Musorkablub KONI Subang Memanas, Tine Kritik Panitia dan Plt Ketua

  • 11 Mei 2026 18:18 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Menjelang pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Subang, tensi politik olahraga di daerah tersebut semakin memanas. Dinamika internal organisasi kini menjadi sorotan setelah muncul kritik tajam dari salah satu calon Ketua Umum KONI Subang, DKP Tine Yowargana.

Tine Yowargana, yang akrab disapa TingTing, melontarkan sejumlah kritik terhadap kinerja Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KONI Subang dan Panitia Pelaksana Musorkablub. Ia menilai panitia tidak konsisten dalam menjalankan aturan serta kerap mengambil keputusan sepihak tanpa koordinasi yang jelas dengan cabang olahraga.

“Panitia terkesan tidak konsisten dan banyak membuat aturan yang berubah-ubah. Ini membuat proses Musorkablub kehilangan profesionalisme,” ujar Tine saat menyampaikan pandangannya terkait dinamika pemilihan Ketua KONI Subang.Senin 11 Mei 2026.

Salah satu poin yang paling disorot Tine adalah dugaan konflik kepentingan dalam tubuh Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP). Ia mempertanyakan posisi Djoko Gunadi yang menjabat sebagai Ketua TPP namun pada saat bersamaan turut mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum KONI Subang.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mencederai netralitas panitia karena seseorang yang bertugas melakukan proses penjaringan justru ikut berkontestasi dalam pemilihan. Bahkan, kata Tine, Djoko Gunadi juga masih terlibat dalam sejumlah rapat pleno panitia dan pengurus.

“Ini jelas konflik kepentingan. Bagaimana mungkin tim yang bertugas menyaring calon malah ikut bertanding sebagai calon. Bahkan sebagai calon dia juga masih ikut rapat panitia,” tegas Tine.

Selain menyoroti persoalan struktur panitia, Tine juga mengkritik kebijakan baru terkait adanya iuran yang dibebankan kepada bakal calon ketua umum. Ia menilai kebijakan tersebut muncul secara mendadak dan tidak pernah dibahas secara terbuka sejak awal penyusunan persyaratan pencalonan.

“Bukan soal nominal uangnya, saya mampu membayar berapa pun. Tapi ini soal konsistensi aturan dan profesionalisme panitia,” katanya.

Kisruh Musorkablub juga semakin memanas akibat perubahan jadwal pelaksanaan yang terus bergeser. Berdasarkan catatan panitia, agenda Musorkablub semula direncanakan berlangsung pada 29 April 2026, namun kemudian dibatalkan oleh Pemerintah Kabupaten Subang.

Setelah itu, jadwal kembali diubah menjadi 13 Mei 2026 sebelum akhirnya kembali bergeser ke 16 Mei 2026. Tidak hanya tanggal, lokasi pelaksanaan pun disebut berubah-ubah tanpa adanya rapat pleno bersama cabang olahraga sebagai pemilik hak suara.

“Mau sampai kapan mundur terus? Situasi ini menimbulkan preseden buruk terhadap integritas panitia karena tanggal dan tempat selalu berubah,” ketus Tine.

Melihat situasi yang semakin tidak kondusif, Tine mengaku mulai jenuh dengan polemik yang terjadi di internal organisasi olahraga tersebut. Ia menilai kisruh berkepanjangan hanya akan menguras energi para pengurus cabang olahraga yang seharusnya fokus mempersiapkan atlet menghadapi agenda besar olahraga daerah.

“Saya akhirnya tidak terlalu peduli siapa yang menang nanti. Kasihan cabang olahraga, mereka capek dengan situasi seperti ini. Saya pribadi lebih memilih fokus pada pembinaan atlet karena Porprov sudah semakin dekat,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia pelaksana Musorkablub maupun Plt Ketua KONI Kabupaten Subang belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik dan tudingan pelanggaran aturan yang disampaikan calon ketua umum tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....