KONI Jabar Matangkan Persiapan Porprov Demi Pertahankan Tradisi Juara
- 02 Jun 2026 19:05 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat terus mematangkan berbagai aspek persiapan. Sejumlah koordinasi dilakukan bersama Panitia Besar (PB) Porprov, Technical Delegate (TD), serta pemangku kepentingan lainnya guna memastikan ajang olahraga terbesar di Jawa Barat tersebut berjalan sukses dan sesuai standar penyelenggaraan multi-event.
Ketua KONI Jawa Barat, Prof. Muhammad Budiana, mengakui masih terdapat beberapa kendala dalam proses koordinasi antara Panitia Besar cabang olahraga dengan Technical Delegate. Meski demikian, pihaknya telah mengingatkan seluruh PB cabang olahraga agar segera menyelesaikan tahapan koordinasi yang diperlukan.
“Memang pada titik koordinasi dengan Technical Delegate masih ada keterlambatan yang dilakukan oleh beberapa PB cabang olahraga. Namun kami sudah mengingatkan agar proses tersebut segera dilakukan dan sebagian besar sudah mulai berjalan,” ujarnya,di Gedung Koni Jabar,Jalan Pajajaran,Kota Bandung. Selasa 2 Juni 2026.
Menurut Budiana, persiapan Porprov tidak hanya menjadi tanggung jawab Panitia Besar semata, melainkan melibatkan banyak unsur yang saling berkaitan. Sebagai ajang multi-event yang mempertandingkan puluhan cabang olahraga, berbagai kebutuhan teknis dan administratif harus dipenuhi secara bertahap dan terukur agar pelaksanaan pertandingan dapat berlangsung lancar.

Ia menegaskan bahwa KONI Jawa Barat melalui Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) terus melakukan pengawalan terhadap seluruh proses persiapan. “Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa Porprov ini terus dipersiapkan. Semua kebutuhan yang harus dipenuhi dalam sebuah multi-event olahraga sedang dan terus kami kerjakan bersama,” katanya.
Budiana juga berharap dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta pemerintah kabupaten dan kota tetap terjaga hingga pelaksanaan Porprov nanti. Menurutnya, keberhasilan ajang tersebut tidak hanya diukur dari terselenggaranya pertandingan, tetapi juga menjadi cerminan keberhasilan pembinaan olahraga prestasi yang dilakukan secara berkelanjutan di daerah.
“Porprov akan menjadi panggung bagi atlet-atlet terbaik yang membela daerahnya masing-masing. Di balik itu semua terdapat proses panjang pembinaan prestasi, penyediaan fasilitas olahraga, serta perhatian dari pemerintah daerah baik unsur eksekutif maupun legislatif terhadap kemajuan olahraga,” jelasnya.
Lebih lanjut, Budiana mengingatkan bahwa Jawa Barat memiliki status sebagai provinsi olahraga berprestasi yang telah berulang kali menjadi juara umum dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Predikat tersebut, menurutnya, menjadi tanggung jawab besar bagi seluruh insan olahraga Jawa Barat untuk terus menjaga kualitas penyelenggaraan dan pembinaan atlet.
“Kita adalah provinsi juara. Dengan status sebagai juara umum PON berturut-turut, maka segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan baik. Banyak daerah lain yang belajar dan bertanya kepada Jawa Barat tentang bagaimana membangun prestasi olahraga. Ini yang harus kita pertahankan,” tegasnya.
Meski demikian, Budiana menegaskan bahwa tujuan utama KONI Jawa Barat bukan sekadar mengejar pujian atau pengakuan dari daerah lain. Ia menyebut seluruh jajaran KONI dan pengurus cabang olahraga hanya berupaya menjalankan tugas pembinaan dan pengabdian kepada masyarakat Jawa Barat.
“Kalau kemudian Jawa Barat menjadi kiblat pembinaan olahraga nasional, saya kira itu bonus. Kami bekerja semata-mata untuk mengabdi kepada Jawa Barat,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Budiana juga mengajak masyarakat memahami kompleksitas penyelenggaraan Porprov sebagai ajang olahraga multi-event. Menurutnya, sebagian panitia besar yang dibentuk pemerintah daerah masih menghadapi tantangan karena belum memiliki pengalaman panjang dalam mengelola event olahraga berskala besar. Namun berbekal pengalaman Jawa Barat yang telah 14 kali menyelenggarakan Porprov, berbagai kendala diyakini dapat diatasi dengan baik.
Ia menambahkan bahwa keterbatasan anggaran yang dihadapi saat ini tidak mengurangi semangat seluruh pihak dalam menjalankan amanah penyelenggaraan Porprov. Terlebih, semangat para atlet untuk membela daerah masing-masing masih sangat tinggi meskipun situasi efisiensi anggaran menjadi tantangan tersendiri.
“Yang paling penting adalah semangat atlet masih tetap terjaga. Mereka tetap antusias membela kabupaten dan kotanya. Itu menjadi modal besar agar Porprov Jawa Barat 2026 berlangsung sukses dan melahirkan prestasi-prestasi terbaik,” pungkas Budiana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....