Ketua PTMSI Kota Bandung Apresiasi Dicky Cup Dorong Pembinaan Atlet Muda

  • 27 Jun 2026 15:48 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Kejuaraan Dicky Cup 4 Turnamen Double Kategori 20, 21, dan 22 yang berlangsung pada 26 hingga 28 Juni 2026 di ITC Kota Bandung mendapat apresiasi dari Ketua PTMSI Kota Bandung, H. Tedy Rusmawan. Ia menilai konsistensi penyelenggaraan turnamen tersebut menjadi langkah positif dalam membangun ekosistem tenis meja di Kota Bandung.

Menurut Tedy, keberhasilan Dicky Cup mencapai penyelenggaraan keempat merupakan hal yang patut diapresiasi. Ia melihat tidak banyak pihak yang mampu menjaga keberlangsungan sebuah turnamen secara rutin dan konsisten dari tahun ke tahun.

“Kita sangat mengapresiasi adanya Dicky Cup yang keempat ini. Kolaborasi dengan beberapa pihak menjadi hal yang sangat baik. Ini bukan yang pertama, dan sebuah hal yang patut diberikan apresiasi karena jarang ada turnamen yang bisa berjalan berkelanjutan,” ujar Tedy.Sabtu 27 Juni 2026.

Ia mengatakan, banyak turnamen biasanya hanya berjalan satu atau dua kali, kemudian berhenti karena berbagai kendala. Namun, Dicky Cup mampu membuktikan keberlanjutannya sehingga menjadi ruang kompetisi sekaligus wadah silaturahmi bagi para penghobi tenis meja.

“Biasanya ada kegiatan pertama, kedua, lalu berhenti. Tapi Dicky Cup ini alhamdulillah sudah sampai yang keempat. Mudah-mudahan bisa terus berjalan dari waktu ke waktu,” katanya.

Tedy berharap keberadaan turnamen seperti Dicky Cup tidak hanya menjadi ajang pertandingan bagi penghobi, tetapi juga dapat melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang nantinya mampu membawa nama Kota Bandung di berbagai ajang prestasi.

“Harapan kita dari turnamen seperti ini muncul bibit-bibit yang bisa ke depan mewakili Kota Bandung. Jadi selain kompetisi, ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan,” ungkapnya.

Terkait rencana Dicky Cup untuk menggelar turnamen kelompok usia, Tedy menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, pembinaan atlet muda menjadi bagian penting untuk menyiapkan generasi penerus tenis meja Kota Bandung.

“Insyaallah mudah-mudahan di akhir tahun ini bisa digelar kegiatan yang mendukung kelompok usia. Kalau ada kelompok usia sebagai pembibitan atlet muda, PTMSI Kota Bandung juga siap membantu,” jelasnya.

Ia menambahkan, salah satu bentuk dukungan PTMSI Kota Bandung nantinya dapat dilakukan melalui fasilitas latihan yang dimiliki organisasi, termasuk tempat pembinaan di Gedung PKK Jalan Sukabumi Dalam Bandung.

“Kita bisa mendukung dari sisi tempat latihan. Biasanya kegiatan latihan bisa dilakukan di tempat kita, di Gedung PKK Jalan Sukabumi Dalam. Ini bagian dari dukungan untuk pembinaan,” tuturnya.

Dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Tedy menyebut PTMSI Kota Bandung terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan prestasi atlet. Ia berharap hasil yang diraih pada ajang sebelumnya dapat ditingkatkan dengan target meraih medali emas.

“Sebelumnya kita mendapatkan satu perak dan dua perunggu, tetapi memang belum optimal. Harapannya di Porprov nanti minimal satu emas bisa kita dapatkan. Sudah cukup lama kita belum mendapatkan emas, mudah-mudahan bisa pecah telur di Kota Bogor,” kata Tedy.

Ia menegaskan target utama PTMSI Kota Bandung adalah meraih emas dari sektor putra. Menurutnya, seluruh persiapan terus dilakukan agar atlet dapat tampil maksimal saat kompetisi berlangsung.

Tedy juga mengapresiasi dukungan PTMSI Kota Bandung terhadap penyelenggaraan Dicky Cup, salah satunya melalui keterlibatan para wasit yang telah memiliki sertifikasi. Menurutnya, keberadaan perangkat pertandingan yang profesional sangat penting untuk menjaga kualitas turnamen.

“Teman-teman yang sudah mengikuti pelatihan wasit biasanya membantu kegiatan ini. Wasit menjadi salah satu hal penting dalam pertandingan, dan mereka yang sudah tersertifikasi di PTMSI ikut mendukung penyelenggaraan,” ujarnya.

Tedy berharap Dicky Cup dapat terus berjalan dengan semangat konsisten dan berkelanjutan. Ia menilai ke depan diperlukan lebih banyak kompetisi kelompok usia agar atlet muda memiliki ruang untuk berkembang.

“Harapannya seperti yang saya sampaikan, bisa terus berkelanjutan, istiqamah, istimrar. Mudah-mudahan ada kelompok usia, terutama usia yang krusial seperti 17 tahun, agar mereka punya tempat untuk berlomba dan berkembang,” ungkapnya.

Sementara itu,Kejuaraan Dicky Cup 4 Turnamen Double Kategori 20, 21, dan 22 yang berlangsung pada 26 hingga 28 Juni 2026 di ITC Kota Bandung mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Binpres PB PTMSI, Daniel Yudistian Suherman. Ia menilai keberadaan turnamen tersebut menjadi bukti bahwa olahraga tenis meja terus berkembang dan mendapat dukungan besar dari masyarakat.

Menurut Daniel, pihaknya justru memberikan apresiasi kepada sosok seperti Dicky Nur Rizqi yang konsisten menghadirkan kegiatan tenis meja secara berkelanjutan. Ia menilai peran para penggerak seperti Dicky sangat penting dalam menjaga semangat komunitas pingpong agar terus berkembang.

“Kita sebelumnya harus berterima kasih kepada sosok seperti Pak Dicky yang sampai saat ini masih mau mengadakan acara-acara secara terus-menerus. Ini sangat membantu perkembangan tenis meja,” ujar Daniel.

Ia menjelaskan, Dicky Cup tidak hanya menjadi ajang pertandingan bagi masyarakat atau penghobi tenis meja, tetapi juga memiliki perhatian terhadap pembinaan prestasi. Menurutnya, Dicky juga telah menyiapkan agenda lain yang lebih mengarah kepada kompetisi prestasi.

“Pak Dicky bukan hanya mengadakan event untuk masyarakat, tetapi juga akan mengadakan event untuk prestasi di bulan Agustus nanti. Jadi bukan hanya penghobi, prestasi juga tetap diperhatikan,” katanya.

Daniel mengatakan, semakin banyaknya kegiatan tenis meja menjadi hal positif bagi perkembangan olahraga tersebut. Ia menyebut masyarakat pecinta pingpong kini memiliki lebih banyak ruang untuk berkompetisi, berkumpul, serta meningkatkan kemampuan bermain.

“Kami sebagai warga pingpong tentunya bersyukur dengan banyaknya acara seperti ini. Kegiatan-kegiatan seperti Dicky Cup sangat memberikan dampak positif bagi komunitas tenis meja,” ungkapnya.

Terkait dukungan dari PB PTMSI terhadap turnamen seperti Dicky Cup, Daniel menjelaskan bahwa dukungan langsung dari organisasi lebih difokuskan kepada program pembinaan atlet usia muda dan kelompok prestasi. Namun, kegiatan masyarakat tetap mendapat perhatian dan dukungan secara kelembagaan.

“Kalau dari PB PTMSI, support langsung memang lebih kepada kelompok usia atau atlet yang berprestasi. Tetapi untuk kegiatan masyarakat seperti ini, PB PTMSI, PTMSI Jawa Barat, maupun Kota Bandung tetap memberikan rekomendasi dan dukungan,” jelas Daniel.

Menurutnya, keberadaan turnamen masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem tenis meja. Dari kegiatan seperti inilah potensi pemain dapat terlihat, sekaligus memperluas kecintaan masyarakat terhadap olahraga tersebut.

Daniel berharap Dicky Cup tidak berhenti pada penyelenggaraan keempat. Ia berharap turnamen tersebut dapat terus berjalan dan menjadi agenda rutin yang dinantikan para pecinta tenis meja.

“Harapannya Dicky Cup ini jangan berhenti sampai di sini. Kalau tidak salah ini sudah yang keempat, mudah-mudahan terus ada dan berlanjut ke depannya,” tuturnya.

Ia menambahkan, perkembangan tenis meja saat ini menunjukkan tren positif karena semakin banyak masyarakat yang ikut bermain dan mengikuti berbagai turnamen. Menurutnya, keberlanjutan event seperti Dicky Cup akan semakin memperkuat pertumbuhan olahraga tenis meja di daerah.

“Tenis meja sekarang banyak sekali yang ikut, terutama dari masyarakat. Semoga event seperti ini terus berjalan dan semakin berkembang,” pungkas Daniel

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....