Menjelang Porprov 2026, Pelatih Gulat Jabar Desak Dana Hibah Segera Cair

  • 21 Jun 2026 19:29 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung -Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026, pelatih gulat Jawa Barat, Bambang Erawan, menyoroti pentingnya percepatan pencairan dana hibah olahraga untuk menunjang program pembinaan atlet. Menurutnya, kesiapan menghadapi ajang besar tidak hanya bergantung pada kemampuan atlet, tetapi juga membutuhkan dukungan anggaran yang jelas dan berkelanjutan.

Bambang mengatakan, dana pembinaan menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi latihan atlet, terutama dalam menghadapi tahapan kompetisi seperti Babak Kualifikasi (BK) PON hingga persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON). Tanpa dukungan finansial, program latihan dan pembinaan dikhawatirkan tidak berjalan secara maksimal.

“Dana hibah untuk olahraga harus segera dikeluarkan karena ini untuk pembinaan. Kalau di OPD tidak ada anggaran, pembinaan juga tidak akan berjalan maksimal,” ujar Bambang Erawan.

Ia menjelaskan, saat ini para atlet gulat Jawa Barat masih menjalankan program latihan secara rutin meskipun dalam kondisi keterbatasan anggaran. Para pelatih dan pengurus tetap berupaya menjaga kesiapan atlet agar target prestasi pada ajang mendatang tidak terganggu.

“Kita tetap berjalan dalam pembinaan atlet, mulai persiapan BK PON sampai PON. Latihan tetap jalan, tetapi untuk anggaran di Pengda memang belum ada,” katanya.

Menurut Bambang, keterlambatan pencairan dana hibah membuat Pengurus Daerah (Pengda) dan Pengurus Cabang (Pengcab) harus menunggu untuk menjalankan berbagai program pembinaan secara penuh. Padahal, kebutuhan atlet seperti latihan, perlengkapan, hingga mengikuti pertandingan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Iya, belum turun dari provinsi. Pengcab dan Pengda itu menunggu karena dana tersebut sangat diperlukan untuk pembinaan atlet,” ungkapnya.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan bagi olahraga gulat Jawa Barat yang sedang mempersiapkan atlet menuju kompetisi tingkat daerah hingga nasional. Bambang menyebut, tanpa adanya kepastian anggaran, pembinaan jangka panjang akan sulit dilakukan secara optimal.

“Selama ini sponsor juga tidak ada. Makanya kami berharap secepatnya dana bisa dikeluarkan agar pembinaan atlet tidak terganggu,” tegas Bambang.

Bambang juga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan pembinaan atlet. Menurutnya, dana hibah bukan hanya sekadar anggaran kegiatan, tetapi merupakan investasi untuk menjaga prestasi olahraga Jawa Barat.

“Saran saya kepada Dispora dan Gubernur, mohon segera menurunkan dana untuk atlet-atlet. Ini sangat penting untuk Pengda-Pengda,” ujarnya.

Apabila pencairan anggaran masih mengalami keterlambatan, Bambang memastikan latihan tetap akan berjalan meskipun dengan segala keterbatasan. Namun, ia mengakui kondisi tersebut membuat pembinaan harus dilakukan secara mandiri dan tidak ideal.

“Kalau lambat, kita tetap latihan, tetapi mencari sendiri. Mungkin berlatih dengan apa adanya, bahkan dana pribadi bisa keluar,” jelasnya.

Selain persoalan latihan, Bambang juga mengingatkan adanya potensi atlet berpindah membela provinsi lain jika pembinaan di Jawa Barat tidak mendapatkan kepastian. Menurutnya, atlet membutuhkan jaminan program dan dukungan agar tetap memiliki motivasi untuk berkembang.

“Ya mungkin saja ada tawaran dari provinsi lain. Kita lihat nanti, semoga pemerintah Jawa Barat bisa memperhatikan atlet-atlet Jabar,” katanya.

Meski demikian, Bambang menegaskan dirinya tetap berharap para atlet Jawa Barat bertahan dan terus memperkuat daerahnya. Ia menilai perpindahan atlet bukan solusi yang mudah karena harus melalui proses organisasi serta administrasi yang panjang.

“Kalau saya, tetap harus bertahan dan menunggu. Ada Pengda, ada KONI, tidak mungkin langsung pindah karena administrasinya juga panjang,” jelasnya.

Terkait peran KONI Jawa Barat dalam mendorong percepatan pencairan anggaran, Bambang mengaku belum mengetahui secara detail perkembangan upaya yang dilakukan. Namun, ia berharap seluruh pihak terkait dapat berkoordinasi agar persoalan anggaran segera mendapatkan penyelesaian.

“Saya belum tahu bagaimana KONI memantau masalah ini. Tapi mungkin KONI harus terus mengusahakan agar anggaran bisa segera turun,” tuturnya.

Bambang kembali menegaskan bahwa dukungan anggaran sangat menentukan keberhasilan pembinaan atlet menjelang Porprov 2026 dan agenda olahraga nasional berikutnya. Ia berharap pemerintah segera memberikan kepastian agar atlet dapat fokus berlatih tanpa terbebani persoalan pembiayaan.

“Harapan saya, anggaran harus cepat dicairkan. Kasihan atlet kita kalau pembinaan terus terkendala,” pungkas Bambang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....