PB Taqi Arena Runner-Up Sirnas C Bandung,Raih Enam Emas

  • 15 Agt 2026 22:14 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - PB Taki Arena Badminton Academy harus puas menempati posisi runner-up pada Kejuaraan Sirkuit Nasional (Sirnas) C Wali Kota Bandung Utama Open 2026. Klub tersebut mengoleksi enam medali emas, tujuh perak, dan 12 perunggu sepanjang kejuaraan.

Perolehan tersebut membuat Taki Arena hanya terpaut satu medali emas dari Mutiara Cardinal yang keluar sebagai juara umum. Persaingan ketat kedua klub menjadi gambaran positif bagi perkembangan pembinaan dan kompetisi bulu tangkis di Jawa Barat.

Manajer Operasional PB Taki Arena, Abrar Kharim Sastra Wardana, mengaku cukup puas dengan pencapaian anak asuhnya meski belum berhasil menjadi juara umum. Menurutnya, hasil tersebut tetap menunjukkan konsistensi para atlet Taki Arena dalam menghadapi persaingan tingkat nasional.

"Saya cukup puas dengan hasil ini walaupun hanya menempati runner-up. Kami tetap mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang sudah bertanding maksimal," ujar Abrar.di GOR Bandung,jalan Jakarta, Sabtu 15 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, Taki Arena pada tahun ini lebih memprioritaskan nomor-nomor dengan kategori usia genap. Kondisi tersebut membuat tim harus melakukan perhitungan secara matang terhadap nomor pertandingan yang menjadi target utama untuk meraih gelar juara.

"Kalau saat ini kita masih hitung-hitungan. Tahun ini yang menjadi prioritas di Taki Arena adalah usia genap. Secara kualitas, anak-anak bermain rata dan persaingannya cukup ketat, tetapi memang ada beberapa nomor yang kami targetkan menjadi juara belum tercapai," katanya.

Abrar menilai persaingan di Sirnas C tahun ini semakin kompetitif karena mulai bermunculan klub-klub baru, termasuk peserta dari luar Jawa Barat. Menurutnya, peningkatan level kompetisi membuat animo klub dan atlet untuk tampil di ajang tersebut semakin besar.

"Klub-klub baru sekarang bermunculan karena kelasnya naik. Sebelumnya hanya Jawa Barat, sekarang sudah naik ke kelas Sirkuit Nasional C sehingga pesertanya lebih banyak. Di antaranya ada klub dari luar Jawa Barat yang bersaing di Ganda Taruna Campuran dan Ganda Taruna Putra," ucapnya.

Menghadapi jadwal pertandingan yang padat, Taki Arena berupaya menjaga kondisi fisik dan mental para atlet. Abrar menyebut rangkaian pertandingan yang berlangsung sejak Juli hingga Agustus membuat tim harus memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan serta kesiapan psikologis pemain.

"Kami memaksimalkan persiapan karena pertandingan cukup padat. Sejak Juli pertandingan sudah beruntun, sehingga kami fokus menjaga kondisi kesehatan atlet, mental, dan psikisnya," tuturnya.

Dalam memberikan motivasi, Abrar meminta para atlet tidak terbebani target secara berlebihan. Ia berharap pemain mampu mengelola tekanan pertandingan dan menampilkan seluruh hasil latihan ketika berada di lapangan.

"Setiap atlet pasti memiliki beban, tetapi bagaimana mereka bisa mengelola beban tersebut sehingga mampu mengeluarkan kemampuan maksimal. Apa yang sudah dilatih, silakan diterapkan dan ditampilkan dalam pertandingan," katanya.

Sebagai bentuk apresiasi, manajemen Taki Arena juga menyiapkan bonus bagi atlet yang berhasil meraih prestasi. Bonus tersebut diharapkan menjadi tambahan motivasi agar para pemain terus berjuang mencapai hasil terbaik sekaligus meningkatkan semangat dalam menjalani proses pembinaan.

"Pastinya kami akan memberikan bonus kepada atlet. Harapannya, mereka juga semakin termotivasi untuk meraih gelar," ujar Abrar.

Taki Arena juga terus memproyeksikan atlet-atlet mudanya menuju level yang lebih tinggi, termasuk peluang menembus Pelatnas. Abrar mengungkapkan, salah satu pasangan dari nomor Ganda Taruna Campuran telah memenuhi kategori yang dibutuhkan untuk mengikuti persiapan menuju World Junior Championship setelah sebelumnya memperkuat Indonesia pada Asian Junior Championships di Jepang.

"Alhamdulillah, kami sudah ada nama yang mendekati. Dari Ganda Taruna Campuran sudah masuk dan memenuhi kategori untuk kebutuhan World Junior Championship. Mereka sebelumnya juga membela AJC di Jepang dan sekarang sedang mempersiapkan diri menuju World Junior Championship," katanya.

Abrar optimistis peluang atlet tersebut untuk masuk Pelatnas semakin terbuka. Ia menilai pencapaian itu merupakan bagian dari cita-cita besar Taki Arena dalam membangun sistem pembinaan berkelanjutan yang mampu menghasilkan atlet berkualitas hingga level internasional.

"Kalau untuk masuk Pelatnas, insya Allah. Kami optimistis," tegasnya.

Terkait pelaksanaan Sirnas C Wali Kota Bandung Utama Open 2026, Abrar memberikan apresiasi terhadap persaingan dan penyelenggaraan turnamen. Menurutnya, peningkatan status menjadi Sirnas C membuat penyelenggara harus menghadapi tantangan lebih besar, terutama karena jumlah peserta dan kebutuhan pertandingan meningkat.

"Secara keseluruhan, dari sisi persaingan kami sangat mengapresiasi. Dari segi penyelenggaraan juga tahun ini lebih siap karena sudah naik ke kelas Sirnas C. Namun, ada beberapa hal yang mungkin menjadi bahan evaluasi untuk ke depannya," katanya.

Salah satu evaluasi yang disoroti adalah kesiapan fasilitas pertandingan. Dengan jumlah peserta yang mencapai sekitar 1.200 atlet dan penggunaan sembilan lapangan, Abrar berharap penyelenggara dapat mempertimbangkan penambahan serta pengelolaan fasilitas secara lebih matang agar jadwal pertandingan tidak terlalu larut.

"Melihat animo atlet dan klub yang ikut Sirnas C pasti lebih besar. Tentunya bagaimana semuanya bisa maksimal, mulai dari panitia, atlet, hingga ofisial. Kalau pertandingan bisa molor sampai setengah dua malam, sementara paginya harus bertanding lagi, tentu menjadi perhatian," ungkapnya.

Karena itu, Abrar berharap pelaksanaan Sirnas C berikutnya dapat melakukan pembenahan, terutama dari sisi fasilitas tambahan dan manajemen jadwal. Ia menilai penyelenggaraan yang semakin baik akan memberikan dampak positif terhadap kenyamanan atlet sekaligus mendukung terciptanya kompetisi yang berkualitas.

"Untuk event berikutnya, kami berharap fasilitasnya dipersiapkan lebih matang. Dengan peserta sekitar 1.200 orang dan hanya sembilan lapangan, perlu dihitung kembali agar semuanya bisa berjalan maksimal dan prestasi atlet dapat tercapai dengan baik," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....