Dugaan Intervensi Politik Warnai Musorkablub KONI Subang Menjelang Pemilihan
- 11 Mei 2026 18:42 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Suasana menjelang Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) Kabupaten Subang yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Mei 2026 mulai memanas. Di tengah persiapan pelaksanaan pemilihan Ketua KONI Subang, muncul isu dugaan intervensi politik yang menyeret nama anggota DPR RI.
Elita Budiati, yang juga dikenal sebagai ibu kandung Bupati Subang , diterpa kabar terkait dugaan mobilisasi dukungan kepada salah satu calon Ketua KONI Subang. Isu tersebut berkembang di kalangan pengurus cabang olahraga dan menjadi pembahasan hangat menjelang pelaksanaan Musorkablub.
Informasi yang beredar menyebutkan adanya dugaan tekanan kepada sejumlah pengurus cabang olahraga agar mendukung kandidat tertentu dalam proses pemilihan nanti. Dugaan itu semakin menguat setelah muncul kabar mengenai permintaan bukti foto saat proses pencoblosan berlangsung.
Sejumlah pengurus cabang olahraga mengaku mendengar adanya instruksi agar setiap pemilik suara menyetorkan foto bukti pilihan mereka di bilik suara. Langkah tersebut diduga dilakukan sebagai bentuk pengawasan untuk memastikan dukungan tidak berubah saat proses pemungutan suara berlangsung.
Jika benar terjadi, praktik tersebut dinilai berpotensi mencederai independensi organisasi olahraga dan merusak prinsip demokrasi dalam tubuh KONI Kabupaten Subang. Sejumlah pihak pun mulai menyuarakan kekhawatiran atas munculnya dugaan intervensi dari luar organisasi.
Tokoh masyarakat Subang sekaligus yang juga menjabat Ketua Harian PB Muaythai Rahyang Mandalajati Evi Silviadi SB turut angkat bicara menanggapi isu tersebut. Ia mengecam keras apabila dugaan tekanan politik benar-benar terjadi dalam proses Musorkablub KONI Subang.
“Upaya seperti itu merupakan cara curang dan bentuk intervensi yang terlalu jauh terhadap kedaulatan KONI Subang. Lembaga olahraga seharusnya steril dari tekanan politik praktis,” tegas Evi Silviadi.Senin 11 Mei 2026.
Menurutnya, permintaan bukti foto pilihan dalam proses pemungutan suara tidak hanya melanggar etika organisasi, tetapi juga berpotensi merusak mentalitas demokrasi di kalangan insan olahraga. Ia menilai KONI harus dijaga sebagai organisasi independen yang bebas dari intimidasi maupun kepentingan politik tertentu.
“Kalau sampai ada permintaan bukti foto pencoblosan, itu sudah mencederai demokrasi olahraga. Pemimpin KONI harus lahir dari aspirasi murni cabang olahraga, bukan karena tekanan,” ujarnya.
Evi juga mengingatkan agar seluruh pihak menjaga marwah Musorkablub demi kepentingan pembinaan olahraga di Kabupaten Subang. Menurutnya, KONI memiliki peran strategis dalam menentukan arah prestasi atlet daerah sehingga proses pemilihannya harus berlangsung jujur, adil, dan transparan.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak maupun jajaran sekretariat daerah Kabupaten Subang belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan intervensi politik tersebut. Belum ada klarifikasi ataupun bantahan atas isu yang berkembang di kalangan cabang olahraga.
Musorkablub KONI Subang sendiri dipandang sebagai momentum penting untuk menentukan kepemimpinan baru organisasi olahraga daerah. Para pengurus cabang olahraga diharapkan tetap solid dan berani menentukan pilihan berdasarkan kepentingan pembinaan atlet serta kemajuan prestasi olahraga Kabupaten Subang di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....