Jelang Peparda 2026,Ketua NPCI berharap Segera Bertemu Wali Kota Bandung

  • 27 Agt 2026 16:50 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - NPCI Kota Bandung tetap memasang target tinggi untuk meraih gelar juara umum pada Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII Jawa Barat 2026. Namun, ambisi tersebut dihadapkan pada persoalan anggaran yang dinilai masih sangat minim untuk membiayai kebutuhan kontingen dan persiapan sebagai tuan rumah.

Ketua NPCI Kota Bandung, Yadi Sofyan, mengatakan pihaknya pada prinsipnya telah menyatakan kesiapan untuk menyukseskan penyelenggaraan Peparda sekaligus mengejar prestasi terbaik bagi Kota Bandung. Persiapan atlet bahkan telah dilakukan sejak awal tahun melalui sejumlah tahapan.

“Pada prinsipnya NPCI Kota Bandung sangat siap untuk menyukseskan tuan rumah dan sukses juga dalam prestasi. Itu sudah kami persiapkan dari awal tahun,” kata Yadi.pada saat sesi konferensi pers di sekretariat NPCI Kota Bandung, Pajajaran Kota Bandung.Kamis 27 Agustus 2026.

Menurutnya, persiapan tersebut diawali dengan proses perekrutan atlet, seleksi, hingga pemusatan latihan yang mulai digelar sejak Juni 2026. Seluruh tahapan berjalan sesuai rencana dan menjadi bagian dari strategi NPCI Kota Bandung menghadapi persaingan Peparda.

“Mulai dari perekrutan nama, seleksi, sampai pemusatan latihan mulai bulan Juni sudah kami siapkan segala sesuatunya. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar,” ujarnya.

Yadi menjelaskan, NPCI Kota Bandung telah menyiapkan kekuatan besar untuk menghadapi Peparda 2026. Kontingen tersebut diproyeksikan terdiri atas sekitar 300 atlet, 100 pelatih dan kepala pelatih, serta jajaran official, manajer, dan panitia kontingen.

“Kontingen NPCI Kota Bandung mempersiapkan sekitar 300 atlet dan 100 pelatih serta kepala pelatih. Ditambah official, manajer, dan panitia kontingen, jumlahnya lebih dari 500 orang,” jelas Yadi.

Besarnya jumlah anggota kontingen membuat kebutuhan pembiayaan menjadi cukup besar. Karena itu, pemangkasan anggaran akibat kebijakan efisiensi menjadi persoalan yang dikhawatirkan dapat memengaruhi konsentrasi persiapan NPCI Kota Bandung.

Yadi mengungkapkan, pihaknya mendapat informasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terkait adanya penyesuaian anggaran kontingen maupun pelaksanaan. Kondisi tersebut dinilai cukup berat mengingat NPCI Kota Bandung juga memiliki tanggung jawab sebagai salah satu daerah yang dipersiapkan untuk mendukung penyelenggaraan Peparda.

“Dengan anggaran yang cukup minim untuk kontingen sebesar ini, ditambah persiapan sebagai tuan rumah, tentunya ini sangat mengganggu konsentrasi kita,” tuturnya.

Meski demikian, Yadi memastikan kondisi anggaran tidak akan menyurutkan semangat para atlet. Ia menyebut pihaknya secara rutin melakukan komunikasi dan kunjungan kepada atlet untuk memastikan motivasi mereka tetap terjaga menjelang pertandingan.

“Kami juga sudah sering berkunjung ke atlet-atlet. Mereka sangat semangat. Walaupun dalam kondisi yang luar biasa seperti ini, mereka masih tetap semangat,” katanya.

Untuk memperjuangkan dukungan tambahan, NPCI Kota Bandung telah mengajukan audiensi kepada Wali Kota Bandung. Surat permohonan audiensi tersebut disampaikan agar jajaran pemerintah kota dapat mengetahui secara langsung kondisi persiapan kontingen sekaligus kebutuhan yang masih harus dipenuhi.

“Kami NPCI Kota Bandung sudah menyampaikan surat audiensi pada hari Senin. Mudah-mudahan kami segera bertemu dengan Bapak Wali Kota,” ujar Yadi.

Ia berharap pertemuan tersebut setidaknya dapat memberikan motivasi kepada atlet, pelatih, dan seluruh anggota kontingen. Menurut Yadi, dukungan moral dari kepala daerah menjadi penting agar perjuangan NPCI Kota Bandung tetap berjalan optimal meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.

“Minimal kami mendapat motivasi dari Bapak Wali. Kami juga mohon dukungan dari Pak Wali dan seluruh jajaran pemerintah agar kontingen NPCI Kota Bandung tetap semangat mengharumkan Kota Bandung,” ucapnya.

Terkait besaran anggaran, Yadi menyebut NPCI Kota Bandung sebelumnya mengajukan kebutuhan sebesar Rp10 miliar untuk kontingen. Pengajuan tersebut, kata dia, juga telah dikomunikasikan melalui Dispora dan DPRD, namun informasi terakhir menyebut anggaran yang tersedia untuk kontingen hanya sekitar Rp2,5 miliar.

“Anggaran yang kami ajukan Rp10 miliar. Itu juga sudah diajukan oleh Dispora dan sudah kami komunikasikan dengan Dewan. Namun, Senin kemarin kami mendapat kabar bahwa anggaran untuk kontingen yang didapat hanya Rp2,5 miliar,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk kebutuhan penyelenggaraan sebagai tuan rumah, NPCI Kota Bandung mengajukan anggaran sebesar Rp14 miliar. Namun, dari pengajuan tersebut, anggaran yang disetujui atau akan diberikan disebut hanya sekitar Rp5 miliar. Yadi berharap masih ada peluang penambahan anggaran agar kebutuhan pelaksanaan dapat dipenuhi secara maksimal.

“Untuk tuan rumah, pengajuan kami Rp14 miliar, tetapi yang akan diberikan sekitar Rp5 miliar. Harapan kami tentunya bisa bertambah untuk mencukupi kebutuhan secara maksimal,” katanya.

Yadi menambahkan, sebagian kebutuhan persiapan atlet sejauh ini telah ditopang melalui anggaran murni yang tersedia. Dana tersebut telah dialokasikan untuk latihan, konsumsi minuman atlet, seragam, hingga berbagai peralatan pendukung.

“Untuk anggaran pelaksanaan, kami mendapat anggaran murni dan sudah dialokasikan untuk latihan, minum, seragam, serta peralatan pendukung. Selama latihan, alhamdulillah semuanya tercukupi,” jelasnya.

Adapun pembayaran honor kontingen, lanjut Yadi, masih menunggu pencairan melalui anggaran perubahan atau ABT. Ia mengatakan honor tersebut nantinya akan dibayarkan secara rapel setelah anggaran dari Dispora tersedia.

“Karena honor kontingen adanya di ABT, maka akan diberikan secara rapel nanti ketika anggarannya cair dari Dispora,” katanya.

Kendati menghadapi keterbatasan anggaran, NPCI Kota Bandung memastikan persiapan dan perjuangan menuju Peparda 2026 tidak akan berhenti. Seluruh atlet dan tim pendukung diminta tetap fokus menjaga kondisi serta mempersiapkan diri sebaik mungkin.

“Dalam kondisi apa pun, kita tetap siap jadi juara umum,” tegas Yadi.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bandung, Wali Kota Bandung, Dispora, DPRD, atlet, seluruh anggota kontingen, serta masyarakat Kota Bandung yang selama ini memberikan dukungan. Menurutnya, dukungan seluruh pihak menjadi modal penting bagi NPCI Kota Bandung untuk menghadapi Peparda 2026.

“Terima kasih kepada pemerintah, Pak Wali, Dispora, DPRD, seluruh atlet, seluruh kontingen, dan masyarakat Kota Bandung atas dukungannya selama ini,” pungkas Yadi.

Sementara itu,Sekretaris Umum NPCI Kota Bandung, Djumono, menegaskan kesiapan kontingen Kota Bandung menghadapi Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII Jawa Barat 2026. Ajang olahraga disabilitas tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22 hingga 28 November 2026 di Kota Bandung.

Djumono mengatakan, seluruh persiapan terus dimatangkan untuk memenuhi target yang telah ditetapkan organisasi. NPCI Kota Bandung berkomitmen mengembalikan gelar juara umum yang sebelumnya pernah diraih.

“Alhamdulillah, persiapan kontingen NPCI Kota Bandung menghadapi Peparda VII tahun 2026 terus kami lakukan. Kami ingin memastikan seluruh atlet benar-benar siap menghadapi pertandingan,” ujar Djumono.

Menurutnya, NPCI Kota Bandung akan ambil bagian pada seluruh 17 cabang olahraga yang dipertandingkan. Pembinaan atlet di berbagai cabor tersebut telah dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan peluang meraih prestasi maksimal.

“Kita tentunya terus siap sesuai dengan komitmen kita untuk merebut kembali juara umum. Pembinaan sudah kami lakukan di 17 cabang olahraga dan seluruhnya akan kami ikuti,” katanya.

Djumono menambahkan, sejumlah tahapan penting yang dilakukan NPCI Jawa Barat juga telah dilalui kontingen Kota Bandung, termasuk proses keabsahan dan klasifikasi atlet. Tahapan tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh atlet memenuhi ketentuan sebelum tampil di arena pertandingan.

“Proses keabsahan atlet dan klasifikasi atlet sudah dilakukan. Alhamdulillah, tahapan itu semakin membuat kami siap untuk menghadapi Peparda VII dan berusaha menjadi juara umum,” tuturnya.

Status Kota Bandung sebagai tuan rumah Peparda VII 2026 turut menjadi tambahan motivasi bagi NPCI Kota Bandung. Djumono menyebut, pada awalnya persiapan memang difokuskan untuk kepentingan kontingen, tetapi predikat tuan rumah membuat pihaknya harus meningkatkan kesiapan di berbagai aspek.

“Kita tahu bersama Kota Bandung menjadi tuan rumah. Awalnya kami hanya mempersiapkan kontingen Kota Bandung, tetapi dengan status sebagai tuan rumah tentu menjadi motivasi bagi kami untuk lebih siap lagi,” ujarnya.

Di sisi lain, Djumono mengakui adanya kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah Kota Bandung menjadi tantangan tersendiri dalam persiapan kontingen. Menurut dia, kebutuhan yang disiapkan untuk Peparda VII 2026 dirasakan lebih terbatas dibandingkan persiapan pada Peparda sebelumnya tahun 2022.

“Dengan adanya efisiensi dari Pemerintah Kota Bandung, hal ini sedikit menurunkan semangat kami karena kebutuhan kontingen saat ini saya pikir lebih sedikit dibandingkan apa yang sudah dilakukan pada 2022 lalu,” katanya.

Karena itu, NPCI Kota Bandung berharap Pemerintah Kota Bandung dapat memberikan dukungan lebih terhadap kebutuhan atlet dan kontingen. Dukungan tersebut dinilai penting agar target prestasi tetap dapat diwujudkan meski terdapat keterbatasan anggaran.

“Harapan kami tentunya ada nilai lebih dari Pemerintah Kota Bandung untuk atlet dan kontingen NPCI Kota Bandung agar kami bisa lebih siap lagi untuk menjadi juara umum,” kata Djumono.

Djumono juga mengungkapkan bahwa hingga kini pihaknya belum mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Wali Kota Bandung setelah Kota Bandung ditetapkan sebagai tuan rumah Peparda VII 2026. Kondisi tersebut mendorong NPCI Kota Bandung mengirimkan surat resmi untuk meminta agenda audiensi dengan kepala daerah.

“Selama ini kami belum pernah bertemu dengan Bapak Wali Kota Bandung setelah ditetapkan menjadi tuan rumah. Beberapa hari lalu kami sudah melayangkan surat agar NPCI Kota Bandung bisa diterima untuk beraudiensi,” ujarnya.

Melalui pertemuan tersebut, NPCI Kota Bandung ingin menyampaikan secara langsung berbagai harapan atlet serta kebutuhan kontingen dalam menghadapi Peparda VII 2026. Audiensi juga diharapkan menjadi ruang komunikasi untuk memperkuat sinergi antara NPCI Kota Bandung dan Pemerintah Kota Bandung.

“Nanti melalui Ketua, kami ingin menyampaikan langsung kepada Pemerintah Kota Bandung dan Bapak Wali Kota mengenai harapan atlet, kebutuhan kontingen, serta hal-hal lain yang perlu mendapatkan perhatian,” pungkas Djumono.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....