Dana Hibah Terlambat, Pembinaan Atlet Jabar Terancam Terganggu
- 22 Jun 2026 12:02 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat diminta memberikan perhatian serius terhadap keberlangsungan pembinaan olahraga, terutama terkait pencairan dana hibah yang hingga pertengahan tahun 2026 belum juga terealisasi. Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak terhadap program pembinaan atlet, persiapan kejuaraan, hingga target prestasi olahraga Jawa Barat.
Mantan atlet tolak peluru nasional asal Jawa Barat, Eky Febrianti, mengaku prihatin dengan keterlambatan pencairan anggaran tersebut. Menurutnya, pembinaan olahraga tidak dapat menunggu karena berbagai program harus tetap berjalan sesuai rencana, mulai dari latihan rutin, uji coba pertandingan, hingga persiapan menghadapi kejuaraan besar.
"Saya sangat prihatin karena pembinaan olahraga tidak bisa menunggu. Program latihan, try out, kejuaraan-kejuaraan dan kebutuhan atlet harus tetap berjalan. Keterlambatan ini tentu menjadi tantangan bagi pembinaan olahraga di Jawa Barat," kata Eky, Senin 22 Juni 2026.
Peraih empat medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) pada tahun 2012, 2016, 2021, dan 2024 itu menegaskan bahwa keberadaan dana menjadi salah satu pondasi utama dalam mencetak atlet berprestasi. Tanpa dukungan anggaran yang memadai, program pembinaan yang telah disusun berpotensi tidak berjalan maksimal.
"Dana merupakan pondasi kuat guna membentuk prestasi olahraga. Kalau dana tidak ada tentu sangat berdampak terhadap prestasi atlet. Keterlambatan dana hibah dapat mengganggu program latihan, persiapan kompetisi, serta kesejahteraan atlet dan pelatih," ujar Eky.
Eky berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mengambil langkah konkret agar persoalan anggaran olahraga tidak berlarut-larut. Menurutnya, perhatian pemerintah sangat dibutuhkan karena atlet membutuhkan kepastian dalam menjalankan program menuju berbagai agenda penting tahun 2026.
"Jika tidak segera ditangani, hal ini dapat memengaruhi prestasi atlet Jawa Barat. Saya berharap Pak Gubernur bisa lebih memperhatikan dunia olahraga di Jawa Barat dan segera mengucurkan dana hibah tersebut," ucap Eky yang juga pernah meraih medali emas SEA Games 2017 dan 2021.
Menurut Eky, kebutuhan anggaran semakin mendesak karena Jawa Barat akan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. Selain itu, sejumlah cabang olahraga juga memiliki agenda Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang membutuhkan persiapan matang.
"Porprov sudah semakin dekat, ditambah banyak agenda Kejurnas yang harus diikuti atlet-atlet Jawa Barat. Semua itu membutuhkan biaya, mulai dari latihan, perjalanan, perlengkapan, hingga kebutuhan atlet selama persiapan," katanya.
Terkait rencana dana hibah sebesar Rp20 miliar yang akan diterima Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat sebagai induk organisasi olahraga, Eky menilai jumlah tersebut masih sangat terbatas dibandingkan kebutuhan pembinaan olahraga di provinsi dengan prestasi besar tersebut.
"Sebagai provinsi yang telah tiga kali berturut-turut menjadi juara umum PON, Jawa Barat memiliki banyak atlet dan cabang olahraga yang harus dibina. Menurut saya, dana Rp20 miliar masih sangat terbatas untuk mendukung pembinaan secara optimal," tutur Eky.
Eky menambahkan, investasi terhadap olahraga merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan generasi muda Jawa Barat. Selain persoalan anggaran, ia juga menyoroti kondisi fasilitas latihan yang dinilai masih membutuhkan perhatian, termasuk renovasi sarana olahraga agar atlet dapat berlatih dengan lebih maksimal.
"Track lari Pajajaran yang digunakan banyak atlet berprestasi Jawa Barat sangat membutuhkan renovasi yang optimal. Fasilitas latihan juga harus menjadi perhatian karena sarana yang baik akan mendukung lahirnya atlet-atlet berprestasi," kata Eky yang juga pernah meraih dua medali perunggu Asian Grand Prix Series 2017 dan 2019.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....