Liga Karate Pelajar Seri Dua Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi
- 08 Agt 2026 16:53 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Liga Karate Antar Pelajar Tahun ke-2 Seri 2 2026 kembali digelar oleh Daya Nusa Digital (DnD) Production. Kejuaraan tersebut berlangsung selama dua hari, 8-9 Agustus 2026, di GOR Bandung, Jalan Jakarta, Kota Bandung, dan menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengasah kemampuan serta meningkatkan pengalaman bertanding.
Perhelatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Barat, serta Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kota Bandung. Kehadiran berbagai unsur tersebut dinilai menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam pembinaan olahraga pelajar di Jawa Barat.
Pejabat dari lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dinas Pendidikan Jawa Barat, Tini Sugiartini, mengatakan pelaksanaan kompetisi karate antar pelajar memberikan dampak positif bagi perkembangan kemampuan atlet. Menurutnya, semakin sering atlet mengikuti pertandingan, semakin banyak pengalaman yang diperoleh sehingga kemampuan dan mental bertanding akan semakin terasah.
“Semakin sering kita mengikuti atau melaksanakan kejuaraan dan semakin sering atlet mengikuti event, secara tidak langsung kemampuan mereka akan semakin terasah. Kalau Disdik belum mampu memfasilitasi seluruh lomba, hadirnya DnD sangat membantu dan berkontribusi melahirkan karateka-karateka Jawa Barat yang mungkin nanti bisa mendunia,” ujar Tini seusai pembukaan, Sabtu 8 Agustus 2026.

Tini berharap para pelajar dan karateka lainnya dapat memanfaatkan kejuaraan tersebut sebagai kesempatan untuk meningkatkan kompetensi. Menurutnya, pertandingan bukan hanya menjadi ajang mencari kemenangan, tetapi juga menjadi ruang belajar untuk memahami strategi, metode menghadapi lawan, sekaligus membangun mental dan sportivitas.
“Event ini idealnya dijadikan peluang dan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi. Melalui kejuaraan ini kita bisa mengetahui strategi dan metode untuk menghadapi lawan, sekaligus menumbuhkan sportivitas yang tinggi,” katanya.
Selain aspek olahraga, Tini menilai kompetisi karate juga memiliki nilai pendidikan, terutama dalam menumbuhkan rasa nasionalisme di kalangan generasi muda. Ia mencontohkan sikap atlet ketika lagu Indonesia Raya dikumandangkan dan bendera Merah Putih dikibarkan sebagai bagian penting dari pembentukan karakter seorang atlet.
“Dari aspek pendidikan, kegiatan lomba juga menumbuhkan jiwa nasionalisme yang sangat tinggi. Ketika Indonesia Raya dikumandangkan, saya berharap atlet bisa bersikap sempurna. Suatu saat ketika bendera Indonesia dikibarkan dan lagu Indonesia Raya dimainkan di tingkat internasional, kebanggaan sebagai atlet dan pemenang tentu menjadi kebanggaan tersendiri,” ungkap Tini.
Dinas Pendidikan Jawa Barat, lanjut Tini, akan terus mendukung kegiatan pembinaan olahraga pelajar, tidak hanya pada cabang karate. Menurutnya, potensi olahraga di kalangan pelajar sangat besar, sementara ruang kompetisi yang tersedia masih terbatas sehingga diperlukan lebih banyak kejuaraan yang dapat menjadi wadah pengembangan bakat.
“Kami sangat menunggu event-event lainnya di luar cabang karate untuk meningkatkan nilai sportivitas dan membina atlet masa depan. Saat ini kegiatan O2SN masih sangat terbatas, baik dari sisi jumlah maupun cabang olahraga, sementara minat anak-anak untuk mengembangkan potensi olahraga sangat besar,” paparnya.

Perwakilan Dispora Jawa Barat, Rudi, mengapresiasi DnD Production yang kembali menyelenggarakan Liga Karate Antar Pelajar hingga memasuki seri kedua. Ia menilai semakin banyak kompetisi yang digelar pihak di luar pemerintah akan memperkuat ekosistem olahraga sekaligus menunjukkan adanya kolaborasi antara pemerintah, cabang olahraga dan pihak swasta.
“Terima kasih kepada DnD yang sudah menyelenggarakan Liga Karate Pelajar seri kedua. Semakin banyak event yang dilaksanakan pihak luar, bukan hanya Dispora, menunjukkan adanya kolaborasi antara pemerintah melalui Dispora dan Disdik, cabang olahraga, maupun pihak swasta seperti DnD,” ujar Rudi.
Rudi menambahkan, kolaborasi menjadi semakin penting di tengah kondisi efisiensi anggaran yang terjadi saat ini. Karena itu, pengembangan olahraga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar pembinaan atlet tetap berjalan dan tidak bergantung pada satu institusi saja.
“Dengan kondisi saat ini yang banyak efisiensi, kita membutuhkan semua pihak untuk berkolaborasi dan terjun langsung mengembangkan olahraga di Jawa Barat. Intinya, kami dari Dispora Jabar sangat mendukung. Bukan hanya DnD dan bukan hanya karate, kalau ada cabang olahraga lain kami akan terus mendukung,” katanya.
Dukungan juga disampaikan perwakilan FORKI Kota Bandung, Cahaya Iskandar. Ia mengapresiasi DnD, Dispora Jabar, Disdik Jabar, serta seluruh pihak yang terlibat karena telah memberikan ruang kompetisi bagi pelajar, khususnya atlet-atlet muda yang diproyeksikan menjadi kekuatan olahraga karate Jawa Barat di masa depan.
“FORKI Kota Bandung mengucapkan terima kasih kepada DnD, Dispora dan Disdik Jabar yang telah mendukung olahraga karate. Apalagi bagi pelajar dan bibit-bibit baru, kegiatan seperti ini menjadi kesempatan untuk berkembang menjadi atlet Jawa Barat dan nantinya atlet internasional,” kata Cahaya.
Ketua Panitia Liga Karate Antar Pelajar Tahun ke-2 Seri 2, Dadang Ginanjar, mengatakan jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Jika pada penyelenggaraan sebelumnya hanya sekitar 300 peserta, tahun ini jumlah peserta mencapai kurang lebih 900 karateka pelajar.
“Alhamdulillah jumlah peserta tahun ini jauh lebih banyak dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Tahun lalu sekitar 300 peserta, sementara tahun ini kurang lebih mencapai 900 peserta. Ini menunjukkan antusiasme pelajar terhadap olahraga karate semakin tinggi,” ujar Dadang.
Menurut Dadang, peningkatan jumlah peserta tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kompetisi karate pelajar semakin diminati. Panitia juga menyiapkan program lanjutan berupa kesempatan bagi atlet berprestasi untuk mengikuti kejuaraan di luar negeri sebagai bagian dari apresiasi sekaligus pembinaan berkelanjutan.
“Untuk tahun 2026, atlet yang akan kami berangkatkan ke kejuaraan luar negeri bertambah. Awalnya hanya tiga atlet, sekarang menjadi empat atlet. Untuk tahun berikutnya pada 2027, yang rencananya berangkat pada 2028, masih kami rumuskan apakah kuotanya akan kembali bertambah,” papar Dadang.
Dengan meningkatnya jumlah peserta dan dukungan dari berbagai pihak, Liga Karate Antar Pelajar diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi tahunan. Kejuaraan ini diharapkan menjadi bagian dari proses panjang pembinaan atlet muda, mulai dari memberikan pengalaman bertanding, membangun mental juara, hingga membuka peluang bagi karateka Jawa Barat untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....