Nay Sunda Ukir Prestasi Dunia usai Kalahkan Juara Asia Muaythai

  • 19 Jun 2026 17:18 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Atlet muda Muaythai Jawa Barat, Niskala Riksa Sunda Silviadi atau yang akrab disapa Nay Sunda, kembali mencatatkan prestasi membanggakan di panggung internasional. Dalam ajang World Muaythai Championship, di Malaysia.Jumat 19 Juni 2026.Nay Sunda berhasil menembus jajaran lima besar dunia pada nomor Waikru kategori Pelajar U-16.

Prestasi tersebut semakin istimewa karena Nay Sunda masih berusia 14 tahun dan harus bersaing menghadapi atlet-atlet yang berada dalam kelompok usia di atasnya. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa potensi atlet muda Jawa Barat mampu bersaing dan menunjukkan kualitas di level dunia.

Promotor DonTing Athlete Management, Tine Yowargana, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Muaythai Jawa Barat, menyampaikan apresiasi atas pencapaian luar biasa yang diraih Nay Sunda. Menurutnya, hasil tersebut merupakan perkembangan signifikan dari proses pembinaan yang selama ini dijalankan.

“Pencapaian Nay Sunda sangat mengesankan. Usianya masih 14 tahun, tetapi dia mampu tampil di kelas yang lebih tinggi dan bersaing dengan atlet terbaik dari berbagai negara,” ujar Tine Yowargana.Jumat 19 Juni 2026.

Menurut Tine, keberhasilan Nay Sunda tidak datang secara instan. Perjalanan prestasi atlet muda tersebut terus mengalami peningkatan, terutama setelah sebelumnya berhasil meraih medali perak pada kejuaraan tingkat Asia tahun lalu.

“Ini menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Tahun sebelumnya Nay Sunda mendapatkan medali perak di kejuaraan Asia, dan sekarang mampu bersaing di kejuaraan dunia dengan menembus lima besar,” katanya.

Dalam persaingan nomor School U-16, Nay Sunda harus berhadapan dengan sejumlah atlet terbaik dari berbagai negara. Hasil akhir menunjukkan Gold diraih Athalia Sarmiento dari Filipina dengan nilai 9,16, sementara posisi kedua ditempati Auryelle Xzandra Bobby asal Malaysia dengan nilai 9,13.

Medali perunggu diraih Lyre Anie Ngina dengan nilai 9,06, disusul Anastasiia Yevtushenko dari Ukraina yang berada di posisi keempat dengan nilai 8,96. Sementara itu, Nay Sunda berhasil menempati peringkat kelima dunia dengan torehan nilai 8,90.

Catatan tersebut menjadi pencapaian besar bagi atlet Indonesia karena Nay Sunda mampu mengungguli sejumlah nama kuat, termasuk Abigail Charles yang merupakan peraih medali emas Asia 2024. Atlet yang sebelumnya menjadi juara Asia tersebut harus puas berada di posisi keenam dunia dengan nilai 8,86.

Keberhasilan Nay Sunda juga memiliki nilai historis karena ia merupakan putri dari Raja Lak Galuh Pakuan yang membawa nama Indonesia dan Jawa Barat ke panggung internasional melalui olahraga Muaythai. Prestasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa pembinaan atlet muda di daerah mampu menghasilkan talenta berkelas dunia.

Pencapaian Nay Sunda menjadi gambaran bahwa regenerasi atlet Muaythai Jawa Barat memiliki masa depan cerah. Dengan dukungan pembinaan yang konsisten, atlet muda seperti Nay Sunda diharapkan mampu menjadi bagian dari kekuatan Indonesia dalam menghadapi berbagai kejuaraan internasional di masa mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....