PB PORLASI Gelar Rakernas, Bahas Persiapan PON, Penyempurnaan AD/ART dan Dewan Etik
- 02 Jun 2026 16:39 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2026 di Jakarta dengan sejumlah agenda strategis yang berkaitan dengan penguatan organisasi dan persiapan menghadapi agenda olahraga nasional. Rakernas tersebut menjadi momentum penting bagi Porlasi untuk menyelaraskan kebijakan organisasi sekaligus memperkuat tata kelola cabang olahraga layar di Indonesia.
Ketua Harian KONI Jawa Barat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I PB Porlasi, Arief Prayitno, menjelaskan bahwa salah satu agenda utama Rakernas adalah penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Langkah tersebut dilakukan agar aturan internal Porlasi selaras dengan AD/ART KONI yang telah diperbarui. “Isi Rakernas yang pertama adalah penyempurnaan AD/ART. Untuk itu akan dibentuk tim perumus yang bertugas menyelaraskan AD/ART Porlasi dengan AD/ART KONI yang baru,” ujar Arief.Di ruang kerja ketua harian KONI Jabar,Selasa 2 Juni 2026.
Selain pembahasan regulasi organisasi, Rakernas juga menghasilkan keputusan penting terkait pembentukan Dewan Etik Porlasi. Selama ini organisasi cabang olahraga layar nasional belum memiliki lembaga etik yang secara khusus mengawasi perilaku dan tata kelola organisasi. Kehadiran Dewan Etik dinilai penting untuk menjaga profesionalisme organisasi, terutama menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Yang kedua, dibentuk tim Dewan Etik karena selama ini Porlasi belum memiliki Dewan Etik. Padahal keberadaannya sangat penting, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan menuju PON,” kata Arief. Menurutnya, Dewan Etik akan menjadi instrumen organisasi dalam menjaga integritas dan akuntabilitas seluruh unsur yang terlibat dalam pembinaan olahraga layar.
Rakernas Porlasi 2026 dihadiri oleh 12 Pengurus Provinsi (Pengprov) dari total 20 Pengprov yang terdaftar. Jumlah tersebut dinyatakan telah memenuhi syarat kuorum sehingga seluruh agenda persidangan dapat dilaksanakan dan menghasilkan keputusan yang sah secara organisasi.
Dalam forum tersebut, Arief hadir mewakili PB Porlasi sebagai Wakil Ketua I. Sementara dari Porlasi Jawa Barat turut hadir Kunto dan Sujadmiko sebagai perwakilan Pengprov Jawa Barat. “Peserta sudah memenuhi kuorum dan Rakernas dapat berjalan sesuai ketentuan organisasi,” jelasnya.
Agenda penting lainnya yang dibahas adalah penetapan nomor-nomor pertandingan untuk Pekan Olahraga Nasional mendatang. Rakernas menyepakati bahwa nomor pertandingan cabang olahraga layar pada PON berikutnya masih menggunakan nomor yang selama ini dipertandingkan pada PON sebelumnya.
“Nomor-nomor PON masih menggunakan nomor yang lama, yaitu sebanyak 18 nomor pertandingan. Itu menjadi salah satu keputusan penting dalam Rakernas kali ini,” ungkap Arief. Keputusan tersebut memberikan kepastian bagi daerah-daerah dalam menyusun program pembinaan atlet menuju babak kualifikasi maupun pelaksanaan PON.
Pasca Rakernas, Porlasi Jawa Barat berencana segera menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) untuk menindaklanjuti berbagai hasil keputusan tingkat nasional. Rakerda tersebut akan diawali dengan rapat pimpinan guna menyusun agenda dan prioritas program organisasi dalam menghadapi berbagai kejuaraan yang akan datang.
Menurut Arief, fokus utama Rakerda Porlasi Jawa Barat adalah persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat serta persiapan menuju babak kualifikasi PON. “Untuk Jawa Barat, tambahan agenda dalam Rakerda nanti lebih banyak membahas persiapan Porprov dan persiapan menuju PON. Untuk Porprov sendiri persiapannya sudah cukup matang dan akan dilaksanakan di Balongan, Kabupaten Indramayu,” tuturnya.
Arief menambahkan bahwa Balongan dipilih karena memiliki rekam jejak yang baik sebagai venue cabang olahraga layar pada PON Jawa Barat sebelumnya. Sementara itu, terkait minimnya kehadiran sejumlah Pengprov dalam Rakernas, ia menilai faktor geografis dan waktu pelaksanaan menjadi penyebab utama. “Yang tidak hadir sebagian besar karena faktor jarak yang jauh dan pelaksanaan pada hari libur. Namun yang terpenting kuorum tetap terpenuhi. Bahkan calon tuan rumah PON, Nusa Tenggara Timur, hadir dalam Rakernas tersebut,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Arief juga menyerahkan buku berjudul STRATEGI MANAJEMEN OLAHRAGA KONTEMPORER kepada para peserta Rakernas. Buku tersebut diberikan kepada ketua-ketua Pengprov Porlasi, KONI Pusat, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan PB Porlasi sebagai bahan referensi pengembangan organisasi olahraga. “Buku ini kami berikan sebagai tambahan pengetahuan dan referensi bagi para pengurus olahraga agar mampu mengelola organisasi secara lebih profesional dan strategis. Pada Rakernas kemarin, KONI Pusat, KOI, dan PB Porlasi juga hadir menerima buku tersebut,” pungkas Arief.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....