahi adalah sinergitas antara KONI dengan Pemerintah Kota Cimahi. Dukungan tersebut dinilai memberikan ruang bagi KONI untuk menjalankan program pembinaan dan meningkatkan prestasi atlet secara berkelanjutan.
“Kuncinya itu bagaimana KONI bisa sinergis dengan pemerintah. Selama kita tidak bisa sinergis dengan pemerintah, ya itulah. Alhamdulillah KONI Cimahi selalu menjadi perhatian pemerintah,” tuturnya.
Ia menambahkan, meskipun Kota Cimahi memiliki wilayah yang relatif kecil dan hanya terdiri atas tiga kecamatan, dukungan anggaran pemerintah terhadap olahraga dinilai cukup baik. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi KONI dalam menjalankan program pembinaan atlet dan persiapan menghadapi berbagai kejuaraan.
“Kalau kita Cimahi ini cuma tiga kecamatan dan tidak punya kekayaan dari segi PAD. Tidak ada hotel, tidak ada tempat hiburan dan sebagainya. Tetapi dukungan pemerintah, khususnya dari Pak Wali Kota, cukup bagus,” kata Aris.
Selain dukungan anggaran, Aris mengapresiasi sistem monitoring dan evaluasi yang dilakukan Pemerintah Kota Cimahi terhadap KONI. Pengawasan tersebut dilakukan secara berkala, mencakup aspek administrasi, pengelolaan keuangan hingga perkembangan prestasi olahraga.
“Pengawasan ini luar biasa. Kami secara prosedur dimonev terus-terusan. Kami dilihat dari segi administrasi, keuangan, dan peningkatan prestasi,” ujarnya.
Aris mengatakan intensitas monitoring tersebut membuat KONI harus senantiasa memastikan seluruh program berjalan sesuai ketentuan. Komunikasi antara KONI dengan perangkat pemerintah juga dilakukan secara rutin sehingga setiap perkembangan persiapan atlet dapat diketahui dan dievaluasi.
“Yang formalnya itu monev. Di luar itu, Kabid, Kasi, dan Kepala Dinas juga terus berkomunikasi dengan kami. Alhamdulillah, dalam pertanggungjawaban keuangan, hasil pemeriksaan BPK kami selalu nihil. Setiap tahun WTP,” ungkapnya.
Memasuki tahapan persiapan berikutnya, KONI Cimahi kini memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kondisi fisik atlet. Program tersebut dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing cabang olahraga, sehingga latihan tidak disamaratakan antara satu cabor dengan cabor lainnya.
“Kami sekarang terus melaksanakan latihan fisik. Pelatih fisiknya dipimpin Pak Kahar. Latihan fisik ini berbeda dengan dulu karena sekarang dilihat karakteristik masing-masing cabor,” jelas Aris.
Ketua Harian KONI Kota Cimahi, Kol. Inf. (Purn.) Drs. Joko Mulyono, M.Pd., menambahkan, pihaknya juga membentuk satuan tugas pemantauan untuk memastikan program latihan berjalan sesuai rencana. Tim tersebut turun langsung ke lapangan untuk memantau proses latihan atlet yang menjalani pemusatan latihan.
“Namanya Satgas Pemantauan. Satu tim bisa memantau lima sampai sepuluh cabor. Mereka turun ke lapangan, melihat langsung latihan, kemudian dicatat dan dievaluasi,” ujar Joko.
Joko menjelaskan, sekitar 40 atlet unggulan dari kurang lebih 20 cabor menjadi perhatian khusus dalam program pembinaan tersebut. Mereka mendapatkan latihan fisik di sejumlah lokasi, di antaranya Pussenarhanud, Dinas Jasmani Angkatan Darat, dan kawasan Sangkuriang, sementara program teknis tetap menjadi tanggung jawab masing-masing cabor dan pelatihnya.
“Yang menjadi perhatian khusus adalah fisik karena itu bagian dominan dalam kegiatan olahraga seperti ini. Bukan berarti teknis ditinggalkan. Untuk teknis tetap dilatih oleh cabor masing-masing, sedangkan latihan fisik disesuaikan dengan karakteristik cabor,” kata Joko.
Terkait target perolehan medali emas, Joko memilih tidak menetapkan angka secara terbuka mengingat persaingan Porprov Jawa Barat sangat dinamis. Namun, KONI Cimahi menegaskan target utama adalah meningkatkan pencapaian dibandingkan Porprov sebelumnya dengan dukungan seluruh pihak.
“Mohon doanya saja. Kami harus meningkat. Dinamikanya sangat tinggi. Ada sekitar 20 cabor dan 40 atlet unggulan yang menjadi perhatian kami,” ujarnya.
Salah satu cabang olahraga yang menjadi perhatian adalah tinju. Joko menyebut cabor tersebut memiliki potensi untuk memberikan kontribusi medali bagi Cimahi, termasuk melalui atlet bersaudara Gober yang selama ini menjalani latihan bersama lingkungan pembinaan olahraga Jawa Barat di Pajajaran.
“Tinju alhamdulillah bagus. Gober bersaudara itu termasuk yang kami harapkan. Latihannya di Pajajaran bersama rekan-rekan yang ada di Jawa Barat,” katanya.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Porprov Jawa Barat 2026, KONI Cimahi berharap seluruh program persiapan dapat berjalan maksimal. Sinergitas antara pemerintah, KONI, cabor, pelatih, atlet, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk membawa nama Kota Cimahi bersaing sekaligus meningkatkan prestasi pada ajang olahraga terbesar di Jawa Barat tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....