PBMI Tegaskan Atlet Muaythai Fokus Prestasi Hindari Polemik Organisasi
- 14 Mei 2026 11:17 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) menegaskan bahwa atlet harus tetap fokus menjalani program latihan dan mengejar prestasi di arena pertandingan. Organisasi meminta seluruh atlet tidak terpengaruh oleh dinamika maupun polemik internal yang berpotensi mengganggu pembinaan olahraga nasional.
Penegasan tersebut disampaikan Ketua Umum PBMI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti melalui Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres), Rahyang Mandalajati Evi Silviadi SB. Menurutnya, atlet memiliki tanggung jawab utama menjaga performa dan disiplin demi mencapai target yang telah ditetapkan dalam setiap kejuaraan.
Evi Silviadi menekankan bahwa atlet tidak perlu terlibat dalam berbagai ajakan dari pihak luar yang dinilai dapat memicu kegaduhan organisasi. Ia meminta para atlet menjaga profesionalisme dan tidak ikut dalam gerakan yang berpotensi menimbulkan konflik internal di tubuh PBMI.
“Atlet fokus saja berlatih dengan baik dan bertanding sesuai target. Apapun itu, atlet tak perlu memikirkan soal polemik kepengurusan dan sebagainya. Tugas atlet hanya berlatih dan bertanding,” tegas Evi dalam keterangannya.Kamis 14 Mei 2026.
PBMI menilai keterlibatan atlet dalam aksi protes maupun gerakan mosi tidak percaya terhadap organisasi dapat berdampak buruk terhadap stabilitas pembinaan. Selain mengganggu konsentrasi atlet, situasi tersebut juga dikhawatirkan memengaruhi kesiapan menghadapi agenda kompetisi tingkat nasional maupun internasional.
Karena itu, PBMI mengaku telah mengantongi sejumlah informasi dan data terkait dugaan keterlibatan beberapa atlet dalam aktivitas di luar kepentingan olahraga. Organisasi memastikan akan melakukan penelusuran lebih lanjut sebelum mengambil langkah disipliner terhadap pihak-pihak yang terbukti melanggar aturan organisasi.
Menurut Evi, PBMI tidak akan ragu menjatuhkan sanksi tegas demi menjaga integritas cabang olahraga Muaythai Indonesia. Penindakan tersebut akan dilakukan sesuai ketentuan organisasi dan aturan yang tertuang dalam AD/ART PBMI.
Adapun sanksi yang disiapkan meliputi penindakan organisatoris, pembekuan status atlet, hingga larangan mengikuti kejuaraan di berbagai tingkatan. Atlet yang terbukti terlibat dalam gerakan yang dianggap merugikan organisasi dapat kehilangan hak tampil mulai dari level kabupaten/kota, provinsi, hingga kejuaraan nasional.
“Kami sudah mendapat informasi dan data atlet siapa saja yang terlibat. Jika terbukti, maka kami akan sanksi tegas dan bekukan mereka. Para atlet tersebut tidak boleh ikut kompetisi di berbagai level,” ujar Evi menegaskan.
PBMI berharap langkah tersebut dapat menjaga kondusivitas pembinaan olahraga Muaythai di Indonesia. Organisasi juga meminta seluruh atlet tetap menjaga semangat sportivitas, profesionalisme, dan fokus meningkatkan prestasi agar nama Indonesia tetap diperhitungkan di pentas internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....