Hadiri Muktamar Tapak Suci, Dankodiklatad Dorong Sinergi Majukan Pencak Silat

  • 10 Agt 2026 11:47 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung — Komandan Kodiklatad Letjen TNI Dr. Mohamad Hasan, yang juga menjabat Wakil Ketua Umum PB IPSI, menegaskan pentingnya sinergi antara Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Tapak Suci Putera Muhammadiyah untuk memperkuat pembinaan serta prestasi pencak silat Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Mohamad Hasan saat menghadiri Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang dipimpin Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si., di Lapangan Pancasila Semarang.

Muktamar tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh, antara lain Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Gubernur Jawa Tengah, pimpinan persyarikatan, anggota DPR RI, serta para pendekar dari berbagai daerah di Indonesia dan lima negara lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, panitia juga memberikan Gelar Anggota Kehormatan Tapak Suci kepada Kapolri dan Wali Kota Semarang. Selain itu, sebanyak 20 warga Muhammadiyah menerima Gelar Pendekar Kehormatan.

Mohamad Hasan mengapresiasi penyelenggaraan Muktamar XVI Tapak Suci sekaligus kontribusi organisasi tersebut dalam pengembangan pencak silat nasional.

Menurut dia, Tapak Suci memiliki peran strategis tidak hanya dalam mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membentuk generasi muda yang memiliki karakter, disiplin, dan semangat kebangsaan.

“Sinergi antara PB IPSI dan Tapak Suci harus terus diperkuat, terutama dalam pembinaan atlet, pelatih, dan pengembangan prestasi. Kita ingin pencak silat Indonesia semakin maju dan mampu bersaing di tingkat dunia,” ujar Mohamad Hasan, dalam keterangannya, Minggu 9 Agustus 2026.

Ia juga mengajak seluruh keluarga besar Tapak Suci untuk terus berkontribusi dalam membangun ekosistem pencak silat yang profesional dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengingatkan pentingnya menjaga identitas dan tradisi Tapak Suci di tengah perubahan zaman. Menurut Haedar, modernisasi harus diikuti dengan penguatan tata kelola organisasi dan pemanfaatan teknologi digital tanpa menghilangkan nilai-nilai yang menjadi jati diri Tapak Suci.

“Pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga warisan budaya yang mengajarkan karakter, disiplin, dan persatuan,” katanya.

Muktamar XVI Tapak Suci menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi dalam pembinaan pencak silat sekaligus merespons tantangan perkembangan olahraga prestasi.

Kehadiran Wakil Ketua Umum PB IPSI dalam forum tersebut diharapkan memperkuat hubungan kelembagaan antara PB IPSI dan Tapak Suci. Sinergi keduanya diharapkan mampu mendorong lahirnya atlet dan pelatih berkualitas serta membawa pencak silat Indonesia semakin kompetitif di level internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....