Satria Muda Akhiri Kerja Sama dengan Djordje Jovicic

  • 01 Jul 2026 19:37 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Satria Muda Pertamina Bandung resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Djordje Jovicic setelah berakhirnya kompetisi IBL GoPay 2026. Keputusan tersebut diambil seiring habisnya masa kontrak pelatih asal Serbia itu, sekaligus menandai berakhirnya kebersamaan kedua belah pihak setelah menjalani satu musim kompetisi.

Djordje Jovicic mulai menangani Satria Muda sejak 1 Desember 2025. Di bawah arahannya, tim mampu tampil konsisten sepanjang musim reguler dengan finis di posisi kedua klasemen akhir. Perjalanan Satria Muda kemudian berlanjut hingga babak semifinal IBL GoPay 2026, meski langkah mereka harus terhenti sebelum mencapai partai puncak.

Selama memimpin tim, Djordje mencatatkan statistik yang cukup impresif. Dari total 24 pertandingan yang dijalani, Satria Muda berhasil mengamankan 17 kemenangan dan hanya menelan tujuh kekalahan, atau setara dengan persentase kemenangan sebesar 70,8 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu catatan positif dalam musim pertamanya bersama klub asal Bandung itu.

Sebelum berkarier di Indonesia, Djordje dikenal memiliki pengalaman kepelatihan yang cukup panjang di level internasional. Ia pernah menjadi pelatih kepala tim junior Partizan U-18, menangani Beikong Fly Dragons U-20 di Beijing, hingga dipercaya sebagai asisten pelatih Tim Nasional Serbia U-20. Di kompetisi bola basket Indonesia, ia juga sempat membesut Pelita Jaya Jakarta sebelum menerima pinangan Satria Muda Pertamina Bandung.

Sport Director Satria Muda Pertamina Bandung, Youbel Sondakh, menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan Djordje sepanjang musim. Menurutnya, pelatih berusia asal Serbia tersebut mampu menghadirkan standar profesional baru dalam proses latihan maupun pertandingan sehingga memberikan dampak positif bagi perkembangan tim.

"Coach Djordje telah memberikan dedikasi, profesionalisme, dan totalitas yang luar biasa selama bersama Satria Muda. Kami mengapresiasi kontribusinya dalam membawa tim menutup regular season di peringkat kedua dan melaju hingga babak semifinal IBL GoPay 2026,” ujar Youbel, Rabu, 1 Juli 2026.

Youbel menjelaskan, sejak awal musim manajemen dan Djordje telah memiliki target yang sama, yakni membawa Satria Muda meraih gelar juara IBL. Karena target tersebut belum mampu diwujudkan setelah tim tersingkir di semifinal, kedua belah pihak sepakat untuk tidak melanjutkan kerja sama usai kontrak berakhir.

"Sejak awal musim, kami dan Coach Djordje memiliki kesepakatan yang sama bahwa target Satria Muda adalah menjadi juara IBL. Karena target tersebut belum berhasil kami capai setelah langkah tim terhenti di semifinal, maka kami bersama-sama memutuskan untuk mengakhiri kerja sama seiring berakhirnya masa kontrak," katanya.

Ia juga memastikan manajemen akan memanfaatkan masa jeda kompetisi untuk melakukan evaluasi sekaligus mencari pelatih baru yang sesuai dengan karakter dan visi klub.

"Saat ini tim tengah memasuki masa jeda sebelum kembali menjalani pemusatan latihan pada akhir Juli untuk menghadapi turnamen All Indonesian. Sambil mempersiapkan tim, kami juga akan mencari pelatih yang memiliki karakter dan visi yang sesuai dengan Satria Muda," sambungnya.

Berakhirnya perjalanan Satria Muda di IBL GoPay 2026 menjadi titik awal bagi manajemen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim. Berbagai pencapaian maupun kekurangan sepanjang musim akan dijadikan bahan pembelajaran sebelum menghadapi agenda berikutnya, termasuk turnamen All Indonesian.

Dengan fondasi yang telah dibangun selama musim lalu, Satria Muda menegaskan komitmennya untuk memperkuat skuad, menyusun persiapan yang lebih matang, dan kembali menjadi penantang serius dalam perebutan gelar juara pada musim kompetisi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....