Liga Karate Antar Pelajar Jadi Ajang Pembinaan Prestasi Berkarakter Nasional

  • 30 Mei 2026 12:39 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID,Bandung - Wakil Ketua IV FORKI Jawa Barat Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Yedih Lesmana, menegaskan bahwa Liga Karate Antar Pelajar Seri 1 Tahun 2026 bukan sekadar ajang kompetisi biasa, melainkan sebuah kejuaraan bergengsi yang memiliki sistem pembinaan berkelanjutan bagi atlet muda. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada pembukaan Liga Karate Antar Pelajar Seri 1 Tahun 2026 yang berlangsung di GOR Bandung, Jalan Jakarta, Kota Bandung, pada 29–31 Mei 2026.

Menurut Yedih, para orang tua dan peserta perlu memahami bahwa kejuaraan tersebut memiliki kualitas dan kredibilitas tinggi. Ia menilai liga yang diselenggarakan secara berjenjang ini menjadi salah satu wadah penting dalam proses pencarian bibit atlet karate potensial yang nantinya dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Bapak dan Ibu mohon dipahami dan diperhatikan. Ini bukan kejuaraan kaleng-kaleng. Ini adalah kejuaraan yang benar-benar bonafide dan memiliki program pembinaan yang jelas,” ujar Yedih di hadapan para peserta, pelatih, dan orang tua atlet.Sabtu 30 Mei 2026.

Ia menjelaskan, hasil dari pelaksanaan liga pada tahun 2025 lalu telah membuktikan kualitas kompetisi tersebut. Sebanyak empat atlet terbaik hasil pemantauan liga berhasil memperoleh kesempatan untuk mengikuti kejuaraan internasional Thailand Open yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.

“Hasil liga tahun 2025 lalu, empat orang atlet akan diberangkatkan ke kejuaraan internasional Thailand Open. Ini menjadi bukti bahwa liga ini mampu membuka jalan bagi atlet-atlet muda untuk meraih prestasi di tingkat dunia,” katanya.

Lebih lanjut, Yedih mengungkapkan bahwa pelaksanaan Liga Karate Antar Pelajar tahun 2026 akan digelar dalam tiga seri sepanjang tahun. Melalui sistem tersebut, FORKI Jawa Barat berharap dapat menjaring atlet-atlet terbaik secara lebih objektif dan berkelanjutan untuk dipersiapkan mengikuti berbagai kejuaraan internasional.

“Liga tahun 2026 ini terdiri dari tiga seri. Insyaallah atlet-atlet terbaik yang lahir dari kompetisi ini juga akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk tampil di ajang internasional. Jadi para orang tua tidak perlu khawatir, karena kompetisi ini memiliki tujuan pembinaan yang sangat jelas,” tuturnya.

Selain berbicara mengenai prestasi, Yedih menekankan bahwa nilai utama dalam olahraga karate adalah pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, medali dan gelar juara memang penting, namun proses pembentukan kepribadian yang kuat jauh lebih bernilai untuk masa depan anak-anak.

“Prestasi sebenarnya bukan satu-satunya tujuan. Yang lebih penting adalah bagaimana karate mampu melahirkan karakter yang disiplin, semangat, sportif, mampu bersosialisasi dengan baik, serta memiliki kompetensi dan kemampuan yang bermanfaat di masa depan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, karate merupakan sarana pendidikan karakter yang efektif bagi anak-anak dan remaja. Melalui latihan yang rutin dan kompetisi yang sehat, para atlet diajarkan untuk menghargai proses, menghormati lawan, serta memiliki mental tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Karate menjadi wadah untuk membentuk karakter putra-putri kita agar menjadi pribadi yang lebih baik. Jadi kalaupun belum menjadi juara, jangan berkecil hati, karena nilai-nilai karakter yang diperoleh akan menjadi bekal penting untuk masa depan,” jelas Yedih.

Dalam kesempatan tersebut, Yedih juga menyampaikan apresiasinya terhadap capaian FORKI Jawa Barat pada Kejuaraan Nasional FORKI Tahun 2026. Ia menyebut Jawa Barat berhasil menempati posisi empat besar nasional dan melahirkan sejumlah atlet berprestasi yang siap memperkuat Indonesia di berbagai ajang internasional.

“Alhamdulillah, FORKI Jawa Barat berhasil berada di peringkat keempat pada Kejurnas FORKI 2026. Kami juga memiliki sejumlah atlet terbaik, khususnya atlet senior, yang dipersiapkan untuk tampil pada berbagai kejuaraan internasional termasuk Asian Games 2026,” katanya.

Yedih berharap seluruh peserta yang mengikuti Liga Karate Antar Pelajar Seri 1 Tahun 2026 dapat menjadikan ajang tersebut sebagai momentum untuk belajar, berkembang, dan menatap masa depan dengan optimisme. Ia mengajak seluruh atlet muda untuk terus berlatih, menjaga semangat juang, serta tidak pernah berhenti berdoa demi meraih cita-cita tertinggi di dunia olahraga.

“Adik-adik yang hadir hari ini adalah generasi penerus karate Jawa Barat dan Indonesia. Tetap semangat bertanding, optimis, disiplin dalam berlatih, dan jangan lupa selalu berdoa agar dapat menjadi atlet-atlet berprestasi di masa yang akan datang,” Tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....