Epriyanto Kasmuri Klaim Penuhi Syarat Bakal Calon Ketua KONI Jabar
- 01 Sep 2026 22:27 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Bursa calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat mulai memasuki babak baru. Persyaratan bakal calon ketua telah ditetapkan melalui Rapat Kerja (Raker) KONI Jawa Barat yang digelar pada 30 Agustus 2026 di Gedung Paguyuban Pasundan, Jalan Sumatera No. 41, Kota Bandung.
Rapat tersebut berlangsung lancar dan diikuti para perwakilan cabang olahraga (cabor), KONI kabupaten/kota, serta badan fungsional yang memiliki hak suara.
Salah satu agenda penting yang diputuskan dalam forum tersebut adalah penetapan persyaratan bakal calon Ketua Umum KONI Jawa Barat. Selain persyaratan umum dan khusus, bakal calon diwajibkan mengantongi dukungan sedikitnya 25 persen pemilik suara, atau kurang lebih 25 suara, yang berasal dari unsur cabor, KONI kabupaten/kota, maupun badan fungsional.

Nama Epriyanto Kasmuri sebelumnya memang telah mencuat dalam dinamika bursa calon Ketua KONI Jawa Barat. Ketika ditanya mengenai persyaratan yang telah ditetapkan dalam Raker tersebut, Epriyanto menyatakan optimistis dirinya dapat memenuhi seluruh ketentuan yang dipersyaratkan.
“Dari syarat yang ditentukan KONI pada Raker kemarin, insyaAllah saya memenuhi syarat,” ujar Epriyanto.Selasa 1 September 2026.
Tak hanya sekadar mengklaim memenuhi persyaratan administrasi, Epriyanto juga menyebut telah membangun komunikasi dengan sejumlah pemilik suara.
Ia mengaku terdapat sekitar 25 pemilik suara yang siap memberikan dukungan secara tertulis, sebagai salah satu syarat penting untuk maju dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum KONI Jawa Barat.
“Untuk dukungan minimal 25 suara, insyaAllah ada sekitar 25 pemilik suara yang siap memberikan dukungan tertulis,” katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Epriyanto tidak datang sekadar sebagai nama yang ikut meramaikan bursa. Jika dukungan tersebut benar-benar terealisasi dalam bentuk dukungan tertulis, maka posisi Epriyanto dalam peta persaingan calon Ketua KONI Jabar patut diperhitungkan.
Nama di Kantong Gubernur Masih Misterius
Dinamika bursa calon Ketua KONI Jawa Barat juga semakin menarik setelah muncul pernyataan dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat mengenai adanya nama bakal calon yang disebut telah berada di “kantong” Gubernur Jawa Barat.
Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti siapa nama yang dimaksud.
Ketika dikonfirmasi mengenai isu tersebut, Epriyanto memilih tidak berspekulasi. Ia menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak yang sebelumnya menyampaikan pernyataan.
“Untuk nama yang ada di kantong Gubernur, silakan tanya kepada yang memberikan pernyataan. Saya kurang tahu akan hal itu,” tutur Epriyanto.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa Epriyanto tidak ingin terjebak dalam spekulasi politik menjelang proses pemilihan. Baginya, proses pencalonan tetap harus dikembalikan pada mekanisme organisasi dan persyaratan yang telah ditetapkan KONI Jawa Barat.
Fokus Porprov dan Target Jabar di PON 2028
Di tengah mulai menghangatnya bursa Ketua KONI Jabar, Epriyanto juga menegaskan bahwa persoalan yang lebih besar adalah bagaimana memastikan pembinaan dan prestasi olahraga Jawa Barat tetap berjalan.
Menurutnya, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat menjadi salah satu momentum penting untuk mengukur sekaligus menjaring atlet-atlet potensial yang nantinya dapat diproyeksikan memperkuat Jawa Barat pada ajang nasional.
Hal tersebut menjadi semakin strategis karena Jawa Barat mencatat sejarah 3 kali berturut-turut sebagai juara umum PON.
“Porprov harus terselenggara dengan baik. Ini menjadi momentum untuk menentukan atlet-atlet berkualitas yang nantinya bisa diproyeksikan untuk Jawa Barat, tentunya tidak hanya bagi cabor yang saya bidangi yaitu Bola Basket, melainkan seluruh cabor yang dilombakan” ujar Epriyanto.
Menurut dia, keberhasilan mempertahankan dominasi Jawa Barat di pentas olahraga nasional tidak cukup hanya dengan mengandalkan atlet yang sudah berprestasi. Regenerasi dan pencarian talenta baru harus dilakukan secara sistematis sejak level daerah.
Karena itu, Porprov bukan sekadar kompetisi antardaerah. Ajang tersebut merupakan bagian penting dari rantai pembinaan prestasi olahraga Jawa Barat menuju PON 2028.
Bagi Epriyanto, siapa pun yang nantinya memimpin KONI Jawa Barat harus mampu memastikan organisasi tidak berhenti pada persoalan kontestasi, tetapi benar-benar menghasilkan kebijakan yang berdampak pada prestasi atlet.
Bursa calon ketua boleh menghangat, tetapi target Jawa Barat mempertahankan supremasi olahraga nasional tidak boleh ikut terganggu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....